Homeschooler Story · Homeschooling Highlight

[Sharing Session]: Homeschooling Keluarga Teh Winiar

Profil:
Winiar Setiawati
Ibu dari 4 orang anak ( usia 17 tahun, 13 tahun, 10 tahun dan 2,9 thn)
Yang saat ini HS adalah anak ke 2 dan 3

📕📘📕📘📕📘📕

Pendahuluan:
Sama halnya dengan teteh-teteh semua, saya masih belajar mengenai homescooling (HS) dan baru 9 bulan melakukan HS. Masih banyak kekurangan sehingga belum layak untuk dijadikan rujukan, tapi karena diminta untuk sharing mudah-mudahan bisa berbagi dan mungkin juga sebagai masukan saya untuk proses HS selanjutnya.

Berikut pelaksanaan HS kami:
Kami memang mengagendakan di tahun ke-1 ini fokus pada hapalan Qur’an, jadi untuk pelajaran lain mereka hanya sebatas baca buku-buku saja belum ditekuni secara serius. Setelah sholat Subuh mereka dibiasakan tilawah/murojaah sampai jam 6, kemudian sarapan dan lanjut ke tugas beres-beres rumah. Untuk anak laki-laki yang usia 10 tahun tugasnya mencuci piring dan kakaknya yang perempuan usia 13 tahun bertugas membereskan dan menyapu rumah. Nah mulai jam 8, mereka melakukan hapalan baru dengan waktu satu jam berselang-seling beristirahat hingga jam 15.
Setelah sholat Ashar baru mereka bermain bersama teman-teman sekitar rumah.

Begitulah rutinitas HS kami, 2 (dua) minggu sekali kami pergi ke Bapusipda untuk menukar buku yang dipinjam.

Untuk anak yang berusia 2,9 tahun, prosesnya dengan cara memfasilitasi mainan edukatif dan membacakan cerita, tapi ketika kakak-kakaknya mengaji suka ikut mengaji bersama dan ingin didengarkan walaupun yang mau dibaca baru surat Al-Ikhlas yang belum jelas pengucapannya.

Untuk acara akhir pecan (Sabtu dan Ahad) anak-anak ikut Mentoring sesuai usia dan Thifan.

Mungkin itu dulu ya teh sharing dari saya.

📕📘📕📘📕📘📕

-Sesi Tanya Jawab-

❓Teh Irma:
Untuk anak-anak yang usia SD selain Qur’an adakah materi lain yang diberikan? Teknik hafalannya bagaimana teh?  lumayan panjang sampai jam 15.

📌Teh Winiar :
Untuk tahun ke-1 ini saya fokuskan ke Al-Qur’an dulu. Materi pelajaran lain sebatas selingan saja.

❓Teh Irma:
Kalo boleh tahu bagaimana rencana jangka panjang HS-nya?

📌Teh Winiar :
Untuk anak yang usia 13 tahun (Akhwat) Insya Allah bulan Juni ini mau test Pesantren Tahfiz program 2 tahun. Sebelumnya sempat ikutan tapi belum keterima, jadi dengan HS selama ini untuk melatih kesiapan beliau di pesantren yang lebih padat untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Sementara anak yang usia 10 th (Ikhwan) masuk tahun ke-2 HS sudah diprogram untuk mata pelajaran yang akan di UN kan.

❓Teh Lia:
Teh Winiar apa ada format khusus untuk evaluasi hapalannya? Misal semacam reward atau rapot sederhana untuk anak

📌Teh Winiar :
Setelah sholat Subuh biasa tilawah 3 lembar sampai 1 juz, mulai jam 8-9 menghapal hapalan baru. Lalu 1 jam istirahat. Selanjutnya 10-11 masih hapalan baru juga. Setelah soliskan kita murojaah juz yang sudah di hafal. Misal Juz 30 dan Juz 29.
Awalnya memang terasa berat tapi setelah 9 bulan ini anak-anak terbiasa dan mereka sudah bisa mandiri.
Reward biasanya anak minta dibelikan mainan kalo sudah selesai 1 Juz. Tapi kalo kakaknya yang akhwat reward-nya lebih memilih uang untuk ditabung.

❓Teh Irma:
Apakah selama 9 bulan ini anak pernah jenuh? Jika pernah bagaimana mengatasinya?

❓Teh Ferizka:
1⃣Teh diawal HS adakah pertanyaan dari anak untuk apa menghafal Al Qur’an? Bagaimana menjawabnya?
2⃣Dirumah ada televisi? Apakah anak-anak diperbolehkan menonton televisi?
3⃣Pertanyaan yang sama dengan Teh Irma (Bagaimana menyemangati anak-anak saat jenuh)?

📌Teh Winiar:
1⃣Sebelum melakukan proses tahfidz dan sampai sekarang pun memang kita selalu bercerita tentang keutamaan-keutamaan menjadi hafidz Qur’an. Jadi karena proses tahfidz ini kita juga sebagai orang tuanya melakukan bersama-sama. Sehingga anak-anak malah berlomba ingin duluan jadi hafidz dibanding Umi Abinya
2⃣Televisi masih ada di rumah tapi kita batasi sehari 1 jam saja.
3⃣Kejenuhan ada saja. Misalnya, belum 1 jam menghapal kalo ada hapalan yang agak susah hapal biasanya anak bilang cape atau ingin cepat pindah ke ayat selanjutnya. Ya udah kalo merasa cape istirahat dulu saja. Ketika tahfidz itu biasanya hafalan baru mah semangat anak-anak menghafalnya. Tapi untuk murojaah itu yang agak suka males, oleh sebab itu saya yang harus konsisten mendampingi setiap hari untuk mendengarkan juz yang sudah dihapalnya. Dan kita punya agenda satu bulan sekali setoran ke lembaga tahfidz semua keluarga. Untuk menyetorkan setoran yang dihafal dalam satu bulan tersebut

❓Teh Ferizka:
Menonton apa yang diperbolehkan?

📌Teh Winiar:
Biasanya nonton Laptop Si Unyil

❓Teh Shofa:
Lembaga tahfidz mana bu?

📌Teh Winiar :
Di Pondok Qur’an

❓Teh Susam:
Sebelumnya, anak-anak kan bersekolah ya. Apa yang menyebabkan Ibu dan Suami memutuskan anak-anak untuk HS saja, dan anak-anak keluar sekolah formal?

📌Teh Winiar:
Alasannya agar anak-anak bisa hafidz sebelum usia 17 thn. Untuk yang 13 thn itu sudah selesai sd. Untuk yg usia 10 thn pernah sekola yang khusus penghapal selama 1,5 tahun tapi ketika saya dengarkan hapalannya tidak ada yang bisa hapal. Karena mungkin masih banyak porsi pelajaran umumnya dan usia anak SD memang perlu pendampingan lebih intens dalam menghapal.

❓Teh Susam:
Apakah anak-anak Teh Winar diberikan metode yang sama dalam hapalannya? Mengingat bakat setiap anak berbeda?

📌Teh Winiar:
Metode: Semuanya hanya sering mengulang saja tapi kalo yang Ikhwan senangnya didampingi dan yang Akhwat mengulang sendiri dan cukup menyetorkan saja ke saya.
Tambahan motivasi HS yang lebih utama ketika memilih HS adalah ingin menanamkan dulu karakter/akhlak Islami dan membina hubungan yang lebih kuat antara orang tua dengan anak-anak sebelum balig agar ketika berinteraksi kelak dengan berbagai permasalahannya mereka sudah bisa memilih mana yang baik dan boleh atau mana yang harus ditinggalkan karena namanya anak remaja sering salah memilih curhat ya, makanya saya selalu tekankan pada anak boleh kalian banyak teman tapi ga boleh curhat kecuali pada Allah dan Umi Abi.

❓Teh Santiana:
Waktu anak-anaknya dibawah 5 tahun, program HS dirumah untuk menanamkan karakter/akhlak islami seperti apa yang Teh Winiar terapkan? Terus Bagaimana kita melihat pemahaman anak akan karakter yang sudah diajarkan?

📌Teh Winiar:
Selama ini di target ½ halaman perhari untuk hapalan baru. Terkadang tercapai kadang tidak. Tapi kalo tidak tercapai tidak harus menekan supaya tercapai, kita nikmati proses sja. Alhamdulillah setiap hari bisa tambah hapalan juga. Kecuali hari Sabtu Ahad biasanya kita cukup murojaah saja karena anak disibukkan dengan kegiatan lain di luar rumah dan waktunya lebih banyak untuk mereka bermain.
Seperti yang saya terapkan ke anak ke-4 yang masih usia 2,9 tahun, mengajak berdoa atau  sholat walaupun tidak selalu mengikuti ga masalah,selalu mengajak ke forum-forum kajian, bercerita cerita islami.
Kalau anak sudah besar bisa kelihatan karakter yang kita sudah ajarkan dengan pilihan-pilihan mereka bersikap,misalnya dalam memilih pakaian yang senantiasa untuk menutup aurat, malah anak yang laki-laki kalo bermain sama teman-temannya tidak mau diajak kalo menonton/main game ang ga jelas memilih pulang dia mah.

❓Teh Shofa:
Bu apakah kita perlu membuat target khusus per hari atau per minggu dalam hapalan Qur’an anak? Atau per bulan?

❓Teh Irma:
Kalau jadwal  Teh Winiar dari mulai bangun sampai tidur bolehkah di-share?

📌Teh Winiar:
Jadwal harian
02.30-04.15 : Me time untuk Allah & murojaah/hapalan
04.15-05.30 : Membangunkan anak-anak bersiap solat Subuh dan memotivasi agar anak tidak tidur lagi
05.30-07.00 : Menyiapkan sarapan keluarga
07.00-08.00 : Beberes bersama anak-anak
08.00-15.00  : Memantau belajar anak sambil beraktivitas rumah tangga
15.00-20.00:Beres-beres dan mempersiapkan kepulangan suami dari kerja, waktu berkumpul keluarga selanjutnya menemani anak yang balita untuk tidur.
Istirahat
*untuk solat tidak dituliskan karena itu mah sudah hapal semua ya.

Disaat anak bisa belajar sendiri-sendiri saya masak atau anak istirahat dengan masak bareng. Karena tidak  punya Asisten Rumah Tangga.
Tapi di hari-hari tertentu saya ada agenda tidak dirumah, jadi anak-anak ditugaskan saja hapalannya harus sampai mana. Jadi ketika sudah dirumah baru mereka menyetorkan hapalannya.

❓Teh Dwi :
Kalau untuk mengkondisikan anak kita yang HS saat bergaul dengan teman-temannya, supaya dia tidak minder karena teman-temannya mayoritas sekolah formal bagaimana?

📌Teh Winiar:
Selama ini saya tidak ada motivasi khusus sih, tapi saya tidak melihat anak-anak minder. Malah mereka jika ada yang nanya sekolah dimana? Anak-anak Percaya Diri (PD) jawab HS. Anak-anak suka ada agenda main sama teman-temannya SD dan mereka biasa saja saling bercerita kegiatan mereka.

❓Teh Shofa:
HS tidak mengganggu kepercayaan diri dan sosialisasi anak ya.

📌Teh Winiar:
Anak-anak PD jawab HS karena mereka juga sama-sama belajar dan anak yakin akan kemampuannya. Malah anak saya yang lelaki waktu sekolah sangat tidak pede kalo tampil ke depan kelas atau ada pementasan sekolah. Nah ketika setelah HS dengan semangat dia pernah ikut casting film nasional di ITB judulnya film “IQRO” yang tujuannya untuk memberi penghargaan pada Bapak yang membuat metode iqro.

❓Teh Riska:
Untuk gadget gimana teh? Karena selain tv, anak-anak juga terpaku pada gadget. Udah saya simpan di tempat khusus, tapi pas ketemu jadi agak sulit lepasnya. Sama hp juga, sementara saya perlu hp karena hampir semua ilmu ada disitu, grup, artikel, jualan termasuk resep masakan. Ada di hp.
Bagaimana cara me-manage penggunaan hp? Sementara anak-anak tidak saya kasih hp. Ada perasaan ga enak ketika saya menggunakan hp, bundanya sudah ketergantungan. Disebabkan semua aktivitas ada di hp.

📌Teh Winiar:
Saya selalu memberi pengertian tentang fungsi hp dan mereka tau kalau umi dan abi nya main hp bukan untuk iseng. Jadi kalaupun mereka menggunakan hp ya seperlunya. Untuk yang kecil kalau dia ga bisa diberi pengertian biarkan nangis saja dulu tapi sambil di kasih tawaran alternatif mainan lain.
Anak usia SD tidak saya kasih hp.

❓Teh Henny:
1⃣Biasa yang saya dengar dan baca, rata-rata HS memfokuskan ke minat bakat anak-anak. Bagaimana dengan teh Winiar. Apa juga fokus ke minat bakat anak-anaknya?
2⃣Bagaimana meyakinkan keluarga saat memilih HS, karena saya pribadi memilih meng-HS-kan anak-anak dipandang seperti berbuat dosa dan mendzolimi hak anak-anak untuk sekolah formal?

📌Teh Winiar:
1⃣Awalnya memang banyak pertanyaan dari Kakek Neneknya, tapi dengan melihat perkembangan anak sekarang mereka jadi percaya juga bahwa pendidikan itu tidak harus melalui sekolah formal. Awalnya saya sepakat dengan suami meng-HS-kan anak hingga SMP. Kalo SMA tetap sekolah karena saya dan suami mengukur kemampuan diri. Tapi berjalannya HS ini kita makin tau kemampuan anak. Terutama untuk yang usia 13 tahun sudah enak diajak diskusi dia lebih cenderung ke arah mana.
2⃣Keraguan orang-orang sekitar tentang meng HS kan anak tidak perlu kita bantah, tapi kita buktikan dengan keseriusan kita dalam proses pendidikan anak untuk menjawab keraguan/cibiran.
Saya baru 9 bulan HS jadi belum begitu serius mengarahkan mereka kearah minat bakatnya, untuk yang usia 13 tahun karena mau masuk pesantren tahfidz dulu selama2 tahun. itu saja dulu. Karena proses untuk menjadi hafidz juga sudah menyita waktunya.

❓Teh Detie: Assalamualaikum Teh Winiar, Bagaimana cara menemukan bakat dan minat anak-anak dan proses untuk mengembangkannya. Sama ya dengan pertanyaan Teh Henny. Kalau untuk Teh Nida (putrid Teh Winiar) bakat yang sudah ditemukan dan dikembangkan apa ya teh? Teh win ada kemantapan untuk HS pasti sudah punya bekal.

📌Teh Winiar :
Kalo Nida katanya ingin jadi ahli sejarah/hadits jadi kalo nanti setelah program tahfidz nya selesai bisa memilih lembaga yang menunjang ke situ.

-Penutup Sharing-

Barakallah kita tutup diskusinya ya bu ibu.
Subhaanakallahahumma wa bihamdik.
Asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuwbu ilayk.
Haturnuhun yang sudah hadir dalam sharing HS siang ini.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s