Parenting · Seminar/Talkshow

Ngobras Serasi Materi 2 “Mendampingi Anak Lepas Dari Pornografi”

Membaca pengalaman beliau dari flyer tersebut di atas, saya sempat bertanya-tanya…bagaimana cata Ibu menyampaikan permasalahan ini dihadapan publik?
Karena menurut saya ini bagaikan luka yang tersimpan dalam diri seorang ibu sebagai pendidik dan madrasah utama bagi anak.

Diawali dengan evaluasi diri dari Ibu Ida Nur’Aini bahwa kalau anak melakukan ketidakpatuhan, maka yang perlu di evaluasi adalah orang tuanya. Itu bisa terjadi dengan sengaja maupun tidak sengaja.

Maksudnya adalah anak selalu mengerti keadaan orang tuanya. Hanya orang tuanyalah yang sering ABAI.

Dikisahkan tentang anak pertama Ibu yang terpapar adiksi pornografi. Kok bisa? Padahal kala itu di sekolah belum nge-trendhandphone dan internet dimana-mana seperti saat ini. Belum pula anak diberikan uang jajan yang berlebihan, kaena bersekolah di salah satu SD negeri di Bandung.

Ternyata kaka terpapar pornografi dari ajakan teman-teman di sekolahnya. Teman-temannya suka menyebut kata “jilat” dan “kocok”. Kaka mengaku tidak mengerti apa arti dari kata-kata tersebut. Yang kemudian, kaka…

View original post 1,084 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s