Memahami Homeschooling

Kurikulum Homeschooling (10/10)

🌸🌸 Bagian 10 🌸🌸

Alangkah bijaknya jika kita memperhatikan hal berikut ini sebelum menyusun atau memilih sebuah kurikulum.

1. Orientasi akademik
Apakah kita akan memfokuskan belajar di dalam negeri atau go international

2. Nilai keluarga
Banyak kurikulum HS yang didesain untuk dapat menanamkan konsep tertentu. Itulah mengapa kita harus selektif ketika memilih komunitas homeschooling maupun mengadopsi nilainya

3. Gaya belajar
Gaya belajar dalam homeschooling lebih fleksibel dibandingkan sekolah formal. Tidak perlu berkutat di depan buku selama 8 jam sehari, jalan-jalan ke pasar pun bisa menjadi salah satu cara belajar

4. Kemampuan finansial
Bagaimana isi kurikulum yang akan diterapkan sebenarnya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial yang kita miliki. Jadi, tidak perlu memaksakan diri harus begini begitu, manfaatkan saja yang ada.

 📝 Untuk Dipahami:

  1. Homeschooling bukanlah memindahkan sekolah ke rumah.
  2. Pintar bukan hanya dinilai dari kemampuan menghafal dan kepandaian dalam berhitung.
  3. Orangtua yang mampu menjadikan anak sebagai happy independent learner, akan menjunjung tinggi tanggung jawab, inovasi, hasil karya, percaya diri, pantang menyerah, dan mampu menerima kegagalan, bukan sekadar selembar ijazah yang seringkali memangkas cara berpikir dan mengerdilkan segala potensi.
  4. Homeschooling dipilih karena orangtua paham, pendidikan berkualitas tidak ada hubungannya dengan seberapa banyak uang yang harus dikeluarkan.
  5. Terobsesi menjadikan anak hebat di segala bidang hanya akan menyisakan frustasi dan tidak menikmati proses bersama yang bersejarah.
  6. Bijaksana dalam memberikan pelajaran. Hargai setiap potensi anak karena yang wajib dipelajari adalah agama.
  7. Bukan harus menjadi serba tahu, tapi orangtua harus tahu dimana bisa mendapatkan informasi.

Ada yang sejatinya harus kita renungkan sebagai orangtua, sebuah hadits dari kekasih tercinta..
Sepeninggal kita nanti, selain shadaqah jariyah dan ilmu yang bermanfaat, tak ada lagi yang dapat kita harapkan selain anak-anak saleh yang mendoakan.

“Artinya, fokus kita harus menjadikan mereka saleh dulu lalu muncul tindakan untuk mendoakan kita. Maka, atas doa anak-anak kita, yang harus kita risaukan adalah iman mereka. Kesalehan mereka. Bukan yang lainnya”
Ust. Fauzil Adhim dalam Segenggam iman Anak Kita.

Referensi Serial Memahami Homeschooling 1-10:
Al-Quran
Tarbiyatul Aulad, Abdullah Nashih Ulwan
Maj’muatur Rasail, Hasan Al Banna
Sirah Nabawy, Abdul Hasan Ali al-Hasani An-Nadwi
Segenggam Iman Anak Kita, M. Fauzil Adhim
Panduan Homeschooling, Maulia D. Kembara, M.Pd
Saksikanlah Bahwa Aku Seorang Muslim, Salim A. Fillah
Untukmu Kader Dakwah, Rahmat Abdullah
Dengan Pujian bukan Kemarahan, Nesia Andriana Arif
Totto Chan, Tetsuko Kuroyanagi

Dyah Wulandhari,
Adminah Sabumi HSMN Bandung,
Kadiv. Pendidikan Yayasan Generasi Juara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s