Diskusi · Liqo Online · Parenting

Liqo Online: Pola Asuh Ummahat dalam Membentuk Karakter Pejuang Palestina

1446452451260

Resume diskusi SABUMI (HSMN BANDUNG)

Tema: Pola Asuh Ummahat dalam Membentuk Karakter Pejuang Palestina
Hari/Tanggal: Kamis, 01 Oktober 2015
Jam : 20.00-22.00
Narasumber:
¤ Nama: H. Andri Lupias satedy, Lc, MA

¤ Lulusan:
S1 (International University of Africa-Sudan)
S2 (Omdurman Islamic University Sudan)

¤ Aktivitas:
1. Dosen STAI SABILI
2. Ketua NDF (Forum Dai untuk Palestina)
3. Direktur travel umroh PT. Naratas Haq
4. Ketua Korps Mubaligh KNRP Jabar

Moderator: Amy Pradja
Notulen : Nurhelmi


 

Kita boleh bahagia karena bendera Palestina sudah berkibar di PBB, tapi jangan lupa dari kemarin Masjidil Aqshanya sudah direbut Yahudi.
Oleh karena itu, kita akan mendiskusikan tentang perjuangan ummahat Palestina dalam mempersiapkan generasi pejuang.

Point pertama yang harus kita pahami adalah:
Bagaimana mereka memahami urgensi membina anak dalam Islam.

1. Amalan paling utama
Rasulullah bersabda: “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orangtua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR. Al-Hakim: 7679).

Mengenai tanggung jawab pendidikan anak terdapat perkataan yang berharga dari imam Abu al-Hamid al-Ghazali rahimahullah. Beliau berkata,
♡ “Perlu diketahui bahwa metode untuk melatih/mendidik anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari urusan yang lainnya.
Anak merupakan amanat di tangan kedua orangtuanya dan qalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga dan murni yang belum dibentuk dan diukir. Dia menerima apapun yang diukirkan padanya dan menyerap apa pun yang ditanamkan padanya.
Jika dia dibiasakan dan dididik untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat.
♡ Dan setiap orang yang mendidiknya, baik itu orangtua maupun para pendidiknya yang lain akan turut memperoleh pahala sebagaimana sang anak memperoleh pahala atas amalan kebaikan yang dilakukannya.
¤ Sebaliknya, jika dibiasakan dengan keburukan serta ditelantarkan seperti hewan ternak, niscaya dia akan menjadi orang yang celaka dan binasa serta dosa yang diperbuatnya turut ditanggung oleh orang-orang yang berkewajiban mendidiknya.”
(Ihya Ulum al-Din 3/72).

2. Orangtua Shalih, Anak pun Shalih

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)

“Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan: 74).
Itulah yg menjadi dasar pemahaman para ummahat Palestina sehingga mereka mentarbiyah anak-anaknya menjadi para huffaadz Al-Quran.
Bayangkan dalam setahun di jalur Gaza bisa mencetak 50.000 hafidz Al-Quran.
Itu merupakan investasi ummahat untuk pembebasan Palestina.


 

Tanya-Jawab:

(1). Apakah soal kebaikan dan keimanan seorang anak ini, murni ‘urusan’ ibu?
Sementara, ibu pun kadang dibuat ‘tidak nyaman’ oleh pasangannya, dan berujung pada kemalasan mendidik anak.
Tips dan jawabannya Tadz, hatur nuhun.

Jawaban:

1. Ibu yg berperan besar dalam pendidikan anak, karena ia adalah madrasah pertama bagi anak.
2. Ibu terus berada bersama anak ketika anak menangis ataupun tertawa.
3. Pahala yang Allah siapkan bagi seorang ibu sangat luar biasa ketika bersabar dalam mendidik anak dan melayani suami meskipun kadang dibuat tidak nyaman oleh pasangannya. Sehingga dikatakan bahwa “surga berada di bawah telapak kaki ibu”.

Tips untuk ibu supaya selalu semangat dalam mendidik anak:

1. Menjaga keikhlasan dalam mendidik anak, karena keikhlasanlah yang membuat yang berat menjadi ringan, menjadikan yang jauh menjadi terasa dekat, dan menjadikan kesusahan menjadi penguat perjuangan.
2. Ketahuilah bahwa anak adalah investasi abadi kita yang meneruskan cita-cita dan perjuangan kita dan ia menjadi investasi akhirat kita yang bisa mengangkat kita ke surga tertinggi. Allah swt. berfirman:
“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka.” (QS. At-Thur: 21).

Betul suami adalah yang paling berperan, karena:

1. Suami sebagai Qowwam dalam memimpin yang bertanggung jawab penuh terhadap perjalanan keluarga, bukan anak saja tapi kepada istri juga.
2. Anak yang dekat dengan ayahnya biasanya akan memiliki mental yang kuat dan biasanya menjadikan ayah sebagai idola.
3. Tapi tetap seorang ibu lebih banyak waktunya untuk bersama anak, mulai dari kandungan, menyusui, hingga mengasuh anak ketika suami kerja atau di luar rumah sehingga ibu dikatakan madrasah pertama dalam pendidikan anak.

KONSEP ISLAM tentang ikatan suami-istri
Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka,” (QS. Al-Baqoroh: 187).

¤ Menutup aurat adalah fungsi pakaian, begitu juga sepasang suami-istri harus menjaga aib masing-masing, tidak mengumbarnya, namun harus saling menutupi dan melengkapi kekurangan-kekurangan sesama pasangan.

¤ Pakaian ada untuk melindungi dari dingin dan panas, selalu menemani pemiliknya dimana pun berada. Begitupun dengan pasangan hidup harus saling melindungi dari bahaya, bersama menyelesaikan permasalahan hidup, selalu hadir menemani saat suka maupun duka, menimbulkan rasa harmonis, dan aman dalam rumah tangga, bukan sebaliknya.

Saling membantu dan melengkapi dalam menjalankan bahtera rumah tangga, yang di dalamnya di antaranya peran mendidik anak.

(2). Apa yang pertama kali harus ditanamkan dalam membentuk mentalitas yang kuat pada jiwa anak? Seperti anak-anak di Palestina.

Jawaban:

Tipsnya dengan menumbuhkan sikap:

1. Anak percaya diri.
2. Anak berani melakukan sesuatu.
3. Diapresiasi ketika berhasil.
4. Dipahamkan tentang pahala dalam melaksanakan kebaikan sehingga anak-anak di Palestina tidak pernah merasa takut dengan segala bentuk senjata Israel.

(3). Ustadz, bagaimana para ummahat tersebut merancang tarbiyah pendidikan untuk anak-anaknya termasuk pola asuh kesehariannya hingga dapat membentuk karakter mental baja? Sampai tentara Israel pun yang terkenal paling canggih di dunia, dibuat ketar-ketir oleh anak-anak kecil Palestina yang hanya bersenjatakan batu dan ketapel?

Jawaban:

sepanjang yang saya tahu dari penjelasan syeikh

1. Ketika ibu sedang hamil:
– memperbanyak tilawah
– berdoa supaya anak menjadi pejuang
– Nadzar kepada Allah bahwa anak yg dikandungnya diwakafkan untuk pembebasan Al-Aqsha, sebagaimana Siti Maryam ketika sedang dikandung, lalu diwakafkan oleh orangtuanya.

2. Ketika balita
– Memperbanyak tilawah di hadapan anak sehingga mempermudah anak menjadi hafidz
– Menumbuhkan kepercayaan dirinya
– Dilatih keberanian melakukan sesuatu

3. Ketika usia 7-15 tahun
– Dilatih shalat berjamaah di masjid
– Dilatih shalat Shubuh d masjid
– Diikutkan dalam pesantren kilat musim panas untuk menghafal Al-Quran
– Menumbuhkan jiwa patriotnya
– Menumbuhkan cita cita menjadi shalahuddin

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
Blog: sabumibdg.wordpress.com
Part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s