Diskusi · Multitema

Sekelumit tentang Homemade Healthy Baby Food

🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼

Bismillaahirrohmaanirrohiim

🌺:)🌺:)🌺:)🌺:)🌺:)🌺

Resume diskusi SABUMI (HSMN BANDUNG)

Tema : Sekelumit tentang Homemade Healthy Baby Food (HHBF)

Hari/tanggal: Rabu, 11 November 2015
Jam : 21.00-22.00 WIB
Narasumber: Amanda Pingkan Wulandari
Moderator: Azmi (Sabumi 1)
Notulen : Vita (Sabumi 1)

CURICULUM VITAE
Nama :
Amanda Pingkan Wulandari

Tempat/tanggal lahir : Bandung, 17 April 1977

Pendidikan :
1. Teknik Planologi, ITB, 1996-2000
2. Master of Science in Housing and Inner City Revitalization, IHS, Rotterdam, 2001-2002

Anak :
1. Naufal Fauzan (10.5y)
2. Ilham Fauzi (5.5y)
3. Nayla Faiza (34m)

Pelatihan :
Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) oleh AIMI

Asosiasi / Komunitas :
1. Akhir 2012 – sekarang Div.Edukasi AIMI Jabar & Koordinator Kelas Edukasi MP-ASI AIMI Jabar
2. Mei 2011 – sekarang Admin Homemade Healthy Baby Food (HHBF)

Sosialisasi :
1. Desember 2014, Pemberian Makan Bayi dan Anak dalam Kondisi Darurat Bencana, Baleendah-Bandung
2. Februari 2015, Pemberian Makan Bayi dan Anak yang Tepat dan Sehat, Posyandu Cemara C, Jatihandap Bandung.

Karya :
1. Mei 2013 Buku “Homemade Healthy Baby Food : Masak Sehat Penuh Cinta”
2. Juni 2015 Buku “Ensiklopedia MP-ASI  Sehat”

Talkshow nutrisi kesehatan keluarga & mp asi :
1. Desember 2013, ITB
2.Desember 2014, AIMI Solo, Solo
3. Desember 2014, AIMI Jabar, Bandung
4. Juni 2015, AIMI Malang, Malang
5. Agustus 2015, HHBF, Gramedia Depok.

Ringkasan Materi :

Selamat malam Bunda, sehat selalu ya 🙂

Malam ini yuk kita sharing tentang makan 😋

Bicara tentang makan, sering kita kesulitan menyajikan menu, menu yang kita masak itu-itu saja, anak makan itu-itu saja. Mengapa kita cuma masak itu-itu saja atau anak kita makan itu-itu saja ?
✳ Tradisi keluarga.
✳ Kekhatiwaran yang berlebihan terhadap isu/berita/kabar yang beredar tidak jelas.
✳ kurang membaca, kurang informasi ataupun membaca informasi yang tidak akurat.
✳ takut untuk mencoba dan berkreasi.
Maka dari itu penting bagi kita terutama kita sebagai seorang ibu, yang memegang peranan penting dalam kesehatan keluarga, untuk paham tentang Pedoman Gizi Seimbang dan Menu 4 Bintang (Piring Makanku), serta punya kemampuan dan keterampilan untuk “membaca” dan memodivikasi resep.
🌟Sumber karbohidrat dikenal sebagai makanan pokok sumber penghasil energi
🌟🌟 Sumber hewani;
🌟🌟🌟 Kacang-kacangan dan olahannya.
🌟🌟🌟🌟 Aneka buah dan sayuran berwarna hijau dan jingga yang kaya vitamin A

Penunjang yang wajib ada yaitu sumber lemak tambahan (minyak/mentega/margarin/santan — boleh dan dianjurkan dikenalkan sejak usia 6 bulan )

Berikut adalah materi lengkapnya:

Pentingnya Pemberian Makan Sehat dan Variatif

Bandung, 11 Nov 2015

Selamat malam Bunda, sehat selalu ya 🙂

Malam ini yuk kita sharing tentang makan 🍴🍱🍲

Mengapa tentang makan? Karena makan adalah kebutuhan dasar manusia, semua orang butuh makan, bayi, balita, anak sekolah bahkan kita orang dewasa. Kalau sudah merupakan kebutuhan tiap hari kok masih perlu dibahas sih ? Karena makan gak sekedar memasukkan makanan ke dalam mulut asal kenyang saja, tapi makan memang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, terutama untuk bayi balita dan anak sekolah.👬👭

Pernahkah Bunda mengalami hal-hal berikut?
“Bunda/Dokter, kok tangan-kaki anak saya kuning-kuning ya?”
“Anak saya kok susah banget ya makan sayur, udah diumpetin dibikin dadar,nuget, dilepeh mulu”
“Anak saya gak mau makan kalau gak pake pisang”
“Anak saya maunya makan ayam  goreng/dadar/ceplok kecap aja”
“Anak saya belum dikenalin makan ayam, katanya ayam negeri banyak hormonnya, ayam kampung mahal”
“Anak saya makannya bubur nasi+kentang+wortel aja, yang lainnya gak mau”
“Kata ibu/mertua/nenek saya, makanan bayi yang bagus ya bubur saring ati bayem wortel”
“Anak sebelum 1 tahun katanya gak boleh dikasih ikan, bikin alergi katanya”
“Anak saya susah banget makan nasi, tapi kalau makan kentang/roti/mie mau”
“Katanya bayam gak boleh dimasak bareng tahu, makanya anak saya jarang dikasih tahu”
“Saya gak bisa masak/maklum saya new mom/maklum ini anak pertama saya”
“Kapan sih anak boleh dikenalkan dengan gorengan?”
“Anak saya gak mau makan kalau gak dikasih keju di makanannya”

Dari banyak kasus yang terjadi, ditemukan kesamaan pemicunya yaitu  anak dikasih makan itu-itu saja dengan alasan ya anak hanya mau itu-itu saja, tidak mau “kenal”  (baca: makan) jenis makanan lain sehingga keluhan berikutnya yang muncul adalah susah makan, bunda sulit untuk menyajikan variasi menu lainnya. Dengan penyajian menu yang hanya itu-itu saja, kebutuhan nutrisi si kecil pun kurang terpenuhi. Di sinilah letak pentingnya peran ibu dalam menunjang kesehatan keluarga. Apakah harus menjadi seorang chef agar bisa menyajikan makanan yang variatif ?

Penyebab
• Tradisi keluarga.  Terkadang kita tidak mengenalkan makanan lain pada anak bukan karena kita tidak mau, tapi karena sudah dididik/dibentuk oleh kebiasaan (tradisi) keluarga bahwa anak cukup makan dengan nasi bayam wortel ati ayam, misalnya atau “didoktrin” kalau makan kalau mau kenyang dan sehat harus makan nasi, gak apa lauk pauk gak masuk asal nasinya masuk (padahal bayi dan anak yang sedang dalam pertumbuhan butuh banyak protein dan lemak terutama di 1000 hari pertama kehidupan sejak dalam kandungan sampai usia 2 tahun).  Terkadang kebiasaan untuk membeda-bedakan menu anak dengan dengan anggota keluarga lainnya pun bisa menyebabkan kurang variasinya makanan anak, padahal sebenarnya pola makan yang baik tidak perlu membedakan menu anak dengan menu makan anggota keluarga lainnya.
• Kekhatiwaran yang berlebihan terhadap isu/berita/kabar yang beredar tidak jelas. Kita tidak mengenalkan tahu karena “katanya” kandungan tahu berbahaya jika bertemu bayam dalam 1 menu. Kita tidak mengenalkan buah melon/semangka karena “katanya” buah tersebut panas buat perut. Kita tidak mengenalkan ubi pada anak karena “katanya” ubi bikin sembelit. Kita tidak mengenalkan ati ayam pada anak karena “katanya” ati tempat penyaringan racun.  Anak dan bayi belum boleh dikenalkan santan “katanya” bikin mencret. Terlebih kalau mendapat BC, biasanya para Bunda suka langsung panik dan tanpa sadar malah ikut menyebarkan isu tersebut hingga efeknya bagai viral
• Kekhawatiran ini biasanya muncul karena kurang membaca, kurang informasi ataupun membaca informasi yang tidak akurat. Masih terpaku pada informasi lama bahwa awal makan bayi cukup buah saja, protein hewani nanti dikenalkan setelah 8 bulan, bahkan tidak jarang yang menyarankan pengenalan protein hewani setelah 1 tahun 😰
• Akibatnya para Bunda semakin takut untuk mencoba memasak dan menyajikan sesuatu yang baru untuk anak dan keluarga, semakin takut untuk berkreasi. Jadinya, kembali mentok pada menu itu lagi, itu lagi 😣

Berikut adalah 10 pesan Pedoman Gizi Seimbang (PGS)  2014 terkait  PHBS (Prilaku Hidup Bersih & Sehat)
1. Makanlah aneka ragam makanan, tidak ada 1 jenis makanan pun yang mengandung semua gizi lengkap. Oleh sebab itu agar kebutuhan aneka nutrisi terpenuhi berikan variasi makanan setiap hari.
2. Banyak sayuran & cukup buah. Terkait kebutuhan serat, umumnya para Bunda menganggap anak dan bayi harus diberi banyak buah dan sayur agar terhindar atau untuk mengatasi sembelit. Betul butuh banyak serat untuk menghindari dan mengatasi sembelit dengan memberikan banyak serat dari buah dan sayur, bagi DEWASA, sedangkan untuk bayi dan anak yang pencernaannya masih berkembang, justru berbanding terbalik dengan dewasa, anak dan bayi butuh sedikit serat tapi cukup, mereka butuh banyak protein dan lemak.
3. Berikan lauk pauk protein tinggi, protein memegang peranan penting hampir 80% dalam proses pertumbuhan bayi dan anak. Kurang pemberian protein ataupun menunda pemberian protein beresiko tinggi menyebabkan anemia defisiensi zat besi (ADB) yang dapat menyebabkan tubuh kecil pendek (stunting) bahkan gagal tumbuh.
4. Makanlah aneka ragam makanan pokok, tidak hanya nasi
5. Batasi konsumsi manis, asin dan lemak : menghindari diabetes dan hipertensi dini 🎂🍰🍫🍭🍬🍪
6. Mulailah hari dengan sarapan bergizi, dengan sarapan dapat memenuhi 40% kebutuhan kalori harian setelah semalaman beristirahat. Sarapan yang baik dilakukan sebelum jam 9 pagi.
7. Minumlah air putih yang cukup, termasuk bayi dapat dikenalkan air putih sejak usia 6 bulan (tidak menggantikan asi)
8. Baca label kemasan, hati-hati dengan tanggal kadaluarsa, komposisi bahan (yang disebut pertama merupakan komponen yang paling banyak terdapat dalam produk tersebut), hati-hati dengan sebutan “free/zero” sugar/salt/msg. Sebenarnya bukan murni free atau nol, ada kandungan nol koma sekian (masih di bawah 1 hingga bisa diabaikan dan disebut sebagai “free/zero” ).
9. Cuci tangan pakai sabun dan air bersih yang mengalir, terbukti efektif mengurangi kuman penyebab diare dan penyakit lain.
10. Lakukan aktivitas fisik yang teratur 🏊🏻🚴🏻⚽⚾🏀🏈

Terkait tingginya kebutuhan protein ini maka sangat disarankan porsi makan yang  memenuhi semua elemen nutrisi dalam 1 (satu piring) sesuai dengan rekomendasi PGS  (disebut juga sebagai MENU 4 BINTANG) yaitu terdiri dari :
🌟Sumber karbohidrat dikenal sebagai makanan pokok sumber penghasil energi (memenuhi fungsi zat tenaga). Selain nasi, ada kentang, ubi, singkong, labu kuning, jagung, oat, pasta, bihun, mie, roti.
🌟🌟 Sumber hewani; sumber pembentuk sel tubuh dan sumber zat besi (memenuhi fungsi zat pembentuk), dapat diberikan sesering mungkin. Aneka ikan air tawar, ikan laut, daging ayam, sapi, kambing (termasuk otak, ati), telur
🌟🌟🌟 Kacang-kacangan dan olahannya sebagai sumber protein nabati dan mineral zat besi (memenuhi fungsi zat pengatur). Ada kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang kedelai, kacang tolo, edamame, kecambah (toge), buncis, tahu, tempe.
🌟🌟🌟🌟 Aneka buah dan sayuran berwarna hijau dan jingga yang kaya vitamin A (memenuhi fungsi zat pengatur).

Penunjang yang wajib ada yaitu sumber lemak tambahan (minyak/mentega/margarin/santan — boleh dan dianjurkan dikenalkan sejak usia 6 bulan ) untuk menambah nilai kalori makanan (bisa untuk membantu boost BB, sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K; menambah rasa gurih alami makanan serta untuk membantu melancarkan pencernaan.

Tips “Membaca” dan Memodif Resep untuk Menyajikan Makanan yang Variatif
🎉 Selalu ingat panduan MENU 4 BINTANG : karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran  lengkapi dengan lemak tambahan
🎉 Kenali alternatif bahan pangan dari tiap jenis “bintang” dan pelengkap seperti yang telah dijelaskan (aneka variasi sumber karbohidrat, variasi sumber protein hewani, variasi sumber protein nabati, variasi sumber vitamin dari buah dan sayuran aneka warna, serta variasi sumber lemak tambahan
🎉 Selalu lengkapi menu keluarga dengan bahan pangan 4 bintang
🎉 Saat “bertemu” dengan resep, pastikan bahan pangannya memenuhi unsur 4 bintang
🎉 Saat akan mengeksekusi resep dan terbentur ketersediaan bahan tertentu sesuai resep, saatnya bermain di dapur menguji kreativitas untuk memodifikasi resep. Substitusi/ganti bahan dari tiap unsur bintang untuk disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku di rumah ataupun di daerah domisili setempat.

Misal : resep menginstruksikan penggunaan beras sebagai sumber karbohidrat, bisa diganti dengan kentang atau labu kuning atau ubi atau bihun dll 🍞🍙🍜 🌽
Jika resep menginstruksikan penggunaan ikan salmon, bisa diganti dengan ikan laut lainnya, bahkan ikan tawar maupun protein hewani lainnya seperti daging sapi, daging ayam, telur 🍤🍖🍗🍳 🐮🐑🐔🐙🐄🐓🐐🐟                                                                                                               Jika resep menginstruksikan penggunaan brokoli, bisa diganti dengan sawi, katuk, bayam, kembang kol, dll 🍅🍆
Jika resep menginstruksikan penggunaan kacang merah, bisa diganti dengan kacang polong atau kacang tolo atau kacang kedelai atau buncis atau tahu maupun tempe.
Jika resep menginstruksikan penggunaan butter, bisa diganti dengan margarin, minyak, ataupun santan.

Resep hanya inspirasi yang terdiri dari tulisan mengenai bahan masakan yang dapat dimodifikasi. Keberanian untuk kreatif “mengolah” resep akan melahirkan variasi resep baru sehingga menu keluarga akan semakin beragam dan kaya nutrisi

Jadi, kalau ada yang bertanya “bisa gak ya ikan A diganti udang/daging ayam?” atau “bisa gak ya bikin kukis pakai minyak bukan unsalted butter?” atau “bisa gak ya bikin sup tapi wortelnya diganti lobak dan daun katuk?” atau “bisa gak ya ayam kampungnya diganti dengan ayam negeri/broiler?”   😳

Jawabannya :
BISA/BOLEH 😍😋

Happy healthy cooking ❤

Selamat memasak, selamat berkreasi, selamat menjadi koki kebanggaan anak-anak, selamat menjadi ratu dapur idaman keluarga 👪 ✅

PERTANYAAN 1
Teh Manik :
Teh, mau tanya donk… “apa pendapat teh Ingkan ttg BLW?” Nuhun ya teh… 😘

JAWABAN
Karena saya mewakili AIMI dan Hhbf, akan saya sampaikan kesepakatan AIMI dan Hhbf ttg BLW :

AIMI dan HHBF tidak melarang tapi juga tidak merekomendasikan metode BLW untuk mpasi.

Berikut kumpulan ulasan beberapa dokter anak dan konselor laktasi mengenai BLW.

dr. Annisa Karnadi dan dr. Briliana Nur Rohima
“Jika bayi dipaksa makan makanan padat dini-sendiri contohnya seperti dalam baby led weaning harus diperhatikan juga risiko tersedak yang masih sangat besar. Selain itu bayi membutuhkan lebih banyak waktu untuk memanipulasi makanan tekstur padat untuk bisa mengunyahnya hingga menjadi partikel yang lebih kecil untuk ditelan. Akibatnya bayi akan memakan jumlah makanan yang lebih sedikit (karena capek dan bosan -dipaksa- mengunyah) sehingga asupan makanannya kurang dan kekosongan kebutuhan tubuhnya akan tetap kosong.

Jika ibu ingin bayi mendapatkan manfaat zat gizi secara optimal dari makanan yang dia makan maka sebaiknya ibu pilih menu dengan tekstur makanan MPASI sesuai tahap perkembangan bayi ya.”

Sekretaris Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Sri Sudaryati Nasar, SpA (K)
“Tidak cocok dilakukan pada bayi usia enam bulan apalagi di Indonesia. Tidak ada asupan zat besi atau nutrien dan mikronutriennya tidak tercukupi kalau anak makan sendiri.

dr. Ayu Pratiwi, Spesialis Anak.
“Metode BLW ini pada tahap awal sebaiknya dikombinasi dengan metode konvensional yang telah dikenal dengan pertimbangan beberapa hal :
1. Kebutuhan bayi masih cukup tinggi pada berbagai macam makanan sehingga kalau memakai cara BLW tidak tercukupi dengan baik
2. Saat usia bayi 8 bulan memang sebaiknya memberi kesempatan bayi lebih banyak untuk mulai belajar mengunyah, sehingga memberi mereka fingerfood tentu akan membuat mereka banyak berlatih
3. Segala metode yang ada sebetulnya menurut saya mesti tetap dilihat pada bayinya masing masing. Memang ada bayi yang mempunyai kecendrungan mengunyah sejak awal, dan ini baik untuk nya.
4. Saya pribadi belum pernah menemukan kasus invaginasi karena makanan yang tidak dikunyah dengan baik.”

Fatimah Berliana, Konselor Laktasi.
“Rekomendasi WHO dan UNICEF itu bukan BLW tapi Responsive Feeding.

Silahkan baca referensi di bawah ini yg mewakili kenapa BLW tidak atau sampai saat ini belum ada Evidence kuat untuk dijadikan rekomendasi saat pemberian-pengenalan MPASI”
http://bit.ly/1Mtyio4

Lianita Prawindarti MinLi, konselor AIMI.
“BLW sebagai sebuah alternatif metode pemberian makanan pada bayi awalnya dikenalkan di negara maju seperti Selandia Baru, AS, Australia dan UK, dengan beberapa alasan :

Pertama, adanya kenaikan trend pemberian makanan padat di bawah usia 6 bulan. Metode ini diharapkan orang tua akan menunda pemberian makanan padat hingga usia 6 bulan agar bisa memenuhi syarat pelaksanaan BLW.

Kedua, karena tren pemberian makanan instant makin tinggi. BLW dianggap dapat mengintegrasikan bayi kembali ke meja makan makan bersama dengan orang tuanya dengan menu keluarga dan bukan makanan instant.

Ketiga, karena tren statistik angka obesitas meningkat. BLW diharapkan menjadi self-control agar anak yang menentukan jumlah yang dibutuhkan.

Di beberapa jurnal ilmiah yang saya baca, studi BLW memang berindikasi positif jika dilakukan di negara maju yang tingkat angka kematian bayi dan balita rendah, angka kesehatan ibu hamil sudah sangat baik, dan angka ADB juga tergolong rendah.

Sementara, Indonesia masih memiliki statistik kesehatan yang berkebalikan dengan statistik kesehatan di negara maju. Potensi kematian bayi dan balita akibat malnutrisi masih tinggi dan angka ADB pada bayi di bawah 1 tahun masih 40% (Indonesia bahkan mendapat catatan khusus dari WHO harus ada program nasional pemberian suplemen zat besi bagi bayi dan ibu hamil). Oleh karena itu, Pemerintah menganjurkan mengikuti panduan WHO yg mengatur konsistensi/tekstur makanan, variety, porsi dan pola responsive feeding.”

Sumber :
http://sakina.web.id/mpasi-metode-blw-atau-metode…/

Kami sarankan mempelajari lebih jauh mengenai manfaat dan resikonya sebelum mempraktekkannya. semoga bisa dipahami ya :)✅

PERTANYAAN 2
Anonim

Dear bu Ingkan..
anak yg ketiga usia 8 bln, saat ini masih mpasi bubur saring, dikasih menu 4 bintang apa aja + lemak (evo), Alhamdulillah selalu lahap dimakan begitu juga dgn menu tambahan buah, tp masih suka sembelit, apa yg salah yah? Nuhun

JAWABAN
Sembelit
Bukan sekedar lengkap 4 bintangnya, tapi perlu dievaluasi juga :
* bagaimana komposisinya…apakah sayuran melebihi protein
* apa saja variasi lemak tambahannya
* apa saja variasi buahnya? Apakah sering diberi pisang dan pepaya?
* bagaimana asupan asi dan air putihnya
* apakah sering diberi oat/jagung/beras merah/beras hitam?
* seberapa banyak porsinya?
* apakah naik tekstur terlalu cepat ?

PERTANYAAN 3
Anonim-Sabumi 2
1. Bagaimana pendapat bu Ingkan mengenai Food Combining? Bisakah diterapkan pd bayi?
2. Bagaimana menangani anak GTM?

JAWABAN
Bayi dan anak butuh banyak protein dan lemak, bukan banyak serat

Gambar ilustrasi
👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻

Pemberian mp asi ala FC tidak dianjurkan bagi bayi terkait dengan resiko ADB.

Anjuran pemberian protein hewani sejak awal mp-asi direkomendasikan secara resmi oleh Kementrian Kesehatan RI dan merupakan baku pemberian makan bayi dan anak (PMBA).

Banyak penelitian ilmiah yang secara evidence-based merekomendasikan pentingnya asupan protein untuk usia 6-24 bulan agar tumbuh kembang anak optimal, terhindar dari resiko ADB (anemia defisiensi zat besi). Kurangnya protein membuat pertumbuhan
anak tidak optimal, bahkan beresiko
menyebabkan anak stunting (kecil pendek)
bahkan gagal tumbuh.

Berikut sumber resmi dari website WHO mengenai anjuran pemberian makan bayi dan anak yang tepat :

http://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/9789241597494/en

Complementary feeding WHO : http://www.who.int/nutrition/topics/complementary_feeding/en/

Key Message Booklet UNICEF :
http://www.unicef.org/nutrition/files/Key_Message_Booklet_2012_small.pdf

Referensi tambahan :
http://www.parenting.co.id/balita/mencegah-stunting-sejak-dini

GTM
Susah-susah gampang….gampang-gampang susah 😁

bagaimana pola makannya selama ini, berapa kali makan, bagaimana tekstur makannya, bagaimana variasi menunya? Sudah berapa lama susah makannya? Selama ini dilatih makan naik tekstur bertahap gak ? Bagaimana suasana makannya? Pernah dipaksa makan atau tidak.

Susah makan itu pasti ada sebabnya, itu yang harus kita gali terlebih dahulu, tenangkan dulu hati dan pikiran ibunya, tarik nafas panjang dulu 🙂 Setelah kita tau penyebab susah makannya, baru kita cari solusi agar anak makan kembali. Bolak balik gonta ganti menu tanpa tau apa penyebabnya kita akan susah mengusir si susah makannya 🙂

Susah makan karena pilek batuk akan beda penanganannya dengan susah makan karena tumbuh gigi, akan beda pula solusinya kalau susah makannya karena trauma pernah dipaksa. ✅

PERTANYAAN 4
Teh Windhy, Sabumi 3
1. Berapa banyak kebutuhan air putih untuk anak usia diatas 2thn dan bagaimana cara biar si anak doyan minum, soalnya susah bgt kalau dsuruh minum air putih..
2. Apakah kebutuhan lemak bisa terpenuhi hanya dgn pemberian kaldunya saja atau harus sama dagingnya..?

JAWABAN
1. Air putih dapat diberikan sejak 6m+.
Kebutuhan air putih  :
30 ml x berat badan bayi/hari dengan catatan kalau masih ASI cukup 1/2 nya saja,misal BB bayi 8 kg,berarti 30 x 8 = 240ml/hari, jika bayi masih ASI berarti 120ml/hari.

Di  tahap perkenalan, tidak perlu pasang target berapa ml. Yang penting diperkenalkan secara bertahap dan simultan karena tidak semua bayi mudah menerima air putih di tahap awal MPASI.
Yang penting air putih ini bisa membantu membersihkan mulutnya setelah makan dan bisa juga membantu dia mencerna
makanan. Kalau di antara jadwal makan dia haus, tetap tawarkan ASI.
Kenalkan bertahap, bisa diminumkan dari cangkir atau pake sendok, bukan pakai botol dot ya 🙂

2. Di materi lengkap sudah dijelaskan tentang lemak tambahan: minyak, mentega, margarin, santan.
Daging utuh untuk kebutuhan protein hewaninya. ✅

PERTANYAAN 5
Teh Ami, Sabumi 3

Maaf teh Ingkan, saya masih kurang jelas dengan penjelasan sembelit. Bisa diuraikan sebaiknya seperti apa?
Lalu jika bayi 9bln tidak mau minum ASIP (hanya air putih selama ibu bekerja) adakah menu yg bisa membantu booster berat badannya?
Nuhun🙏

JAWABAN
Saat sembelit jangan buru-buru panik ngasih anak buah atau sayur biar lancar BAB.

Bukan sekedar lengkap 4 bintangnya, tapi perlu dievaluasi juga :
* bagaimana komposisinya…apakah sayuran melebihi protein ? Bayi dan anak butuh serat, tapi cukup sedikit. Bayi dan anak butuh banyak protein dan lemak. Jika porsi sayur berlebih, kurangi sayur, perbanyak protein dan lemak tambahan.
* apa saja variasi lemak tambahannya? Apa hanya dikasih kaldu saja? Kenalkan minyak dan juga santan misalnya
* apa saja variasi buahnya? Apakah sering diberi pisang dan pepaya? Saat sembelit dijejali pepaya dan pisang justru makin sembelit. Imbangi dengan buah yang kandungan air (pir, buah naga, jeruk, semangka, melon) atau buah kaya kandungan lemak
* bagaimana asupan asi dan air putihnya ? Cukupkah ?
* apakah sering diberi oat/jagung/beras merah/beras hitam? Bahan karbohidrat ini tinggi serat.
* seberapa banyak porsinya? Porsi terlalu banyak pun bisa menyebabkan sembelit.
* apakah naik tekstur terlalu cepat ? Perpindahan drastis dari lembut ke kasar pun bikin sembelit.
* terkadang sembelit bisa juga indikasi tidak cocok makanan tertentu ✅

Booster BB
Menu banyak, asal kita mau nguplek di dapur 😀
Yang penting pahami dulu prinsip pola makan yang baik dan tepat.
Tips menaikkan BB untuk anak dan bayi sebenarnya adalah perbaikan pola makan secara menyeluruh.

Usia 6-9m makan 2-3x bubur saring dan 1x puree buah (selingan)

Usia 9-12m makan 3x tim/cincangan/nasi lembek dan 1-2x cemilan (buah, dll).

Usia 12m+ 3-4x makan utama dan 2x cemilan sehat.

Bisa dibantu dengan buah tinggi kalori: alpukat, mangga, pisang kepok.

Berikan menu lengkap 4 bintang tiap kali makan yang mengandung sumber protein hewani, sumber karbohidrat, kacang-kacangan/protein nabati dan sayuran.

Penyajian menu utama bisa variasi double protein hewani (2 jenis protein hewani dalam 1 jenis hidangan).

Beri lemak  tambahan : mentega/santan/minyak di makanannya. Sayuran ditumis.  Sayuran berkuah bumbunya ditumis dulu.

Durasi makan 30 menit, makan duduk tidak jalan-jalan.

Porsi makan 6-9 m bertahap 2-3 sdm dewasa sampai 125 ml per porsi 1x makan.

Usia 9-12 m bertahap 125-250 ml per porsi 1x makan.

Porsi makan 12m+ minimal 250 ml (nasi dan teman-temannya), jadi dalam 1 hari makan 3 x 250….atau bisa displit jadi 4-5 x makan utama.

Kalau masih ASI, pastikan bayi menyusu sekenyangnya agar bayi mendapatkan hindmilk yang kaya kandungan lemak.
Jika BB tidak naik dalam 3 bulan berturut-turut, sangat dianjurkan konsul DSA.✅

PERTANYAAN 6
Anonim
Teh Ingkan.. Assalammua’alaikum.. Mau ikut bertanya ya teh..
anak saya perempuan saat ini usianya 17bulan. Sejak awal mpasi sebisa mungkin saya mengikuti pedoman WHO.
Yang ingin saya tanyakan mengenai screening ADB, apakah tetap harus dilakukan? Pemeriksaan apa saja yg perlu dilakukan, teh ?
Apa cukup dengan mengetahui nilai Hb dalam darah ?

JAWABAN
Screening ADB wajib dilakukan atas rujukan DSA jika ada gejala susah makan/nafsu makan berkurang, atau makan bagus tapi BB stagnan (tetap) bahkan menurun selama 3 bulan berturut-turut.

Hati-hati juga bayi yang minum susu non ASI, konsumsi berlebih menyebabkan asupan kalsium berlebih sehingga dapat mengganggu penyerapan zat besi dari makanan.

Pemeriksaan di lab selain Hb juga kadar ferritin dan serum iron dalam darah.

Tambahan ttg ADB
IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia – http://idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak✅

PERTANYAAN 7
Anonim.
Teh Ingkan, saya mau nanya. Maaf kalau kepanjangan ☺
1. Mengenai tambahan lemak, biasanya kan mentega/margarin berasa asin. Apakah sudah boleh untuk anak di bawah 1 tahun? Kan katanya no gulgar < 1 tahun.
2. Jika anak makannya sedikit tapi masih mau menyusu apakah tidak apa2? Porsi makan yang ideal untuk anak umur 1 tahun itu berapa banyak?
3. Bagaimana caranya untuk meningkatkan berat badan?

JAWABAN
Yang tidak dianjurkan adalah menambahkan gula garam sengaja pada mpasi. Kalau mau strik no gulgar ya hindari margarin, keju, yoghurt, roti tawar, dll 😀

Ibu-ibu suka penasaran kan yah pengen ngenalin margarin, keju, tahu, yoghurt, roti tawar dll pada bayi 😁

Pada makanan olahan ini dalam proses produksinya memang menggunakan gula garam. Garam pada keju bukan sengaja untuk rasa asin tapi sebagai makanan untuk bakteri pembuat keju.

Gula dalam roti tawar dibutuhkan sebagai makanan si ragi, begitu juga pada yoghurt.

Pada dasarnya boleh gunakan makanan olahan ini sebagai campuran mp asi, berikan terbatas dan dalam jumlah konsumsi wajar, tidak menambahkan dengan sengaja gula dan garam butiran pada mp asi dengan tujuan menambah rasa.✅

Meningkatkan BB sudah dibahas, silakan scroll ke atas ;)✅

Porsi makan 1y minimal 1 mangkok ukuran 250 ml.
Penjelasan porsi, tekstur, frekuensi makan ada di :
http://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/9789241597494/en

Complementary feeding WHO : http://www.who.int/nutrition/topics/complementary_feeding/en/

Key Message Booklet UNICEF :
http://www.unicef.org/nutrition/files/Key_Message_Booklet_2012_small.pdf

Makan sedikit masih mau menyusu untuk usia berapa ? Mengapa makan sedikit ? Sedikit ini kurang dari porsi biasa atau sedikit menurut ibunya ? 🙂

Maaf balik bertanya agar lebih jelas :)✅

TANGGAPAN
Berikut jawabannya mba,
makan sedikit2 dari awal mpasi. sedikit menurut porsi seharusnya, padahal tekstur sudah bertahap. menunya juga diusahakan bervariasi. sekarang maunya makan nasi meski tetep sedikit2.
tambahan: usianya sekarang 13 bulan.

JAWABAN
Setelah usia 12m+, ASI hanya mampu menopang 30% kebutuhan nutrisi. Jika anak hanya banyak menyusu sedikit makan, jelas kebutuhan nutrisi terutama kalori dan zat besi tidak terpenuhi.

Jika makan masih tidak sesuai porsi, bisa diakali dengan menambah frekuensi makan dan disiplin jadwal makan.

Saya pernah konsul dengan dsa yang juga seorang KL, waktu itu beliau menjelaskan jika anak (12m+) diturutin hanya mau nyusu, tindakan kita masih belum tepat.

Anak tetap harus dilatih makan. Tentukan jam makan yang sama setiap harinya, upayakan untuk membatasi pemberian asi untuk mengenalkan pola makan. Beri porsi kecil tapi sering, berikan variasi padat kalori.

Jika anak biasa disuapi, bisa juga dirangsang makan sendiri, berarti siapkan menu  yang mudah diambil dan dipegang oleh anak.

Perlu juga dievaluasi faktor penyebab lain mengapa anak makan sedikit.✅

PERTANYAAN 8
🔆 Baca bbrp info, byk versi tahapan mpasi seperti buah dulu baru karbo, karbo dulu baru sayur buah. Bisa minta tahapan mpasi n pnjelasannya yg baik seperti apa?

🔆 Dr pnjelasan awal, sy tdk melihat adanya susu. Apakah susu tdk dbutuhkn tubuh?

🔆 Dulu ketika mpasi, anak sy suka wortel n labu, malah sering jd finger food. Tp sejak kr2 umur 1,5th tdk mau n menolak dberi wortel, terutama, hingga skg (2y9m).
Kira2 apa pnyebabnya?

JAWABAN
Dari awal mp asi bayi udah boleh kenal aneka jenis bahan makanan, bukan cuma buah saja. Pemberian mp asi hanya buah saja tidak dianjurkan lagi karena akan menyebabkan bayi kurang nutrisi dan menyebabkan bayi kelebihan asupan serat. Asupan serat berlebihlah yang memicu sembelit, bayi butuh banyak protein dan lemak, bukan banyak serat 🙂

Berdasarkan panduan mpasi-WHO :
Semua jenis bahan makanan dikenalkan sejak 6m, aneka sumber karbohidrat, aneka sayuran, aneka protein nabati (kacang-kacangan & olahannya) dan aneka protein hewani (daging, ikan, ayam, telur, ati, dll), aneka buah, termasuk sumber lemak tambahan seperti santan, minyak,  margarin, mentega, serta kaldu.   Tekstur makanan yang dianjurkan sejak awal mp asi adalah semi kental bukan encer seperti asi yaitu ketika sendok dibalik makanan tidak langsung tumpah mengucur, tapi jatuh perlahan. Kekentalan menunjukkan semakin banyak nutrisi.

Untuk perkenalan awal mpasi, paling lama 2 minggu pertama menu tunggal (dari satu bahan), boleh ditambah asi, jaga tekstur agar tetap semi kental. Frekuensi makan 1-2x sehari dengan porsi 2-3 sdm dewasa tiap kali makan. Jadi bukan hanya buah saja atau sayuran saja, tapi bisa juga protein hewani, kacang-kacangan dan aneka karbohidrat.

Paling telat minggu ketiga sudah harus dikenalkan bubur halus/saring lengkap karbo + sayur + protein hewani + protein nabati (kacang-kacangan atau olahannya) + sumber lemak tambahan (santan/minyak/mentega/margarin). Frekuensi makan 2-3x sehari,  mulai diberikan makanan selingan 1x.

Jadi minggu ketiga, selain buah sebagai selingan, dalam 1x makan dalam 1 piring/mangkok harus ada sumber karbohidrat + hewani + nabati + sayuran + lemak tambahan. Dan jadikan menu buah sebagai bagian dari menu harian mpasi dan keluarga bukan hanya untuk awal pengenalan mpasi 🙂

Anjuran pemberian protein hewani sejak awal mp-asi direkomendasikan secara resmi oleh Kementrian Kesehatan RI dan merupakan baku pmberian makan bayi dan anak (PMBA).

Banyak penelitian ilmiah yang secara evidence-based merekomendasikan pentingnya asupan protein untuk usia 6-24 bulan agar tumbuh kembang anak optimal, terhindar dari resiko ADB (anemia defisiensi besi). Kurangnya protein membuat pertumbuhan anak tidak optimal, bahkan beresiko menyebabkan anak stunting (kecil pendek) bahkan gagal tumbuh.

Berikut sumber resmi dari website WHO mengenai anjuran pemberian makan bayi dan anak yang tepat yaitu pengenalan aneka jenis makanan bukan buah dulu atau karbo dulu atau sayur dulu.

http://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/9789241597494/en

Complementary feeding WHO : http://www.who.int/nutrition/topics/complementary_feeding/en/

Key Message Booklet UNICEF :
http://www.unicef.org/nutrition/files/Key_Message_Booklet_2012_small.pdf

Referensi tambahan :
http://www.parenting.co.id/balita/mencegah-stunting-sejak-dini

Susu….dalam hal ini susu lanjutan untuk anak 12m+ bukan merupakan suatu keharusan. Slogan 4 sehat 5 sempurna sudah tidak diterapkan lagi sejak 1995. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (yg sudah direvisi dan renew tahun 2014) kedudukan susu adalah sebagai alternatif protein hewani, bukan sebagai penyempurna nutrisi. ✅

Apakah “sering” diberi labu/wortel sebagai finger food? Hanya itu saja kah finger foodnya ? 🙂

Jika iya, bayi dan anak pun manusia yang punya rasa bosan 😉

Oleh sebab itu, seperti yang telah dijelaskan di materi lengkap di atas, berikan variasi jenis makanan, baik makanan utama maupun cemilan. Selain untuk memperkaya nutrisi, agar anak tidak punya preferensi hanya thd makanan itu-itu saja atau bahkan menolak makanan kesukaan :)✅

Moderator:
Terimakasih mba Ingkan, lengkappp.. 🙂
Berikut pertanyaan terakhir sbg penutup:

PERTANYAAN 9
Mohon penjelasannya mengenai penanganan GTM pada beda kasus, misal kalo batuk pilek diapain, tumbuh gigi diapain??

JAWABAN
Kita…..orang dewasa, pernah sakit gigi? ;):D
Rasanya gimana? Bengkak…ngilu….ketoel aja sakit…pengen marah…pengen yang adem.
Apalagi bayi yang belum bisa ngomong 😀 Gusi bengkak…ngilu…sakit kena sendok. Kena sendok aja sakit, ini disuruh ngunyah makanan. Pengen yang adem…..dingin…lembut. Bisa  turun tekstur, bisa kasih makanan/minuman dingin (selama gak alergi dingin lho ya). Daripada sekedar dikasih mainan teether dingin yang dimasukin ke kulkas, coba deh kasih puding, es loli buah, es loli asip. Sebagian bayi saat tumbuh gigi malah butuh yang keras-keras untuk menyalurkan hasrat menggigit..mungkin bisa dicoba naik tekstur.

Saat batuk pilek, kita biasanya pengen apa ? Pengen yang anget…lembut, apalagi kalau batuk meradang 🙂 Sup hangat berbumbu jahe atau kencur, minum air anget, wedang jahe (bayi tanpa gula merah ya). Kalau parah, jangan lupa ke dokter. Beri makan porsi kecil tapi sering.

Intinya…saat GTM, jangan langsung panik binti heboh gonta ganti menu cari resep minta resep sana sini, temukan dulu penyebab GTM nya….sakit gigi, batuk pilek, diare, trauma dipaksa makan, ganti pengasuh, capek badan perjalanan mudik dll.
Untuk tiap penyebab…akan beda pula solusinya.
Satu yang utama….saat anak GTM…..sabaaaaarrrrr 😀 dan minta maaf yang tulus pada anak, ajak ngobrol.

Kadang solusi GTM gak hanya berkutat soal menu, gak jarang juga perlu penanganan dari sisi psikologis anak ;)✅

KESIMPULAN DISKUSI
* Berikan variasi makanan sejak awal mp asi untuk membentuk kebiasaan makan yang baik.
* Selalu berikan menu 4 🌟 sesuai PGS, perhatikan komposisi agar tidak sembelit, cukup minum air putih.
* Susu bukan penyempurna nutrisi.
* Saat GTM melanda…sabar, minta maaf, tarik nafas, cari penyebab….baru cek menu.
* Booster BB bukan sesuatu yang instan, butuh proses, perbaiki pola makan.
* Jangan abaikan kehadiran lemak tambahan.
* Jangan terpaku pada resep, dengan 4🌟 kita bisa menaklukkan berbagai resep  untuk menghadirkan restoran/kafe cinta di rumah untuk keluarga 😉

Alhamdulillah, nice to share 🙂
Mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan dalam diskusi malam ini, semoga bermanfaat.
Saya undur diri 🙂
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s