Diskusi · Liqo Online

Liqo Online: Ummahat Melek Politik

1446860250990

Bismillaahirrohmaanirrohiim

🌺:)🌺:)🌺:)🌺:)🌺:)🌺

Resume diskusi SABUMI (HSMN BANDUNG)

Tema : Ummahat Melek Politik

Hari/tanggal: Kamis, 5 November 2015
Jam : 20.00 – 22.00
Narasumber: Rusman Nuryaman
Moderator: Teh Riani Sabumi 2
Notulen : Teh Helmi Sabumi 3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz

Selamat datang di Sabumi, Salam kenal sy Riani.
Insya Allah sy akan memandu liqo online malam ini, selama 2 jam kedepan.
Sebelum memasuki tema liqo, marilah qt membaca basmalah bersama-sama

Bismillahirrahmanirrahim

Mudah²n liqo online ini diberkahi Allah swt. Aamiin…
Saya persilahkan kepada pak ustadz untuk memperkenalkan diri:

Materi Kulwap Siyasi

Kehidupan seorang muslim tidak bisa dipisahkan dari persoalan berpolitik karena politik merupakan sarana efektif untuk merealisasikan kesempurnaan Islam. Setiap muslim yang mengaku beribadah kepada Allah SWT mempunyai hak untuk berpolitik, bahkan seorang muslim berkewajiban untuk mengaplikasikan politik secara islami guna merealisasikan islam secara kaffah. Berdasarkan atas mafhum istikhlaf inilah dasar diwajibkannya politik bagi umat Islam.

Menurut islam, perempuan mempunyai hak dalam berpolitik. Laki-laki dan perempuan berkewajiban untuk amar ma’ruf nahi munkar melalui beberapa cara –yang termasuk diantaranya dengan media politik. Islam tidak membedakan laki-laki dan perempuan dalam hak-hak individu dan hak-hak kemasyarakatan. Namun demikian, bahwa semua hak tersebut harus diletakkan dalam batas-batas kodrati perempuan.

🌸🐝🌸🐝🌸🐝🌸🐝 🌸🐝🌸🐝🌸🐝

Curriculum Vitae

✏ Nama: Rusman Nuryaman
✏ Tanggal lahir: 26/01/83
✏ Alamat: jl.jatihandap,Cicaheum Bandung
✏ Pendidikan: S2 UPI
✏ Status: Menikah, 2 anak
✏ Aktivitas: ASM Jabar PT. Pachira, Founder BSLF, Kabid Advokasi DPD Gema Keadilan Kota Bandung
✏ No. HP: 085324359000

Manusia dalam teks suci Alquran adalah khalifah Allah di muka bumi. Khalifah acap diterjemahkan sebagai  wakil Tuhan atau pemegang amanat Tuhan di bumi. Tugasnya memakmurkan bumi dalam rangka menciptakan kehidupan yang sejahtera bagi seluruh umat manusia. Ini adalah teks-teks suci yang mengisya­ratkan keharusan manusia untuk berpo­litik. Al-Qurthubi menyatakan bahwa ayat dalam surah al-Baqarah [2]:30 ini menunjukkan keharusan manusia meng­angkat pemimpin peme­rintahan untuk mengatur tata kehi­dupan masyarakat, menegakkan hukum dengan benar dan mewujudkan keadilan serta hal-hal penting lain yang diperlukan bagi kehidupan bersama. Ini semua merupakan urusan-urusan politik.

Perempuan adalah makhluk dan hamba Tuhan seperti juga laki-laki. Sebagai hamba Tuhan ia juga memiliki tang­gungjawab kemanusiaan, memakmurkan bumi dan mensejahterakan manusia. Untuk tugas-tugas itu kaum perempuan tidak dibedakan dari laki-laki. Tuhan mem­berikan kepada mereka, laki-laki dan perem­puan, potensi-potensi dan “al-ahliyyah” atau kemam­puan-kemampuan dan kompetensi-kompetensi  untuk bertindak secara otonom yang diperlukan bagi tanggungjawab menunaikan amanah tersebut. Tidak sedikit teks-teks suci menegaskan keharusan kerjasama laki-laki dan perempuan untuk tugas-tugas pengaturan dunia ini. Laki-laki dan perempuan beriman, menurut Alquran saling bekerjasama untuk tugas keagama­an: menyerukan kebaikan dan menghapuskan kemung­karan (keru­sakan sosial). Teks-teks Alquran juga menegaskan akan adanya balasan yang sama antara laki-laki dan perempuan bagi pekerjaan-pekerjaan politik terse­but. (Baca antara lain: Q.S. Ali Imran, 195, al Nahl, 97, al Taubah, 71).

Sejarah kenabian mencatat se­jum­lah besar perempuan yang ikut memainkan pe­ran-peran ini bersama kaum laki-laki. Khadijah, Aisyah, Umm Salamah dan para istri nabi yang lain, Fathimah (anak), Zainab (cucu) Sukainah (cicit) adalah perempuan-perempuan terkemuka yang cerdas. Mereka sering terlibat dalam diskusi-diskusi tentang tema-tema sosial dan politik bahkan meng­kritik kebijakan-kebijakan domestik maupun publik yang patriarkis. Partisipasi perempuan juga muncul dalam sejumlah “baiat” (perjanjian, kontrak) untuk kesetiaan dan loyalitas kepada pemerintah. Sejumlah perempuan sahabat nabi seperti Nusaibah bint Ka’b, Ummu Athiyyah al-Anshariyyah, Ummu Sulaim bint Malhan, Umm Haram  bint Malhan, Umm al Harits al-Anshariyyah, Rabi’ bint al-Mu’awwadz, Rufaidah al-Anshariyyah dan lain-lain ikut serta bersama Nabi dan para sahabat laki-laki dalam perjuangan bersenjata melawan penindasan dan ketidakadilan orang-orang kafir. Umar bin Khattab juga pernah mengangkat al-Syifa, seorang perempuan cerdas dan terpercaya, untuk jabatan manajer pasar di Madinah. Tsumal al-Qahramanah (w. 317 H) adalah hakim perempuan yang sangat terkenal pada masa pemerintahan al Muqtadir. Dia tidak hanya mengadili perkara-perkara perdata tetapi juga pidana. Hadir dalam persidangannya para hakim (qudhat), para ahli fiqh (fuqaha) dan tokoh-tokoh masyarakat (al A’yan).Demikian juga Turkan Hatun al-Sulthan, hakim perempuan yang sukses, bukan hanya untuk mengadili perkara perdata, tetapi juga perkara-perkara pidana

📒📒📒📒📒📒📒📒📒📒📒📒📒📒

🌿TANYA JAWAB 🌿
(1). Kang rusman, bagaimana cara kita sebagai ibu dalam peran politik ini, kaitannya dengan mendidik Anak. Hal praktis apa yg bisa dikenalkan ke anak-anak mengenai politik ini?

Jawab :
Bismillah, sungguh perempuan adalah mahluk luar biasa yang melahirkan politisi besar, pemimpin dunia mereka menjadi ibu, istri, atau partner tokoh-tokoh besar itu. Yg bisa ibu siapkan adalah memberikan segala yg terbaik untuk lahirnya iklim politik yg baik bagi keluarga.
Ketika anak menangis sesunguhnya ia sedang berpolitik untuk meminta sesuatu, Maka ibu yg faham politik akan lebih mudah menganalisa dan mengambil keputusan.
Jadilah ibu yg demokratis, aspiratif, tegas, berkarakter namun tetap lembut dan hangat bagi anak2nya

Tanggapan :
Terimakasih jawabannya kang rusman. Lalu kira2, apa dasar2 politik atau bekal apa yg perlu ibu miliki utk bisa “paham politik” tadi?

Politik skrg ini dicitrakan sbg sesuatu yg “kotor”, licik, dll karena kita melihat praktek2 politik di sekitar kita seperti itu. Sehingga kita jadi malas dan cenderung menjauhi politik (praktis) ini. Padahal, justru itu lah perlunya kehadiran orang-orang baik, agar politik tidak jadi hal-hal yg kotor. Bagaimana tanggapan kang Rusman tentang ini?

Jawab :
Untuk memahami politik tak harus menjadi politisi, hal paling mendasar yg bisa dilakukan adalah mengetahui Hak dan Kewajiban kita sebagai Ibu, Istri, Muslimah, Warga Negara.
Dengan mengetahui hak&kewajiban adalah instrumen paling mudah untuk melakukan social control. Karena hakekat negara adalah  melayani warganya. Jika dikaitkan dengan konteks politik praktis maka ummi, ibu dan teteh sekalian bisa bersikap kritis jika ada hak yg dilanggar dan kewajiban yg diabaikan.

Soal politik yg dianggap kotor memang sudah jadi trademark sebagian besar masyarakat. Namun kekotoran yg terjadi adalah rangkaian aksi-reaksi. Masyarakat seringkali memahami politik itu “kahartos karaos” maka mau tak mau para politisi (eksekutif dan legislatif) melakukan politik transaksional.
Untuk ukuran bupati dan walikota butuh cost politik hingga 60 M, Gubernur 100 s.d. 400 M, Presiden 5 s.d. 10 Trilyun. Angka yg fantastis dan mengerikan untuk ada di posisi public service.

Banyaknya politisi kotor atau penjahat dalam masyarakat kita. Bukan karena jumlah mereka bertambah namun karena orang-orang baiknya memilih diam.

Jadinya saatnya ibu-ibu mendorong ortunya, suaminya, adik, kakak, paman, atau tokoh-tokoh muslim yg baik, yg punya kapasitas, untuk mengambil peran dimulai dari tingkat Rt, Rw, Kades, Bupati, aleg dst…. agar tercipta iklim politik yg islami. Selain itu siapkan anak-anak bunda dengan pendidikan karakter yg baik untuk jadi orang yg sidiq,tabligh,amanah,fathonah. Agar kelak jadi tokoh-tokoh yg mampu membawa perubahan.
————————————————————
(2). Bagaimanakah cara terbaik untuk menyingkapi keadaan sekeliling kita, apabila kita  berada dalam lingkungan yang kebetulan beriklim politik negatif?
Politik ini erat kaitannya dengan kepentingan kepentingan.
Bagaimana cara “kritis” untuk menyampaikan kebenaran atau hal yg dianggap oleh kita benar, namun tanpa menyinggung secara personal ataupun “aib” seseorang (misal pelaku politik kotor) tsb?
Karena terkadang bedanya sangat tipis antara ingin menyampaikan kebenaran dengan membuka aib, terutama jika dalam posisi merasa didzalimi.

Jawab :
Dalam politik selalu ada kontestasi, ajak orang-orang yg kontra dgn kita utk bersama-sama dalam kebaikan, berikan senyuman tetap silaturahim, bertegur sapa dan membantu tanpa pamrih kepada siapapun. Sampaikan bahwa perbedan pilihan politik tidak boleh merusak ukhuwah. :):)

Terkait sikap kritis kita maka hal terpenting untuk mengkritisi adalah kita punya data. Argumentasi tidak berdasarkan like or dislike, atau isu sara. Tapi murni karena penilain kinerja, proporsional terkait hak dan kewajiban. Teknisnya  sampaikan dulu secara personal baik lisan atau tulisan, atau lakukan audiensi bersama beberapa teman yg punya pandangan sama, mintalah tokoh berpengaruh untuk menjembatani keresahan warga. Jika masih tdk ditanggapi demo we teh ku warga. Karena 2 hal yg ditakuti pejabat publik adalah media massa dan massa.
Ya kritis minimalis adalah yg hitam katakan hitam, yg putih katakan putih… jgn kebalik-balik atau abu2.
————————————————————
(3). Saya sebenarnya minus soal perpolitikan. Saya udah menghindari duluan lantaran isinya sekarang terlalu banyak ngga beresnya.

Tapi saya ingin tanya soal kalimat tadi,
Jadilah ibu yg demokratis dst.

Demokrasi bukannya ngga sejalan ya dengan islam. Duh cmiiw ya kang.
Kalau demokrasinya saja sdh tdk sejalan dengan islam, apakah tidak mengapa menjadi pribadi yg demokratis? Lalu mengajarkan demokrasi ke anak.
Atau ada pengertian demokrasi yg mungkin kelewat ya.

Jawab :
Kita coba bedah dikit ya… saya menyampaikan jadi Ibu/Ortu yg demokratis. Artinya menjadi orangtua yg mendengarkan pendapat anaknya, memperhatikan aspirasi anaknya, mengakomodir keinginan anaknya. Nah apakah hal2 seperti itu dilarang dalam islam?? Bukankah home schooling adalah upaya demokratisasi pola pendidikan anak, karena sekolah formal yg “terkadang” mengabaikan hak-hak anak.

Dalam konteks kalimat yg saya ucapkan berbicara tentang “sikap demokratis” bukan “sistem demokrasi” meskipun kenyataannya kita hidup di negara dan dunia yg mengusung demokrasi.

Sebagai penutup; Sejumput Kekuasaan Akan lebih berharga daripada 1000 idealisme.

Contoh kongkret kemenangan AKP Di Turki yg d komandoi Erdogan. 🙂

Penutup :
Kepakan Sayap Kupu-Kupu di Brazil bisa menyebabkan Badai Besar di Cina. Keikhlasan, Konsistensi, Cinta dan Kasih sayang bunda terhadap anak-anak nya adalah kerja-kerja politik yang akan di uji oleh sejarah, anak-anak bunda yg hari ini imut dan unyu ke depan akan menjadi sosok pemimpin yg membebaskan Indonesia dari keterpurukan. Insyaa Alloh…

Hidup Sendirian Tanpa Kekasih, Cukup Sekian Terimakasih…

Bubur Sumsum di Rak Sepatu, Wassalamualaikum Warahmatullohiwabarakatuh…

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s