Memahami Homeschooling

Ketika Memilih Homeschooling (8/10)

🌸🌸 Bagian 8 🌸🌸

Ketika Memilih Homeschooling

Tulisan ini akan dibuka dengan suatu pesan dari Rasulullah saw.
“Ibnu Umar r.a. berkata: ‘Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”

Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggung jawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungjawaban) dari hal-hal yang dipimpinnya.” (H.R. Bukhari & Muslim)

Tanggung jawab pendidikan anak, baik mental, intelektual, spiritual, dan finansial, berada di tangan orangtua. Tak peduli orang tua siap atau tidak.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya orangtua memahami kondisi psikologis, kecenderungan potensi, dan bakat anak lalu memetakan kelemahan dan kelebihannya untuk kemudian membuat rencana untuk memaksimalkan atau menguranginya karena pendidikan adalah tentang usaha terus-menerus menumbuhkan minat dan menyiasati kekurangan yang ada pada anak-anak.

Ketika memilih homeschooling, tidak berarti kita harus super segalanya.
Kita hanya dituntut untuk berkemauan kuat dalam belajar, mau berusaha memahami dan menguasai informasi sesuai dengan perkembangan zaman, dan tak lupa sebagai kompas yang memberi arah dari Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pijakan kehidupan anak.

Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa peran orangtua homeschooler yaitu sebagai:
1. fasilitator,
2. organisator, dan
3. manajer.

Bila kita petakan, sifat yang harus dimiliki sebagai orangtua adalah:
1. sabar,
2. mau bernegosiasi,
3. tanggap,
4. fleksibel,
5. suka perubahan,
6. memahami kebutuhan dan keinginan anak,
7. mengetahui kemampuan dan ketertarikan anak,
8. memahami kondisi fisik, psikologis, dan mood anak, dan
9. kreatif.

Langkah pintar berikutnya adalah sebagai berikut.
1. Berburu informasi seputar homeschooling.
2. Aktif dalam komunitas homeschooling.
3. Belajar dari para homeschooler yang sudah berpengalaman
4. Menentukan best starting point.
5. Mengambil keputusan.

a. Ambil waktu 6 bulan sebagai periode eksplorasi.
b. Memilih kurikulum.
c. Menentukan gaya belajar.
d. Menentukan model dan metode.
e. Melakukan evaluasi secara konstan.

📌 Persiapkan ananda
Proses belajar di rumah sepenuhnya dilakukan untuk kebaikan, kenyamanan, dan pemenuhan kebutuhan anak.
Anak harus mendapatkan kondisi dimana mereka mencintai proses belajar dengan cara yang paling menyenangkan. Anak selalu dirangsang untuk mengeksplorasi apapun yang ada di sekitar mereka baik internal maupun eksternal diri mereka, sehingga jika rangsangan ini berhasil, anak akan mendapatkan poin utama dari pendidikan, yaitu menjalani proses belajar karena motivasi dari dalam diri mereka sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s