Diskusi · Multitema

Yuk, Belajar Jadi Sahabat Bumi dari Bunda Dini! (Part 1)

1446336208210

Diskusi Selasa, 8 September 2015

Profil Narasumber:

DK. Wardhani atau biasa dipanggil Dini, adalah ibu dari sepasang anak kembar usia 7 tahun yang sudah mulai menjalani homeschooling beberapa bulan terakhir. Saat ini beliau adalah dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya. Beliau merupakan lulusan Arsitektur ITB dan pernah tinggal di Bandung selama 10 tahun. Beliau juga menulis beberapa buku anak dengan tema-tema lingkungan hidup dan perkotaan.

Materi Pembuka:

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Hari ini insyaAllah kita akan berbagi dengan tema “Yuk, Jadi Sahabat Bumi!”

Bumi semakin tua. Polusi udara, pencemaran air, dan banyaknya sampah, telah membuat bumi mengalami kerusakan dimana-mana. Apakah kita bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya?

Bumi adalah karunia Allah yang luar biasa. Allah telah menghamparkan bumi sebagai tempat tinggal manusia (Al Hijr : 19-20)

(19). وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

(20). وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ

Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.

*

Menjaga bumi adalah kewajiban seorang Muslim. Allah tidak menyukai perilaku berbuat kerusakan, boros juga kezholiman.

Rasulullah SAW bersabda, “… Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya makhluk yang ada di langit akan menyayangi kalian..” (HR At Tirmidzi, no. 1847, menurut beliau hadits ini hasan shahih).

Al-Qashash (28): 77

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagian dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Surat Ar-Rum ayat 41-42 :

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

*

Mungkin beberapa hadist berikut tidak terlalu friendly di telinga kita, padahal Rasulullah adalah seorang yang telah mencontohkan untuk selalu menjaga, memelihara, dan menyayangi lingkungan. Apakah kita tidak ingin mencontoh sunnah beliau?

Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. [HR. Al-Bukhoriy]

إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ

“Jika hari kiamat telah tegak, sedang di tangan seorang diantara kalian terdapat bibit pohon korma; jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah”. [HR. Ahmad]

Dari Anas -radhiyallahu anhu- berkata,”Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بِعْدِ مَوْتِهِ ، وَهُوَ فِيْ قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ كَرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوْ غَرَسَ نَخْلاً ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

“Ada tujuh hal yang akan mengalir pahalanya bagi seorang hamba setelah ia meninggal, sedang ia telah berada di dalam kuburnya: Orang yang mengajarkan ilmu, orang yang menggali (mengalirkan) sungai, orang yang menggali sumur, orang yang menanam pohon kurma, orang yang membangun masjid, orang yang mewariskan (mewakafkan) mush-haf (Al-Qur’an), dan orang yang meninggalkan anak yang akan memohonkan ampunan baginya setelah matinya”. [HR. Al-Bazzar dalam Musnad-nya (no. 7289) dan Ad-Dailamiy dalam Musnad Al-Firdaws (no. 3492). Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- dalam Shohih Al-Jami’ (3602)]

Menurut Imam Al-Suyuti (911 H), bila semua hadits mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:

1 Ilmu yang bermanfaat
2 Doa anak yang shaleh
3 Sedekah jariyah (wakaf)
4 Menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan
5 Mewakafkan buku, Kitab atau Al-Qur’an
6 Berjuang dan membela Tanah Air
7 Membuat sumur
8 Membuat irigasi
9 Membangun tempat penginapan bagi para musafir
10 Membangun tempat ibadah dan belajar.

Ke sepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut.

*

Menjaga bumi adalah tanggung jawab kita semua. Semakin dini mengenalkannya kepada anak-anak, semakin mudah untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi?

1 Pertama-tama kita harus memahami bahwa Bumi adalah karunia Allah dan kita patut bersyukur. Salah satu caranya dengan tidak berbuat kerusakan, ikut andil dalam menjaganya.

2 Apapun yang kita lakukan di muka bumi ini akan dicatat dan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak, termasuk juga perilaku kita (sekecil apapun itu misalkan membuang bungkus permen).

3 Ubah perilaku kita dan keluarga dalam mengkonsumsi sumber daya yang ada. Allah menyukai orang-orang yang tidak berlebih-lebihan (secukupnya). hal ini disebut reduce.

4 Pilah sampah berdasarkan jenisnya agar mudah kita kelola dan olah kembali.

5 Gantilah bahan-bahan yang bisa mencemari lingkungan dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Misalkan ganti sabun cuci piring yang berbahan deterjen menjadi sabun cuci alami. Ganti sabun cuci baju dengan biowash (misalkan) dll. Hal ini disebut replace.

6 Daur ulang apapun yang bisa kita gunakan kembali. Misalkan botol bekas menjadi wadah tanaman hias, kardus menjadi mainan anak dsb.

7 Ubah rumah kita menjadi rumah yang lebih ramah lingkungan, dengan cara cara sederhana misalkan memiliki takakura utk composting, memiliki tampungan air hujan utk mengurangi konsumsi air pdam, memiliki biopori utk resapan air.

8 Beri contoh pada anak-anak, ajak mereka ikut andil dalam upaya yang kita lakukan, memilah sampah, mengingatkan untuk selalu membawa tas belanja, mengganti plastik/bahan-bahan sekali pakai dengan yang lebih awet, membuat kompos, menanam, menabung sampah dsb. Anak adalah peniru yang baik. Pastikan kita menjadi tauladan yang tepat.

Menjaga bumi sebenarnya adalah menegakkan amanah Allah dan menjalankan sunnah. Keberlanjutan hidup kita di muka bumi ini harus kita upayakan senatural mungkin. Sustainability can start from home. Selain mengubah perilaku kita sehari-hari kita juga bisa melakukan perubahan dalam tools yang ada dalam rumah kita. Saya akan share beberapa foto agar ibu-ibu mendapatkan bayangan tentang apa yang bisa kita lakukan. Saya sendiri belum sempurna, semoga kita dimudahkan Allah untuk melakukan upaya ini lillahita’ala.

Contoh mudah berhemat adalah mengikuti sunnah berwudhu dengan 1 mud saja
Contoh mudah berhemat adalah mengikuti sunnah berwudhu dengan 1 mud saja

 

Menampung hujan untuk cadangan air bersih
Menampung hujan untuk cadangan air bersih

 

Menabung di bank sampah
Menabung di bank sampah

 

IMG-20150908-WA0033
Memakai sabun klerak untuk keperluan sabun pengganti deterjen

 

Berkebun sayur mayur untuk sehari hari
Berkebun sayur mayur untuk sehari hari

 

Memakai takakura untuk komposting sampah dapur
Memakai takakura untuk komposting sampah dapur

 

Membuat biopori di rumah untuk resapan air
Membuat biopori di rumah untuk resapan air

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan Teh Ase Sabumi 1:

Sebenarnya suami pernah protes soal pemakaian deterjen pada baju dan pemakaian sabun serta odol. Tapi dasar ibu-ibu gimana lagi dong pengennya yang murah, awet dan cepet jadi beli produk yang ada di pasaran.

Suami pernah tantang untuk buat sendiri deterjen baju yang alami. Saya belum tau ilmunya. Adakah cara ato resep buat deterjen baju sendiri? Dan kalo bisa, dimana saya bisa mendapatkan bahan2nya? karena biasanya kalau buat sendiri kan bisa banyak jadi awet dan murah (sesuai prinsip ibu2. hee)

Jawab:

Baik, salah satu pengganti deterjen yang saya pakai adalah sabun cair dari klerak atau lerak. Yang biasanya dipakai untuk mencuci batik.

Ternyata sabun klerak bisa disimpan lho! Caranya?

  1. Rendam =/- 15 biji klerak dalam air selama semalaman hingga lunak, lalu cincang atau potong-potong buah lerak
  2. Siapkan 6 cup air, masukkan potongan klerak sambil sedikit dipencet/remas hingga keluar getahnya yang berwarna coklat tua yang merupakan biang sabun klerak.
  3. Rebus klerak dengan api kecil selama 30-45 menit sambil diaduk.
  4. Matikan api, tunggu dingin beri perasan jeruk nipis. Kadang saya tambahkan garam krosok.
  5. Simpan (dalam gelas kaca sih sebaiknya).
  6. Masukkan kulkas, jika hendak dipakai beri sedikit air panas.
  7. Bisa disimpan 7hari-an

*Sabun klerak saya gunakan untuk cuci piring, ngepel, nguras aquarium.
*Sabun klerak baru saja saya gunakan membersihkan porselen dapur. Masukkan semprotan, semprot ke porselen lalu lap. Cling deh
*Sabun klerak juga saya pakai untuk nyemprot hama (pestisida alami)

Dimana mencari klerak?
Di pasar tradisional biasanya ada atau di toko batik.

Saya tambahkan untuk kamar mandi bisa memakai baking soda juga. Digosokkan ke lantai asal airnya hangat. Baking soda bisa juga untuk kerak panci. Baju bisa dicuci dengan garam krasak atau garam pramuka. Mandi bisa berbusa tapi bersih dan meluruhkan minyak. Jeruk dibelah lalu digosokkan ke kulit. Memang ngga berbusa tapi bersih dan meluruhkan minyak. Keramas bisa dengan sampo klerak. InsyaAllah minim limbah

Kalau pakai mesin cuci yg bertabung stainless jangan pakai garam krasak nanti berkarat. Garam krasak kalau mencuci dengan tangan, menggosok krah dll. Kalau mesin cuci saya menggunakan biowash

*

Pertanyaan Teh Rani Sabumi 3:

Saya ini dibilang kolektor sampah sama suami soalnya hobby pisan ngumpulin sampah dirumah, mulai dari kotak susu anak-anak, plastik bekas diapers, botol-botol.. pokoknya segala rupa.. tapi masalahnya suami saya ga suka liat tumpukan sampah begitu alesannya karena rumah kami sempit (ilustrasinya ruang tamu kami sengaja ga ada meja kursi biar anak2 bisa main dgn leluasa di dlm rumah), padahal udah sering saya sembunyiin terus saya rapihin tapi kalo ketahuan langsung dibuang hari itu juga. Saya udah kasih penjelasan kalo sampahnya dikirim ke bank sampah tapi sayangnya bank sampah ditempat saya paling bisa ngumpulin 2 minggu sekali bahkan sebulan sekali.. kalo saya buang ke tukang sampah biasa, kan percuma sudah dipilah jg tetep aja digabungin jadi satu sampahnya.. gimana yah solusi buat hal ini? -terima kasih-

Jawab:

Memang milah sampah terkadang perjuangan yah. Saya sendiri mengalaminya. Saya approach tukang sampah untuk menerima sampah yang sudah saya pilah. Kalau dipilah rapi biasanya pak sampah mau, dia mbawa karung goni yang isinya sampah yang sudah terpilah

Atau bisa menginisiasi bank sampah di RT atau RW setempat

*

Pertanyaan Teh Widi Sabumi 1:

Saya lagi nyoba pake clodi (cloth diaper). Tapi agak ribet pas nyuci pup yang nempel di clodi baik insert dan outernya. Lagi nyoba jg ecowash (mencuci tanpa deterjen) tapi masih ada berasa minyak telon dibaju.

Mohon share dong cara yang baik dan benarnya seperti apa

Jawab:

Jaman anak saya kecil belum ada clodi tapi begini pengalaman saya utk noda seperti bekas pup dan menstruasi bisa menggunakan sabun mandi justru. Digosokkan ke noda sedikit. InsyaAllah hilang tapi harus segera jangan nunggu.

*

Pertanyaan Teh Mira Sabumi 3:

Mba mau minta rekomendasi kegiatan/project yang menyenangkan untuk anak usia 2tahun dlm rangka jd agen sahabat bumi, selain mengajarkan buang sampah pd tempatnya (krn rata2 sudah bisa dan terbiasa).

Oia mba anak sy sudah mulai suka coret2 gambar (21bln), sepertinya ingin mengekspresikan gambar apa tapi hanya bisa bikin circle atau coret2 garis akhirnya dia suka ngambek.hee gmn y mba mungkin ada pengalaman dulu mba dian sama teh Keni nya ?

Jawab:

Baik, ada beberapa aktivitas untuk menjadi sahabat bumi bagi balita.

  1. Bisa mengenali jenis bahan-bahan benda sebagai awalan untuk memilah sampah. Misalkan tahu jenis plastik bening, plastik warna, kertas, aluminium foil dll. Karena di bank sampah biasanya bisa menerima sampai 80 jenis sampah. Nah anak2 bisa kita kenalkan pada klasifikasi ini
  2. Bikin compost art

Tanya:

Mencacah kompos itu gimana?

Jawab:

Keranjang Takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang ditemukan Pusdakota bersama Pemerintah Kota Surabaya, Kitakyusu International Techno-cooperative Association, dan Pemerintahan Kitakyusu Jepang pada tahun 2005. Keranjang ini dirakit dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos. (http://keranjangtakakura.blogspot.com/)

Yang menyenangkan dari Takakura kreasi Omah Hijau ini adalah :

  1. Karena starter mikroorganisme sudah disiapkan Mb Kristien, saya tinggal mengoperasikannya saja.
  2. Takakura kreasi omah hijau tidak menggunakan penutup bantalan sekam dan kain, sehingga tidak ribet. Kain hitam hanya diperlukan jika takakura ditempatkan di tempat yang banyak terkena sinar matahari.
  3. Takakura kreasi omah hijau bisa dipesan tanpa keranjang (hanya berupa starter dan dus) untuk yang lokasinya jauh jadi bisa dikirim via kurir.
  4. Kalau ada yang kurang jelas mb Kristien siap menjelaskan dengan sabar
  5. Karena kompos yang dihasikan kompos kering, maka dapur tetap bersih tidak jorok, bahkan baunya segar.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menempatkan Takakura:

  1. Taruh di tempat kering dan terhindar dari sinar matahari langsung, kalau perlu di dalam dapur.
  2. Jangan sampai kena hujan. Ini yang membuat Takakura pertama saya gagal, karena saya tempatkan di teras dan terkena tampias hujan.
  3. Tutup keranjang rapat-rapat agar serangga dan lalat tidak masuk. Keranjang tidak usah diisi langsung penuh, masukkan sampah organik seadanya. Lakukan secara rutin setiap hari sampai keranjang penuh. Sampah yang baru dimasukkan akan difermentasi dalam 1-2 hari.
  4. Semakin rajin mencacah dalam ukuran kecil, hasil kompos semakin OK.

Ternyata kompos yang bakal jadi itu punya ciri :

  1. Tidak bau, justru baunya segar (bau sayur atau buah).
  2. Medianya hangat kalau dipegang,
  3. Terlihat serat-serat putih,
  4. Tidak basah tapi lembab (kalau kelihatan agak kering segera masukkan buah-buahan matang).

Cara panen kompos:

  1. Apabila keranjang sudah penuh, kira-kira 90% sudah terisi, ambil duapertiganya.
  2. Butuh waktu sekitar 30 harian kompos sudah siap untuk dipergunakan.
  3. Jika akan panen, biarkan Takakura puasa dulu 3-4 hari jangan diisi.
  4. Angin-anginkan hasil panen untuk mematikan mikroorganisme pengurai. Tidak perlu dijemur .
  5. Kompos yang dihasilkan kering tidak terdapat cairan.
  6. Kompos takakura sudah terbentuk sempurna apabila teksturnya sudah seperti tanah, warna coklat kehitaman, tidak berbau.

Supaya jadi kompos harus diingat JANGAN memasukkan sampah organik dalam keadaan basah, keringkan kecuali buah2an berair.

Ini sampah organik yang bisa dimasukkan dalam keranjang takakura (info dari Mb Kristien):

  1. Daun kering atau bunga yg sudah layu
  2. Sisa sayuran kering dan kulit buah. Kulit nangka dan durian akan mengharumkan kompos lho…cepat juga terurainya
  3. Sisa sayuran basah (masakan matang). Kalau ada kuahnya, ditiriskan dulu yaaa.
  4. Sisa nasi, tapi jangan sampai nasi yang basi yaaa.
  5. Sisa lauk, tempe goreng, oseng2, telor balado, dan sejenisnya. Bisa kok dimasukkan langsung dalam keranjang takakura.
  6. Jajan pasar yang sudah tidak termakan, apapun jenisnya, boleh dimasukkan.
  7. Cangkang telor.
  8. Daging ikan, ayam, sapi, tapi dengan irisan yang kecil ya. Tulang berukuran kecil juga boleh dimasukkan ke takakura.

Banyak kan yang bisa kita olah menjadi kompos. Dan pastinya tempat sampah kita pun jadi lebih bersih. Cara kerja kompos ini amat menakjubkan, MasyaAllah! Sebulan diisi tidak penuh juga lho. Artinya si mikroorganisme yang ada didalamnya lahap sekali ya? Dan saya takjub dengan perubahan dari apapun yang terbuang dan tidak berguna di dapur berubah menjadi sesuatu yang hitam, berbutir-butir, dengan tekstur mirip tanah (seperti di foto).

Buat saya pribadi, ini solusi yang saya cari. Semoga teman-teman yang lain juga mulai memikirkan untuk bertanggungjawab terhadap sampah basah/sampah dapur yang kita produksi setiap haril. Tempat Pembuangan Akhir Sampah kita kapasitasnya terbatas, dan kita juga jijik kan melihat timbunan sampahnya?

Alhamdulillah saya akan panen ke 4 kali, sekarang lagi mencoba menanam sayur-mayur organik sendiri

We do something, because we care. Sustainability start from home!

Ibu2 mohon maaf mungkin kalau dipaparkan semua sekaligus akan lieur yah. Monggo bisa ke blog saya atau ke FB saya. InsyaAllah saya share sedikit apa yang bisa kita lakukan.

Blog : http://www.capungmungil.blogspot.com
Website : http://www.capungmungil.weebly.com
FB : ‘dini’ dian kusuma wardhani
IG : dkwardhani

Kalo untuk sisa sayur basah, ditiriskan terlebih dahulu. Selain takakura saya memakai biopori. Sampah yg ga masuk takakura saya masukkan biopori. Takakura biasanya ga bisa lembab2. Tapi insyaAllah efektif.

*

Pertanyaan Teh Nanda Sabumi 2:

Mau tanya kalo buang bekas minyak goreng itu sebaiknya bagaimana?

Jawab:

Mbak nanda itu pe er saya juga euy. Saya masih nyari caranya. Saya belum efektif mengolahnya. InsyaAllah saya japri via Liza (admin Sabumi 1) ya kalau sudah berhasil

O ia ibu2 jika punya susu basi atau air beras bisa utk pupuk ya. Diamkan semalam bisa utk menyiram sayur.

Tanggapan:

Pernah ada yang kasih saran, kalo limbah minyak goreng sebaiknya dikumpulkan dulu di dalam botol bekas. mungkin belum sampai pengolahan, tapi paling tidak, ga tercecer atau masuk saluran air pembuangan

Jawab:
Sementara saya juga begitu mbak astri tapi kuatir dipungut orang ya

Btw.. kalau anak2 murojaah coba murojaah dekat sayuran. Sayuran seneng lho disapa. Dan diajak ngobrol

*
Pertanyaan Teh Eva:

Assalamu’alaikum. Punteen.. butuh pencerahan dari mba dini.. di rumah saya (karawang), dari dapur ada pintu menuju lahan kosong di belakang rumah.Ukuran lahannya skitar 2,5 x 1,5 meter. Sedikit lahannya saya pakai untuk simpan mesin cuci dan ada kran juga. Saya masih bingung.. kira2 bgmn memanfaatkan lahan kosong tsb? Di sini agak susah air, udaranya panas dan kering. Ada rencana juga mau dikasih batu2an, apakah bermanfaat? (Maaf panjang.. hehehehe) trimakasih sudah membantu..

Jawab:

Dibuat nampung air aja teh eva. Bisa browsing rain harvesting, bisa juga untuk biopori

*

Pertanyaan Teh Ayu Sabumi 1:

Bgmn tips mb dini dalam menghadapi kekeringan ini? Ada tips buat menghemat air? Atau buat sumur resapan?

Sebenarnya cadangan air yg qt punya apakah masih cukup, meski hujan tak kunjung datang?

Sy dulu taunya di SD aja, kl siklus air dari laut, menguap jd awan, turun jd hujan,,, ketika g ada hujan apakah qt msh punya cadangan air? Hingga brp lama?

Jawab:

Teh Ayu… honestly muka air tanah secara umum menurun setiap tahunnya. Kalau kita mau riset sedikit atau mau mencoba menggali fakta sebenarnya kondisi kita ini lumayan gawat kalau diterusin. Ya Alhamdulillah Allah masih memberi kita kesempatan. Tapi bisa jadi anak cucu kita tidak menikmati kenyamanan yang bisa kita rasakan sekarang.

Sudah saatnya berubah. Ngga hanya mikirin saat ini saja. Toh ga ada apa apa. Toh saya fine fine saja tuh. Saatnya keluar dari zona nyaman. Kita sudah mulai merasa sedikit kepanasan, kemarau agak panjang, hujan tak tentu sekali hujan buesaaaar banget. Ini mah sudah tanda tanda. Yuk dicermati pakai akal dan hati. Harus jadi bagian dari solusi, jangan hanya bisa menyalahkan kondisi.

Alhamdulillah ya Bandung banyak berbenah, makin berbenah eee makin macet karena banyak yang demen ke Bandung. *kidding.

Siklus air memang sunatullah sama Allah dibuat sistem yang canggih. Itulah kenapa hujan adalah rahmat. Tapi siklus ini juga didesain Allah bisa berubah jika salah satu part nya dirusak manusia. Upaya kita menjaga bumi sejatinya upaya menyelamatkan diri kita sendiri. Kita yang butuh. Yuk kita banyak2 menabung air. Banyak caranya. Ada sumur resapan ada biopori ada rain harvesting.

Intinya menabung air itu sebanyak2 meresapkan air tanah. Contohnya selokan dilubangi sekalian jadikan biopori.

InsyaAllah sekecil apapun upaya kita asalkan ikhlas dan karena Allah akan dicatat sebagai amal sholeh. Apalagi kalau bisa menginspirasi tetangga dan teman serta kerabat. Dan mereka mencontohnya kita juga akan mendapatkan pahalanya.

***

O ia, tadi saya mau menyelipkan sedikit ttg HS

Anak2 kita belajar lifeskill dari orang tuanya. Jadi kalau misalkan kita bikin bikin sesuatu mereka otomatis belajar. Bahkan mereka bisa belajar sangat banyak daripada yang kita bayangkan. Rumah bisa jadi laboratorium hidup. Misal belajar kompos, eh kenapa kok bisa membusuk terurai dst. Belajar manen hujan sekaligus belajar siklus air dan daur hidrologi. Ajak anak2 ke TPS atau TPA, Anak2 akan belajar tentang timbunan sampah dan dampak konsumsi kita. Anak2 jauh lebih care lho dari pada kita soal sampah.

Jadi aktivitas menjadi sahabat bumi bisa merupakan sarana pembelajaran yang holistik buat anak2. InsyaAllah

http://www.greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_mengatasi_limbah_minyak_goreng_bekas

 

****

HSMN:

FB: HSMuslimNusantara Pusat
FP: facebook.com/hsmuslimnusantara
Instagram: @hsmuslimnusantara
Twitter: @hs_muslim_n
Web: hsmuslimnusantara.org

Sabumi (HSMN Bandung)

FB: https://www.facebook.com/groups/HSMuslimBandung/

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s