Diskusi · Multitema

Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga

Resume diskusi internal Sabumi 1
Tanggal 10 Desember 2015

Tema : Keuangan Dalam Rumah Tangga

Materi :
1. Untuk keluarga yang mata pencaharian utamanya hanya 1 dari suami saja
2. Untuk keluarga yang suami dan istri yang bekerja, namun penghasilan istri lebih kecil dari suami
3. Untuk keluarga yang suami dan istri yang bekerja, namun penghasilan istri lebih besar dari suami
4. Bagaimana islam mengatur nafkah ini:

▶Apakah suami harus memberikan semua penghasilannya untuk menafkahi keluarga
▶Apakah suami boleh menyisihkan sebagian penghasilannya untuk dirinya sendiri (selain yang utama sudah mencukupi kebutuhan orangtuanya juga)
▶Bagaimana para istri menyikapi sikap suami yang (mungkin terkesan) seadanya memberikan nafkah

Rasulullah saw memuji seseorang yang mengkonsumsi hasil usahanya sendiri dengan sabdanya: “Tidaklah seseorang mengkonsumsi makanan lebih baik dari mengkonsumsi makanan yang diperoleh dari hasil kerja sendiri, sebab nabi Allah, Daud, memakan
makanan dari hasil kerjanya.” (HR. Bukhari)

“Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari penghasilan secara baik, membelanjakan harta secara hemat dan menyisihkan tabungan sebagai persediaan di saat
kekurangan dan kebutuhannya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Allah SWT berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. [An-Nisa’ 34]

Sayyid Sabiq menjelaskan makna nafkah:

  • Mencukupi segala kebutuhan istri yang mencakup makanan, tempat tinggal, pelayanan dan obat (Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah Jilid 2, Jakarta: al-I’tishom, 2011, hlm. 340).
  • Besarnya disesuaikan kemampuan suami atau kesepakatan di antara keduanya (hlm. 346-352).
  • Apabila tidak cukup karena suami pelit maka diperbolehkan mengambil secukupnya, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW: “Ambillah sebanyak yang dapat mencukupimu dan anak-anakmu secara baik.”
    [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i – Sayyid Sabiq hlm. 347]
    “Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka”. [QS. At-Talaq 6]
    “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”. [QS. At-Talaq 7]
  • Kebutuhan istri dan kebutuhan keluarga merupakan tanggung jawab suami sepenuhnya. Para ulama sepakat, tidak boleh membayar zakat kepada istri karena istri merupakan tanggungannya. – hlm. 581

Apabila istri bekerja, maka hasil pekerjaannya merupakan hak istri. Istri boleh membelanjakannya untuk keluarga sebagai sedekah, namun tidak boleh dipaksa. Suami yang mengijinkan istrinya bekerja harus memahami konsekuensi hal ini, yakni tidak lantas mengambil gaji istri untuk dirinya atau kebutuhan rumah tangga. Ini berlaku untuk semua harta yang dimiliki istri, baik dari gaji, waris, ataupun hadiah.

Pembahasan Materi :
✳uang yang diperoleh itu di bagi menjadi 3 bagian :
– 1/3 untuk keperluan diri (sehari2)
– 1/3 untuk infaq
– 1/3 untuk infestasi
Kita perlu betul-betul membagi dengan cermat aliran rezeki yang Allah titipkan mau masuk saluran mana saja. Siapa yang mengolah itu semua tergantung kesepakatan antara suami istri.

Pos penggunaan uang juga harus diperjelas. Kita ingat bagaimana Ibunda Fatimah meminta budak untuk membantu beliau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi Rasulullah malah memberi nasihat untuk bertasbih.Padahal beliau meminta itu bukan untuk kebutuhan pribadinya.Bertasbih artinya mengalir, bisa dimaknai mengalir dengan apa yg ada ditangan kita, dengan izin Allah. Dalam bahasa pergerakan mungkin bisa dimaknai dg qanaah.

✳ Pos dari suami itu dibagi 3 besar.
1. Pos ruhani. Isinya termasuk biaya haji, zakat wajib tahunan, dll..juga biaya kubur
2. Pos anak. Isinya segala untuk anak termasuk sekolah, biaya khitan, serta kewajiban lain.
3. Pos rumah tangga. Isinya ya biasa, listrik, kontrak rumah dan kawan2. Termasuk biaya untuk bayar pajak kendaraan, berobat dll.

Kadang suka subsidi silang kalau memang ngga mencukupi sementara harus segera.
sepengetahuan dalam islam tidak mengajarkan menabung. Tapi bersedekah.
Karena menghindari riba semampu kami, uang tidak disimpan di rek bank. Jangan harap rek keluarga kami bernilai fantastis. Krn memang ya seada2nya segitu2 aja. Setiap rizki yg diperoleh lgsg dibagi per pos, disimpan dalam bentuk tunai atau bila sdh memungkinkan dalam bentuk emas.

Pentingnya punya pos ruhani itu, kalau buat saya, sebagai reminder. Dan kenapa di posisi no 1, karena bukan sisa. Kita hidup sementara, didahulukan yg duniawi.  Padahal yang diakhirat yg lebih pasti. Bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan duniawi is a must tapi bersusah payah pula untuk kehidupan ukhrowi jangan lupa. Kadang org hanya mikirnya “oh ukhrowi. Belajar agama” tapi ternyata lebih dari itu. Materi pun akan jadi hisab.

Sebisa mungkin, jangan meninggalkan batu bara neraka untuk anak istri. Hidup terlihat berkecukupan, org lain ngga tau darimana2nya dan sejumpalitan apa kita dalam meraihnya. Tapi ketika salah satu dipanggil lalu meninggalkan tanggungan yang sifatnya haram bagi keluarganya, maka takutlah.

✳ Masalah menabung harus atau tidak sebetulnya akan masuk area aqidah. Seberapa yakin kita sama Allah. Ustman bin affan menginfaq kan separuh hartanya untuk perjuangan Islam. Sementara abu bakar menginfaqan seluruh hartanya…beliau mentawakalkan  keluarganya pada Allah dan Rasulnya.

Penutup : Bersyukur dgn berapapun penghasilan suami dan memanfaatkan sebaik mungkin dengan pos/ saluran yang jelas pula..Suami istri memiliki kesepakatan dalam penggunaan uang dalam rumah tangga

Notulen: Teh Ria Sabumi 1

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s