Diskusi · Parenting

Gangguan Tumbuh Kembang Si Kecil

PhotoGrid_1446607668071

🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼

Bismillaahirrohmaanirrohiim

🌺:)🌺:)🌺:)🌺:)🌺:)🌺

Resume diskusi SABUMI (HSMN BANDUNG)

Tema : Gangguan Tumbuh Kembang Si Kecil

Hari/tanggal: Rabu, 2 September 2015
Jam : 20.00-22.00 WIB
Narasumber: Vindhy Fitrianti
Beliau adalah seorang ibu rumah tangga dan kini tinggal di Desa Mekarsaluyu 29. Kec. Cimenyan, Kab. Bandung. Ibu dari M. Afza Zahidan (Aza-6 tahun) ini juga aktif sebagai Ketua Yayasan Pelangi Asa Indonesia (yayasan yang  bergerak di bidang edukasi ABK dan masyarakat), penanggung jawab program pendidikan Sekolah Pelangi, wirausaha, narsum RZMagz, serta konsultan program pendidikan karakter Darul Hikam.

Moderator: Dyah Wulandhari
Notulen: Nining

Bagian 1

Sebagai orangtua, tentunya kita memiliki harapan agar anak-anak kita tumbuh dan berkembang secara optimal. Berkarakter, pintar, aktif, rajin beribadah, dan sederet kebaikan lainnya.

Berbagai stimulasi yang mendidik pun diberikan sedini mungkin. Ini tidak lain sebagai bentuk ikhtiar para orangtua untuk mempersiapkan generasi yang lebih baik.

Selain stimulasi, para orangtua juga diharapkan memiliki “lup (kaca pembesar) ala CONAN” saat mengiringi perjalanan putra putrinya. Ini tak lain untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Apakah anak-anak kita masuk ke dalam kategori anak-anak yang mengalami GANGGUAN TUMBUH KEMBANG?

Sejak kapan lup Conan ini dipakai? Sejak masa kehamilan dan saat lahir. Untuk kemudian dipantau terus menerus bulan demi bulan, tahun demi tahun.

Kenapa?

Karena, jika memang terdapat indikasi gangguan, semakin dini intervensi dilakukan, maka semakin besar tingkat efektivitas terapi untuk membantu anak tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Apa saja yg harus dipantau?
-faktor risiko saat hamil dan melahirkan
– fisik motorik (kasar & halus)
– bahasa ~ komunikasi
– sosioemosi
– kognisi

Ketika anaknya terlihat “terlambat” jika dibandingkan dengan anak seusianya, banyak orangtua yang dininabobokan dengan ucapan orang sekitarnya,  “Ah, nanti juga bisa.”, “Tiap anak kan beda-beda.”, “Tenang aja, itu anaknya bu A juga bicaranya baru bisa di umur 5 tahun loh”.

So, selain mengetahui perkembangan anak yang normal itu bagaimana, kenali pula tanda-tanda bahaya di masing-masing area di atas.

Ini sebagiannya ya:
# tanda bahaya untuk motorik (pantau sejak bayi ya):
• tubuh terlalu lemas atau tubuh terlalu kaku
• terlambat -> misal, 9 bulan belum bisa duduk
• aneh -> misal, jalannya jinjit
• tangan terkepal erat usia 4 bulan
• tidak dapat menjumput benda kecil dengan ujung jari sampai usia 1 tahun
• tetap memasukkan benda ke dalam mulut disertai ngiler berlebihan sampai usia 2 tahun.

# tanda bahaya untuk area berbahasa:
• sampai usia 10 minggu tidak ada senyum sosial
• sampai usia 3 bulan tidak bersuara sebagai respons
• sampai usia 8 bulan tidak ada perhatian terhadap sekitar
• sampai usia 15 bulan tidak bicara
• sampai 20 bulan bicara tidak sampai 3-5 kata
• bicara tapi aneh
• bicara tapi bukan berkomunikasi

Jika terlambat intervensi (tindakan), apa jadinya?
-Gangguan belajar
-Prestasi akademik menurun
-Gangguan interaksi sosial
-Gangguan perilaku
-Keterbelakangan mental
Catatan untuk keterbelakangan mental:
Biasanya pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Jika keterlambatan perkembangan tidak diintervensi dengan tepat dan dini –> keterlambatan menetap –> keterbelakangan mental.
Sulit dalam hal: belajar, menguasai keterampilan baru, adaptasi dengan berbagai kondisi sosial, berkomunikasi, dan berprestasi akademis

Bagian 2

Alhamdulillah, anakku perkembangannya bagus…
IQ normal bahkan di atas rata-rata
♥ Daya imajinasinya bagus loh
♥ Kreatif pisan
♥ Suka banget bongkar pasang
♥ Kepekaan terhadap suara, nada, dan musik menonjol
♥ Suka sekali menggambar, mau jadi arsitek kayanya.

Tapi…

✳ Kok dia seperti sulit ya menemukan kata yang tepat dalam berkomunikasi
✳ Kaya yang ragu-ragu mau melafalkan sesuatu apalagi kata-kata yang baru dikenal
✳ Kalau dikasih pilihan ganda dia kesulitan
✳ Membaca lambat dan seperti melelahkan
✳ Masih kebingungan dengan konsep dulu,kemarin, dan barusan
✳ Kosa kata saat menulis jauh lebih sedikit walaupun kosa kata verbal sangat banyak
✳ Kalau nulis jaraknya tidak beraturan, naik turun, tidak memperhatikan tanda baca.

Nah loh…
Anakku kenapa ya?

📝Pendahuluan📝

Assalamu’alaikum semuaa…
Ok sebagai pendahuluan kita mulai tentang gangguan tumbuh kembang. Ini yang angka kejadiannya makin meningkat.
Selain speech delay yang menjadi pertanyaan di atas, juga gangguan tumbang lainnya.

Apa sih yg menyebabkannya? At least ada 2 faktor.
1) Krn lingkungan
2) bawaan fisiologis anak tersebut.

Contoh:
Speech delay yang dibentuk karena lingkungan:
Karena TV, even yang DVD edukasi itu loh ya. Karena ga distimulasi. Karena cara pemberian makanan yanh salah, dsb.
Speech delay karena fisiologisnya:
Karena adanya gangguan pendengaran atau karena gangguan tumbang yang lainnya. Sehingga si speech delay ini hanya sebagai penyerta. Ok dah itu aja dulu.

📝 Pembahasan📝

Pertanyaan 1: Wafa Sabumi 1

Dianggap mengalami gangguan itu kalo udah gimana ya teh? he,, mungkin kemampuan bicara abang 32 bulan dianggap beberapa orang, ‘kok gitu’, tapi kosakatanya banyaaak, cuma beberapa huruf keluarnya agak beda. Ibunya sih masih tenang. Ada yang nanya aja, apa ngga harusnya diterapi soalnya ada anak murid paud yang sampe harus diterapi karena ngomongnya ‘unik’ bahkan untuk menyebut namanya.

Jawab:
Kapan seorang anak dianggap mengalami gangguan berbahasa?
Jika kemampuan bicara dan atau bahasanya di bawah kemampuan bicara dan atau bahasa anak seusianya.
Bedakan antara berbicara dan berbahasa.
Berbicara: proses menghasilkan bunyi yang spesifik dengan artikulasi, fonasi, kualitas, kelancaran, atau volume tertentu.
Berhubungan dengan sistem oral motor, pita suara, sistem pernapasan, dan susunan saraf pusat.
Sedangkan berbahasa:
Lebih kompleks dari berbicara.
Meliputi berbahasa reseptif: memahami apa yang disampaikan lawan bicara.
Dan berbahasa ekspresif: mampu menyampaikan ide dan pikiran secara verbal ataupun tulisan.
Jadi, anak bisa saja kosakata banyak tapi ada kata-kata yang aneh.
Misal, pintu dibilang pintuk.
Buku dibilang bukuk.
Masuknya ke gangguan berbahasa ekspresif (GBE).
Yang paling awal harus dicek adalah: pendengaran
Penasaran itu speech delay karena cara pemberian makanan yang salah.
–> kemampuan bicara ditunjang oleh kematangan organ bicara.
Organ bicara itu sama dengan organ yang dipakai untuk makan.

Pertanyaan 2: Ayu Sabumi 1

1. Adakah alat ukur/checklist resmi yang bisa dijadikan patokan dalam mengevaluasi tumbuh kembang anak secara komprehensif dan bisa di-download secara gratis? Atau harus melalui observasi ahli tumbuh kembang/psikolog?

Jawab:
Bucan-bucan, bisa mulai dari mencari/men-download tentang “norma tumbuh kembang anak”.
Ini bertebaran, kok.
Pilih yang sesuai usia, lalu cek ke anak masing-masing. Apakah tugas perkembangannya sudah terpenuhi/dikuasai atau belum.
Atau, biasanya untuk anak dari usia 1 bulan-6 tahun, ibu-ibu bisa search Denver II.
Di situ akan keliatan masing-masing perkembangan motorik kasar, bahasa, motorik halus, dan kemandirian anak ada di usia berapa.
Misal, anak usia 4 tahunn tapi aspek perkembangan bahasanya sama dengan usia 12 bulan.

Pertanyaan 3: Dessy Sabumi 3

Anak saya 2, perempuan dua-duanya, 7 tahun dan 3 tahun. Yang bungsu terlambat bicara. Waktu usia 1-2 tahun males banget dipancing bicara. Sekarang alhamdulillah udah cerewet tapi kata-katanya belum jelas, topi jadi mpi, tangan jadi enang.
Pernah konsultasi, alhamdulillah tidak ada masalah gangguan fisik, tapi kemungkinan ini disebabkan pengaruh kakak yang terlalu aktif. Kakaknya memang kebalikannya, aktif banget bicara, umur 2 tahun udah lancar nyanyi twinkle-twinkle little star, bicara udah jelas.
Terapi seperti apa yang bisa saya lakukan untuk melatih si kecil bicara di usianya sekarang?

Jawab:

Ok, kalau sudah diperiksa pendengaran dan organ bicara (otot oral motor, bibir, langit-langit,hidung, dan pita suara), dan tidak ada gangguan susunan saraf pusat, kita lanjut ke stimulasi.
Lihat dan perhatikan huruf apa saja yang anak tampak sulit.
Kalau dari contoh, huruf “t” ya.
Coba pada bilang “t”.
Udah?
Bagian mana dari mulut yang digunakan untuk memproduksi bunyi “t”?
Lidah dan otot bibir yang ditarik ke pinggir.
Stimulasi di situ.
Stimulasi alat bicara:
– Area lidah: lakukan goresan dari pangkal lidah ke arah ujung. Pakai sarung tangan atau alat pembersih lidah.
– Makanan lebih bertekstur. Kasih buah apel jangan dipotongin. Langsung gerogotin.
– Makan dengan sendok tidak dengan tangan.
– Mengisap dengan sedotan, meniup.
Latih otot lidah dengan menjulur ke atas, bawah, dan samping.
– Pake madu olesin tuh di idung, di dagu, pipi, suruh jilat sendiri.

Bucan-bucan sayang…
Stimulasi bukan hanya dengan berkomunikasi sama anak ya…
Tapi dilatih dan disiapkan juga organ bicaranya.
Olahraga lidah misalnya, gigit-gigit batang es, atau jilat-jilat es krim cone… nyam-nyam…

Usia 18-23 bulan
Lihat apakah:
– anak menikmati kegiatan dibacakan cerita,
– dapat mengikuti instruksi sederhana walau tanpa bahasa tubuh,
– menunjuk bagian-bagian tubuh yang sederhana,
– mengerti beberapa kata kerja,
– mengatakan 10-15 kata

Terapi penunjang: perkembangan bicara:
– mewarnai gambar, benda, mengecat (ekspresif)
– memberikan kesempatan anak menyatakan kebutuhannya
– melibatkan anak dalam percakapan
– mengajak anak menghitung, menyebutkan warna, binatang dengan kata sederhana dan bervokal (meong, citcit, gog gog, misalnya)
– menganalisis pengalaman anak
– rangsangan auditory: bunyi-bunyi, bunyi air, musik.

Pertanyaan 4: Devi Sabumi 1

Anak saya usia 5,5 tahun. Di usia segini baru lancar berbicara dan berkomunikasi dan itupun masih ada kalimat atau kata yang tidak beraturan. Selama ini saya tidak pernah lakukan terapi atau apapun karena ya itu say merasa setiap anak unik dan pastinya berbeda dan hanya kami orangtuanyalah yang bisa mengatasi apa yang menjadi kesulitan anak. Jadi, kami hanya mengandalkan pengetahuan yang kami dapat dari buku atau internet untuk menstimulus anak, juga dari kemampuan yang menonjol dari si anak kita coba optimalkan. Nah, dengan kondisi seperti itu apa yang kita lakukan sudah benar atau harus ada penanganan khusus?

Jawab:
Yang penting, lakukan pengecekan berkala apakah kemampuan bicara dan bahasanya sama atau di bawah anak seusianya.
Gap (jurangnya) ga boleh terlalu jauh.
Penanganan khusus dilakukan jika ada gap tadi.
Semua orangtua adalah terapis terbaik untuk anaknya.

Pertanyaan 5: Astri Sabumi 3.

Kalau anak umur 2-3 tahunan, trus diajak ngobrol kadang merhatiin kadang ngga, itu termasuk gangguan ga? Istilahnya “hare-hare”. Atau memang wajar seperti itu?

Jawab:
Analisa aja, kapan nih anak hare-hare, kapan ngga.
Coba dispesifikkan lagi.

Tanggapan:
Saya punya sepupu umur 3 tahun. kadang kalau diajak ngomong atau disuruh kayak ga ngedenger weh, jadi cuek anaknya. padahal namanya juga dipanggil beberapa kali. Bisa pengaruh dari gadget juga?

Jawab:
Ok, nuhun sudah lebih spesifik.
Kondisi seperti ini ga bisa langsung ditentukan apakah anak ini mengalami gangguan tumbang atau tidak.
Balik lagi tadi di awal,kondisi anak yang terlihat seperti gangguan bisa disebabkan karena bentukan lingkungan (salah satunya gadget), atau bawaan fisiologis si anak.
Kadang klo diajak ngomong atau disuruh kayak ga ngedenger weh, jadi cuek anaknya. Padahal namanya juga dipanggil beberapa kali.
–> bisa banyak kecurigaannya. Saya bahas yang fisiologis ya.

Apakah di semua situasi?
Apakah gangguan dengar?
Bagaimana perkembangan aspek perkembangan yang lain, normalkah? Ada kontakkah?
Puasa gadget-nya. Lihat ada pengaruh ga.
Trus liat juga apa di semua situasi kaya gitu?
Kalau ya, cek pendengaran ke THT.
Kalau THT normal, cek adakah gangguan tumbuh kembang.

Pertanyaan 6: Devi Sabumi 1

Ciri-ciri disleksia seperti apa?
Apa hanya menulis huruf atau angka yang kebalik-balik, atau ada ciri yang lain?

Jawab:
Disleksia dapat termanifestasi sebagai kesulitan berkomunikasi/berbahasa ekspresif-reseptif, membaca, menulis, mengeja, dan kadang dalam matematika.
Tingkat kecerdasan normal atau lebih dari rata-rata.
Ada 4 aspek:
1) Aspek mendengar, bicara, bahasa:
– sulit mengenal dan menguasai huruf
– sulit mengingat dan menyebutkan nama objek (jadi sering pake kata ganti, “itu” misalnya)
– sulit mengidentifikasi ritme kata atau lagu
– sulit membedakan suara-suara yang berbeda dalam kata
– sulit memahami konsep waktu
– sulit memahami konsep uang
– bingung dengan penggabungan kata
– sulit mengorganisasikan berbagai keterampilan motorik
2) aspek membaca dan mengeja
– salah dan sulit dalam mengeja
– sulit menyusun huruf (biru jadi ribu, misalnya)
– sulit memahami imbuhan
– kosa kata saat menulis jauh lebih sedikit daripada kosa kata verbal
3) Aspek menulis
– tulisan jelek bentuknya
– kecepatan menulis lambat
– tidak mengindahkan tanda baca
– kebalik-balik hurufnya
4) Aspek berhitung
– baca angka dari kanan

Pertanyaan 7: Astri Sabumi 3

Speech delay karena cara pemberian makanan yang salah itu konkritnya seperti apa, Teh?

Jawab:
Kongkritnya:
Anak ga dilatih mengunyah padahal sudah bukan usia makan bubur atau tim. Makanannya yang dikasih empuk semua bahkan halus.
Akhirnya otot organ makan (= organ bicara) ga terlatih.
Makan dikasihnya pake sendok kecil terus. Jadi ga biasa mangap gede.

Aku tambahin ya…
Ada yang namanya “gangguan oromotor sensori”.
Apa itu?
Ini ciri-cirinya:
1. Anak suka pilih-pilih makanan, dari mulai menolak, muntah/lepehin saat diberi makanan tertentu. Baik karena konsistensinya yang maunya hanya lembut/kasar, maunya hanya berkuah/tidak berkuah, maunya yang kriuk-kriuk atau yang keras saja.
2. Anak tidak mengunyah saat makan dan langsung ditelan.
3. Selalu mencium makanan yang baru dirasa.
4. Ketidakmampuan mengontrol air liur/ngeces.
5. Tidak mau mencoba makanan baru.
6. Jijik terhadap makanan berkuah.
7. Jijik bila bibirnya basah.
8. Risih jika lidahnya menyentuh gigi, dinding mulut, bahkan menjilat es krim.
9. Kekakuan otot bicara.

Kalau makanan sudah dipilih dan alat makan juga sudah dipilih tapi masih ada gangguan, terutama yang terakhir saya sampaikan di atas, please googling tentang pijat oromotor, dan lakukan.

Selesai.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s