Diskusi · Parenting

Diskusi Asik Islamic Parenting Bersama Abah Lilik

⁠⁠⁠1446340765781

Bismillaahirrohmaanirrohiim

🌺:)🌺:)🌺:)🌺:)🌺:)🌺

Resume diskusi SABUMI (HSMN BANDUNG)

Tema : Islamic Parenting (part 2)

Hari/tanggal: 19 Oktober 2015
Jam : 20.00-22.00 WIB

Narasumber: Fadli Riza
Dikenal dengan Abah Lilik, ayah 4 anak, konselor dan parenting coach dari Jejak Jiwa Jogjakarta

Moderator: Nina (Sabumi 2)
Notulen : Miftahul Hidayah (Sabumi 1)

〰〰〰 MATERI 〰〰〰
Islam adalah agama yang paripurna, sempurna, terbaik, meliputi seluruh aspek kehidupan, baik itu aspek i’tiqadiyah (keyakinan), ‘ubudiyah (ibadah ritual) maupun mu’amalah (hubungan antara manusia).

Parenting atau pengasuhan ayah bunda dalam Islam memegang peranan yang sangat penting, dimana syeikh Ibnul Qayyim Al Jauziah mengatakan bahwa kita akan dihisab terlebih dahulu sebagai orangtua daripada sebagai anak, di yaumil akhir nanti.

Kita mendidik anak agar menjadi anak yang sholih, bertauhid, bersyukur, berilmu, dan bertanggung jawab. Agar seimbang segala potensi yang ada.

Ketika kita yakin Islam meliputi seluruh aspek kehidupan tentunya masalah parenting mulai dari nilai, hingga cara pun sudah diatur seluruhnya, mulai dari kompetensi yang harus dicapai hingga tahapan-tahapan perkembangan anak juga sudah diatur di sana.

Alangkah baiknya kita tadabbur Qur’an surah 16:78; 17:36,37,38; 7:189; 51:56; 2:30; 22:41

Islamic parenting bermula dari beberapa ayat dalam Al-Quran yang menginspirasi kita untuk mengevaluasi pola asuh pada ananda. Seperti ayat: “Qu anfusakum wa ahlikum naar”, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka.

Dan tokoh parenting sepanjang masa, yang Allah perintahkan Rasulullah saw untuk meneladaninya, yakni Luqman al-Hakim.

Poin-poin dalam Islamic parenting antara lain:
1. Memahamkan kembali makna (bahwa) hidup adalah ibadah.
2. Memahamkan kembali pada ayah bunda tugas dan kedudukan dalam penciptaan manusia.
3. Memahamkan pada ayah bunda bagaimana fitrah penciptaan manusia.
4. Memahamkan ayah bunda tentang tahapan-tahapan perkembangan anak, baik secara psikologi peradaban Islam maupun psikologi Barat.
5. Memahamkan makna dari Luqman yang diberi ‘Al-Hikmah’ dalam surah Luqman.

〰〰〰 TANYA JAWAB 〰〰〰

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Pertanyaan 1: Teh Henny, Sabumi 3
Mengacu pada poin 4, Apakah sikap saya yang tidak berkenan mempelajari tahapan perkembangan dari psikologi barat, tidak baik? Karena ada penyesuaian tahapan modern di sana… atau kembali lagi pada prinsip thalabul ilmi? Semua ilmu adalah manfaat.

Saya berbeda rujukan soal teori perkembangan dengan pasangan, apakah akibatnya?
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Jawaban Abah Lilik untuk pertanyaan 1:

Psikologi Barat banyak dipengaruhi oleh filsafat dan sebagian lagi adalah hasil penelitian/percobaan empiris yang bisa diambil kemanfaatannya sebagian. Tapi tidak keseluruhan. Apalagi ilmu psikologi Barat tidak didasari ketuhanan, lebih karena faktor kecenderungan.

Namun, sebagian ilmu psikologi juga diambil dari ilmuwan-ilmuwan Islam dalam peradaban kejayaan Islam. Tetap saja menjadikan Qur’an dan sunnah yang utama.

Salah satunya adalah tahapan perkembangan anak dalam Islam yang disadur oleh Prof. Zakiyah Darajat dari kitab-kitab klasik, yang mengajarkan bahwa dalam peradaban Islam tidak ada istilah remaja. Dalam pendidikan Islam 15 tahun sudah harus  dewasa.

Tahapan perkembangan yang disadur oleh Prof. Zakiyah Darajat adalah:
🍀0-2 tahun: masa bayi
🍀3-6 tahun: masa thufulah
🍀7-9 tahun: masa tamyiz
🍀10-15 tahun: masa amrad
🍀15 tahun ke atas: masa taklif

🍀Masa bayi (0-2 tahun) adalah masa sensorimotor. Hati-hati berkata keras dan bertindak kasar, masih ingat kisah Ummu Fadhl yang anaknya mengencingi jubah Rasulullah saw. Beliau berkata, “Jubahku ini bisa aku bersihkan tapi hati anakmu yang sudah kau renggut dengan kasar, sulit.”

🍀Masa thufulah, (3-6 tahun). Masa kanak kanak, masa bermain sambil belajar. Jika ingin dekat dengan ananda, ayahanda harus berusaha ekspresif. keterlibatan secara penuh ayah bunda wajib dilakukan, agar tercipta keterhubungan (connected) dengan anak.

🍀Masa tamyiz, (7-9 tahun). Pisahkan tempat tidurnya, anak-anak sudah tertarik lawan jenis. Ajarkan dan didiklah sholat di usia ini. Di usia 7-9 tahun, rasa ingin tahu anak sangat tinggi, ayah bunda harus berusaha pintar ya.

🍀Masa amrad (10-14 tahun). Sudah siap dipesantrenkan, siap jadi murid,  siap disiplin kelas tinggi,  hingga jika tidak sholat harus dihukum.

🍀15 tahun ke atas masa taklif, jadikan mereka sahabat.

Jika mengasuh anak dengan ilmu psikologi barat saja, efeknya kita jadi sombong.  Seolah-olah ilmu psikologi Barat saja sudah cukup. Padahal visi misi Islam, tugas kehidupan, dan prinsip Islam jadi terlewatkan.

Padahal yang paling tahu tentang manusia adalah Sang Pencipta. Kembali pada Allah segala urusan (kembali tawakal, kembali pada syariat Allah).

Surah Al-Hajj, Verse 41:
الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”

Surah Al-Isra, Verse 36:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

Surah Al-Isra, Verse 37:
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”

Jika orangtua tidak sepakat dalam mengasuh anak, anak akan kehilangan role model. Tidak ada konsistensi. Paling parah disorientasi dan pragmatisme sosial (sosial autism). Anak-anak gagal menghubungkan aplikasi kehidupan dengan prinsip dan nilai hidup.
(Ada kemungkinan) ia belajar menjadi sekuler.

(untuk membuat kesepakatan dengan pasangan) Kuncinya adalah berdasarkan ilmu. Ilmu qabla (sebelum) amal.  Karena jika tanpa ilmu seperti ini….
Surah Al-Isra, Verse 38:
كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِندَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا

“Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu.”

Coba baca Q.S. Al-Israa ayat 36,37, dan 38. Jangan ikuti tanpa ilmu, jangan sombong, karena keduanya kejahatan yang dibenci Allah.

Harusnya kita (termasuk abah) istighfar yang banyak, dan rendah hati untuk belajar. Mengapa? Karena kita pernah melakukan kejahatan ini. Menikah dulu baru memahami ilmu menikah, punya anak dulu baru mencari ilmu tentang pendidikan anak.
🌺:)🌺

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Pertanyaan 2: Teh Deviana (Sabumi 3)

Kenapa umur 15 tahun harus sudah dewasa? Apa mengikuti periode akil baligh? Bagaimana kalau belum mengalami akil baligh? Mohon penjelasan surat Al-Isra tadi kalo dihubungkan dengan rujukan parenting secara Islami.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Jawaban Abah Lilik untuk pertanyaan 2:

Secara normalnya, perkembangan biologis anak (mengalami menstruasi dan mimpi basah) paling lambat di usia 15 tahun. Kita berusaha menyeimbangkan antara perkembangan biologis dan perkembangan psikologis, tawazun.

Sedangkan psikologi Barat mengajarkan remaja adalah usia ‘teen’ (teenager) 13-19 tahun. Bagaimana dengan pahlawan-pahlawan Islam di usia segitu?
🌺:)🌺

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Pertanyaan 3: Teh Dessy (Sabumi 3)

Ketika kita menerapkan Islamic parenting sementara lingkungan kondisinya terbalik, kadang saya berpikir anak saya bahagia tidak yaa, merasa tertekan tidak yaa, padahal saya yakin bahwa syariat Islam pasti yang terbaik, tetapi perasaan tadi tetap sering muncul. Salah tidak sih perasaan saya ini, Bah? Lalu bagaimana caranya membuat anak tetap ceria di tengah rutinitas dan kedisiplinan yang cukup tinggi dibanding anak-anak lain di lingkungannya?
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Jawaban Abah Lilik untuk pertanyaan 3:

Menjadi orangtua harus percaya diri, dimulai dari percaya pada Allah yang Mahatinggi. Jalankan aturan dengan wajah, gestur, serta ekspresi yang bahagia, sehingga anak pun bisa menikmatinya.

Benar-benar pahami tahapan perkembangan dan prakteknya.  Termasuk memahami apa kelebihan Luqman hingga menjadi tokoh dalam Al-Quran.

Kelebihan Luqman adalah ia diberi hikmah (pemahaman yang mendalam terhadap kitab Allah). Menurut Imam Thobary, kelebihannya adalah pandai dan tepat dalam bertutur kata.
🌺:)🌺

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Pertanyaan 4: Teh Widya (Sabumi 3)

Untuk usia tamyiz (7-9 tahun), disiplin seperti apakah yang sebaiknya kita terapkan? Bagaimana pola pengasuhan yang dianjurkan untuk rentang usia ini, untuk menyiapkan anak ke fase selanjutnya?
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Jawaban Abah Lilik untuk pertanyaan 4:

Di fase ini, yang terpenting adalah pembiasaan. Konsistensi dan penjelasan yang tegas. Banyak tanya-jawab dan logika sebab-akibat. Disiplin kelas tinggi nanti di usia Amrad 10-14 tahun.
🌺:)🌺

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Pertanyaan 5: Teh Ayu (Sabumi 1)

Adakah ciri khas yang membedakan Islamic parenting dengan metode parenting kontemporer lainnya?

Atau adakah parameter/checklist yang sekiranya bisa jadi bahan evaluasi bagi orangtua sudah sejauh mana mereka mendidik anak secara Islami, khususnya untuk balita.

Misal:
– orangtua sudah mengenalkan Allah
– orangtua sudah mengajarkan adab
– orangtua sudah mencontohkan doa

Khawatir ada pengajaran/pengasuhan yang terlewat tapi malah itu yang terpenting.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Jawaban Abah Lilik untuk pertanyaan 5:

Tugas kita ikhtiar saja, biasanya yang menjadi masalah adalah pola komunikasi ayah bunda pada anak. Pilihan kata, intonasi, dan bahasa tubuh.

Ciri khasnya adalah berlandaskan Al-Quran dan sunnah, serta manusiawi. Tahapannya jelas. Sudah terbukti membuat peradaban.

Penuhi hak anak. Rasulullah saw bersabda, hak anakmu: berikan nama yang baik, didik adabnya, tempatkan ia di hatimu.

Yuk, sama-sama belajar menjadi ayah bunda yang ikhlas dan cerdas. Agar paham begitu indahnya dunia parenting.
🌺:)🌺

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
Blog: sabumibdg.wordpress.com

Part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s