Diskusi · Multitema

Literasi Media Sehari-Hari

Kulwap tentang Literasi Media
Tanggal 18 Desember 2015

🌸🐝🌸🐝🌸🐝🌸🐝

Curriculum Vitae Narsum

✏ Nama: Tristia Riskawati
✏ Tanggal lahir: Bandung, 11 Agustus 1991
✏ Alamat: Sukawarna Baru F33
✏ Pendidikan: S1 Jurnalistik Unpad
✏ Status: Belum menikah
✏ Aktivitas: Manajer Biro Kehumasan Masjid Salman ITB

Materi Pembuka:

📺 LITERASI MEDIA SEHARI-HARI 📺

✏Literasi media: Skill mengakses, menilai dan memanfaatkan konten media.
Mengakses >> bisa internetan buat nonton video resep di BuzzFeed (sebuah situs lifestyle kondang di amrik)
Menilai >> bisa menilai kalau resep-resep masakan di BuzzFeed nggak semuanya bergizi
Memanfaatkan >> beberapa resep-resep masakan yang aman secara gizi dan kehalalan di BuzzFeed bisa dicoba di dapur 😀

✏ Literasi media belum ada dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Padahal informasi-informasi cepat berseliweran banget sekarang. Apalagi ada internet dan media sosial. Beuh. 😰

✏Saking banyaknya informasi, masyarakat makin bingung. Bingung nyaringnya gimana.

✏Kita bisa saja salahkan pemerintah yang belum bikin regulasi alur informasi

✏Namun, masyarakat beradab tak hanya ditopang dari pemimpin yang cerdas. Rakyatnya pun harus cerdas.

✏Bisa saja kita mengadvokasi pemerintah untuk bikin kurikulum Literasi Media dalam pembelajaran.

✏Namun, tentu kita perlu memikirkan faktor-faktor X di jajaran elit sana, yang bisa bikin ajuan tersebut ditahan bertahun-tahun.

✏Heiy, kita bisa gercep, lho tapii.  Modul-modul serta buku tentang literasi media melimpah ruah. Kita bisa mempelajari dan memanfaatkannya.

✏Melalui tulisan ini, saya akan memaparkan “pisau-pisau” yang digunakan untuk menganalisis isi pesan informasi. Saya menyadurnya dari “Media Literacy for K-13 karya Frank Baker, ayat suci Alquran (al-alaq ayat-ayat pertama), dan pengalaman pribadi.

***

1⃣PISAU 1:
Bagaimana nilai kebenaran dari pesan tersebut?

-Terpercayakah sumbernya?
-Apakah sesuai dengan fakta?

2⃣PISAU 2:
Siapa yang membuat pesan ini?

– Bagaimana latar belakangnya?
– Seberapa pantas ia berbicara topik tersebut?
-Apa tujuan dari si pembuat pesan?

3⃣PISAU 3:
Bagaimana jika pesan ini dikaitkan dengan Alquran dan Assunnah?

-Konten-konten apa saja yang melengkapi Quran dan As-Sunnah?
-Konten-konten apa sajakah yang bertentangan satu sama lain?

4⃣PISAU 4: Bagaimana informasi ini berdampak pada masyarakat?

-Bagaimana perbedaan respon/pandangan yang ditunjukkan kelompok masyarakat yang berbeda (gender, usia, status sosial)

5⃣PISAU 5:
Apa yang seharusnya kita lakukan terhadap informasi ini?

-Informasi-informasi apa saja yang dapat diambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
-Bagaimana cara penerapannya?

▶Jika disimpulkan, tahapan literasi media yang bisa digunakan dalam menelaah pesan, ialah sebagai berikut:

1⃣KEBENARAN KONTEN
2⃣LATAR BELAKANG PRODUSER KONTEN
3⃣RELEVANSI DENGAN AL QURAN DAN ASSUNNAH
4⃣DAMPAK KONTEN
5⃣TINDAK LANJUT KITA

Wallahualam bish shawab. Selamat mencoba!

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

salam kenal ibu-ibu 😁

sy tristia riskawati, biasa dipanggil tristi. alhamdulillah kebetulan skripsi sy ttg pnerapan literasi media dan informasi di desa.

semoga bsa nyambung dgn kehidupan sehari2 ibu2 kece di grup ini👍🏾

saya skrg aktif di humas salman, jd belajar untuk lebih byk mengamati dan mendengar sebelum berkomunikasi.. termasuk mengamati konten2 di media:D

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

Pertanyaan:

Melati – sabumi 2

Kerasa banget Mba Tristi, ttg efek keran informasi yang terbuka lebar dan ngocor banget. Kadang suka kerasa information overload :?:? adakah batasan informasi yg perlu dibaca, misal berapa artikel sekali baca, atau berapa menit/jam untuk mencari informasi sehingga tidak sampai overload?
idealnya, pemerintah melakukan apa untuk membatasi keran informasi ini?

Jawab:

Menurut saya, pertama-tama kita harus mengenal diri dan segala aktivitas diri, Teh. Kayak misal, saya adalah IRT yang menyambi sebagai entrepreneur kuliner. Jadi, informasi-informasi yang fokus didalami pun ya informasi yang berkisar seputar itu.

Kalau pengalaman saya, saya ngeplot tiap hari saya baca informasi jenis apa.
Misal, Senin >>  1 berita nasional di situs blabla.com, 5 halaman buku sirah
Selasa >> 1 berita tentang kemasjidan, 5 halaman buku sirah

dst.

Masih untuk pertanyaan pertama, biasanya saya mengusahakan ada “rapat dengan diri sendiri” untuk mengatur segala aktivitas, termasuk aktivitas pencarian informasi. 😁 Sekalian juga di rapat itu, ada muhasabah tentang aktivitas2 kita.

Oh yaa, untuk pemerintah sendiri, bagusnya sih ada pembatasan. Tapi pembatasan informasi berlebihan (kalau pornografi itu udah pasti cut ya) tanpa pencerdasan warganya, nggak baik juga idealnya ada kurikulum literasi media. Di inggris dan australia udah ada.. 😁

***

Pertanyaan:

Widi Sabumi 1

Berkenaan dg rendahnya literasi anak di sekolah. Caranya gimana ya supaya anak bisa lbh melek literasi…

Kadang anak2 di sekolah, perintahnya apaaa jawabannya apa. Hix

Atw kadang di indonesia, udah jelas2 itu teh dilarang stop.. eeeh malah angkot2 pada ngetem di situ

Jawab:

@tWidi Kalau untuk meningkatkan kemampuan literasi, pengalaman saya sih banyak ajak temen-temen yang kurang melek literasi untuk diskusi. dengarkan dan hargai pendapatnya. misal, ada buku cerita nih, terus coba pancing tanya-tanya pendapatnya tentang buku itu.. apa yang bisa dicontoh dan apa yang salah.. didengarkan aja dulu, baru kita luruskan pelan-pelan pendapatnya..

terus bisa ditambah dengan pertanyaan-pertanyaan yang menantang daya berpikirnya.. kayak “eh kalau endingnya diubah jadi gini, kira-kira bakal kayak gimana yaa…”

“kira-kira kalau nenek baca cerita ini, responnya gimana ya…” dst

pelan-pelan diperkenalkan juga 5 pisau tersebut.. kalau udah sering digunakan, jadi hafal sendiri.. 😁

***

Pertanyaan:

Bella Sabumi 1

Begini teh tristi, mengenai infomasi pornografi yg td eh tristi bilng sudah pasti di cut, bagaimana jika anak sm skali g melek infirmasi mngenai hal tsb, bukankan informasi itu juga sngt oenting dikenalkan d ysia dini? Atau maaf jika engga nyambung, maksud tth mengcut informasi ttg hal tsb,. Gimana ya?

Jawab:

mengecut di sini, dalam artian “membatasi melihat langsung kontennya”, teh bella.. hehee. tapi kalau diberikan pemahaman soal konten tersebut diperlukan, menurut saya pribadi. mungkin ini nyambungnya ke sex education, dan bakal menyentuh wilayah psikologi, dan punten saya belum terlalu expert mengenai pengenalan pornografi baiknya seperti apa kepada anak.. 🙏🏾

mau lanjutin jawaban pertanyaan teh bella, saya pernah dengar kisah seorang ibu (almrhumah yoyoh yusroh)– yang mengajak anaknya ke swalayan untuk mengenalkan miras kepada anak. kemudian ia memberitahukan apa bahaya dari miras tersebut..dsb.. jadi nggak semata-mata didoktrin, tapi diperkenalkan apa buruknya (dan nggak sampai harus sampai minum mirasnya).. begitu… mungkin serupa dengan yang kasus pornorgrafi tersebut..

“tanamkan sistem imun pada anak, bukan mensterilkannya.” kalau kata salim a. fillah ✅

Tanggapan Maya Sabumi 1:

Teh bella, masalah pornografi ini betul bahasan mendalamnya masuk ranah sex education.

Jika suatu saat anak menemukan hal2 yg kurang sesuai di media, teteh bisa membantu anak menelaah info tsb dg “pisau2” tadi.

Nanti terkupas satu2. Ini kontennya bener ngga sih. Siapa yg bikin, oh perusahaan yg mau ambil untung saja dr penjualan konten tidak baik. Kira2 sesuai dg agama kita ngga ya nak. Berarti kita harus bersikap begini begitu dong.

***

Pertanyaan:

Deasy Sabumi 2

Kalau literasi media dibuat kurikulumnya…kontennya seperti apa saja ya? Buku apa yg bs dijadikan rujukan?

Jawab:

teh deasy: kalau sementara, yang ada di tangan saya, ada buku “Media Literacy in the K-12 classroom” karya Frank W. Baker. Itu bukunya kayak buku pelajaran buat anak sekolahan gitu, tapi mata pelajarannya “Literasi Media”. Kalau nggak salah ada versi buat berbagai tingkat kelasnya. Terus, ibu-ibu juga bisa coba download online gratis dan legal modul literasi media dan informasi-nya UNESCO. Sebentar saya cari tautannya

http://www.unesco.org/new/en/communication-and-information/resources/publications-and-communication-materials/publications/full-list/media-and-information-literacy-curriculum-for-teachers/

http://www.uis.unesco.org/Communication/Pages/information-literacy.aspx

***

Pertanyaan:

Uwie Sabumi 3

Sekarang ini banyak banget portal-portal berita online yang kadang tidak jelas sumbernya. Nah, bagaimana caranya agar kita tahu portal mana yang sumbernya terpercaya dan isinya bukan hanya isu belaka?

Kadang isi beritanya malah memprovokasi sehingga menimbulkan komentar-komentar negatif. Bagaimana cara meminimalisasi hal tersebut?

Jawab:

Hem. Betul banget, bahkan nggak jarang yang portal berita yang terlihat islami melakukan provokasi yang berlebihan..

Menurut saya, coba tanyakan kepada pakar yang memang relevan dengan isi berita tersebut. Misal tentang kesehatan, coba tanyakan kepada temen kita yang dokter atau ahli gizi.. Terus minta saran, kira-kira media yang bagus untuk cari info kesehatan apa yaa..

Kalau misal beritanya tentang kejadian di wilayah tertentu, coba langsung tanyakan kepada teman yang ada di wilayah tersebut..Apakah benar kejadiannya seperti yang diberitakan.. walau sebenarnya teman kita pun pasti mempersepsikan apa yang ia lihat sesuai dengan subjektifnya dia..tapi setidaknya ada usaha untuk mengorek langsung dari sumber yang berada di tempat kejadian..

dan mungkin, hikmah ayat-ayat alquran untuk berbuat baik pada yang terdekat, atau hadis memuliakan tetangga– adalah supaya kita bisa benar-benar bisa memperbaiki apa yang bisa dijangkau langsung oleh kita. jadi cek ricek faktanya sama kita langsung. hehe..

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. [QS. An-Nisaa’ : 36]

wallahu’alam✅

Tanggapan Mod:

Berarti qt hrs cek n ricek sblmnya ya tAsri,dan yg sangat penting utk mmfilternta adlh brstandar pd quran n hadist

Narsum:

islam juga punya etika tersendiri ya.. mengutamakan penyampaian informasi dengan cara yang baik.. 😁

***

Pertanyaan

Belakangan ini kan banyak hal yg dijadikan pro kontra di masyarakat (tahu kan ya Teh contohnya seperti :)). Misal, saya berada di pihak yg pro. Bijak ga sih kalo kita hanya mau membaca media yang sepaham dgn kita tanpa menelaah dari sisi media yang kontra?

Jawab:

bagi saya sendiri kurang bijak, teh. hehe. baru saja saya baca-baca status di fb tentang menteri perhubungan larang gojek. kebanyakan kontra, tapi saya baca beberapa yang pro.. hehe. supaya bisa melihat dari berbagai sisi dan menilai secara adil

akhirnya kan jadi tahu, oh maksud menteri sebenarnya baik– ingin menggalakkan transportasi umum, tapi pengaplikasiannya untuk saat ini tidak tepat.. hehe ini contoh 😁

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Al-Maidah ayat 8.

Termasuk adil menilai :D✅

oh, ini ada tambahan, quotes dari teman saya “Orang yang paling bijak adalah yang bisa mengkritisi pemikiran dan perasaannya sendiri,” Wallahu’alam.

***

Pertanyaan:

Dinda Sabumi 1

Jadi penasaran sama skripsi Tristi. Penerapan media literasi di desa kaya gmn ya? Blm kebayang krn kalau di desa kayaknya media masih terbatas.
Nah, kalau dlm pengasuhan anak gmn menerapkan literasi media ini?

Jawab:

nah, kalau literasi media di desa yang saya teliti.. (desa melung di banyumas, dan desa cibiruwetan di kab bandung), saya fokus meneliti bagaimana perangkat desa dan sejumlah aktivis pemberdayaan desa mengupayakan adanya akses internet di desa. mereka juga bikin media desa gitu.

dan mereka membimbing agar masyarakat desa dapat memanfaatkan internet tersebut untuk berbagi informasi yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.. seperti bagaimana kiat-kiat bertani, potenis desa, dsb..

dan aktivis-aktivis ini tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM)

kalau literasi media untuk pengasuhan anak sendiri, sebenarnya saya belum punya pengalaman empiris, hehe. tapi seperti jawaban saya sebelumnya untuk teh widi, coba sedari kecil ajak anak untuk berdiskusi tentang apapun. misal, tentang konten kartun, atau tentang kisah nabi.. dan dengarkan pendapatnya walau agak ngaco (misal), kemudian luruskan pendapatnya pelan-pelan dengan menggunakan lima pisau yang sudah disebutkan sebelumnya😁✅

***

Pertanyaan:

Tina Sabumi 1

Di jaman skrng ini rasa nya sulit sekali menjauhkan anak dari yang nama nya game,lebih lebih game online…
Dan sering kali banyak iklan atau game yang berbau pornografi…
Bagai mana tanggapan mbak tristi ?dan ada kan cara untuk kita memblokir iklan yg kurang baik itu…
Terimakasih

Jawab:

hem. kalau anaknya masih bisa diberi pengertian kalau itu nggak boleh, coba diberi pemahaman kalau game online berbau pornografi nggak baik, dsb.. tapi kalau sudah kadung sulit, bagi saya pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki komunikasi dengan anaknya sih. ini saya pengalaman dengan adik saya sendiri, beliau suka sekali chat dengan orang asing, efbean berlebihan, dsb.. pernah saya larang tapi nggak mempan, akhirnya yang saya lakukan banyak-banyak pancing adik saya untuk ngobrol, untuk curhat, dsb.. akhirnya adik saya jadi dekat dengan saya dan cenderung lebih mudah diberitahu.. kalau cara blokir iklan saya kurang tahu hapunten🙏🏾

Tanggapan:

Baik nya lebih protek dr diri kita sendiri dlu ya mbak,dan menyikapi nya dengan saling berkomunikasi…

Narsum:

betul sekalii. kalau bisa dibarengi juga dari segi pelarangan dan pembatasan, tapi harus diiringi dengan kita yang mau dekat dan mendengarkan dengan yang mau kita nasihati.

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

PENUTUP

Sebenarnya, literasi media sangat eraat sekali kaitannya dengan wahyu pertama Alquran, IQRA. Bacalah. Unik ya. Kita tidak diminta langung untuk TAATILAH, atau KERJAKANLAH.

Tapi IQRA, BACALAH. Jadi, memang literasi media bisa disimpulkan merupakan “DNA” yang sudah harus melekat di diri muslim.

Membaca di sini, menurut saya maknanya luas sekali. Sudah ke tahap memahami dan menelaah informasi, menggali nilai kebenaran dan manfaatnya. Jadi sebelum menilai, menge-share, dan memanfaatkan informasi– yuk berjeda terlebih dahulu untuk “iqra”! 😁

SELESAI

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s