Homeschooler Story · Homeschooling Highlight

Homeschooling Keluarga Ayeman — Part 1

Tanggal : 2 April 2016
Narasumber : Abah dan Ambu Ayeman
Tema : Serba-serbi HS Keluarga Ayeman

Note: Usia Ayeman 6 tahun

๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€

Pengantar Materi :

Dalam setiap keluarga yang memilih HS untuk pendidikan anak-anaknya, harus memiliki visi misi sebagai landasan. Tentunya setiap keluarga bisa berbeda visi dan misinya, bisa di katakan inilah SOP dalam keluarga.

Dalam penerapan HS di rumah keluarga Ayeman, visi dan misinya adalah menumbuhkan dan merawat kecintaan terhadap belajar dan beribadah yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam kulwap ini akan dibahas tentang:
*Penerapan aturan-aturan rumah dan HS Ayeman
*Pembagian tugas abah ambu
*Materi belajar
*Quran home

๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€

Selayang pandang dari Ambu :

Assalamualaikum,
Kami merasa perlu mengingatkan bahwa kami masih sangat pemula, baik dalam agama, parenting, dan praktik HS. Yang kami lakukan ini sekedar mengamalkan sedikit dari ilmu yang secuil pula, sehingga mohon dimaklumi jika kami masih banyak kesalahan.

Pertama tentang visi/alasan HS ini berkaitan erat dengan misi kami sebagai keluarga muslim. Bersama, kami sangat2 ingin diridhai Allah, selamat dunia akhirat. Hal ini juga yg kemudian jadi misi utama HS kami, yaitu meraih ridha Allah azza wa jalla.

Oleh karena itu, visi tadi perlu penjabaran konkrit kan ya, gimana sih caranya meraih ridha Allah?
Jawabannya adalah dengan Ibadah dan menjadi practising moslems, krn kita diciptakan untuk beribadah kepadaNya. Dan seluruh aspek kehidupan kita seharusnya berhubungan dengan aspek Ibadah/ketaatan.

Lalu, Ibadah yang bagaimana? Yaitu ibadah yg berlandaskan pada Al-Qur’an dan sunnah, sesuai pemahaman ummat terdahulu โžก ittiba

Disamping itu kami juga ingin menumbuhkan dan merawat kecintaan akan belajar pada keluarga kami.
Jadi pada dasarnya, visi dan misi HS = visi dan misi keluarga.

Setelah jatuh bangun HS 10 bulan ini, kami melihat beberapa sisi pembelajaran:
๐Ÿ”ธislamic studies โžก semua hal yg berkenaan dengan tuntunan syari, dilakukan dari bangun hingga tidur lagi
๐Ÿ”ธsoft skills โžก akhlak dan attitude
๐Ÿ”ธlife skills โžก keterampilan hidup mandiri
๐Ÿ”ธnumeracy โžก keterampilan berhitung
๐Ÿ”ธliteracy โžก keterampilan berbahasa
๐Ÿ”ธscience โžก ipa
๐Ÿ”ธsport and pe (physical education) โžก olahraga dan hidup bersih dan sehat
๐Ÿ”ธart and craft โžก seni
๐Ÿ”ธgeneral knowledge โžก geografi, astronomi, dll

image

๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š

๐Ÿ“Arti Ittiba adalah pernyataan seseorang yg diikuti dengan dalil. Jadi sejatinya bukan mengikuti perkataan seseorang, tapi mengikuti dalilnya. Betul begitu Ambu? pernyataan yang datangnya dari firman Allah dan perkataan Rasulullah.

๐Ÿ“ŒBetul, dan untuk ittiba ini perlu banyak belajar, untuk mengetahui mana dalil yang benar mana yang bukan, mana contoh Rasul, mana tradisi masyarakat. kami memang telat baru belajar di usia segini. tapiii better late than never.

Sebagai ortu yang ‘terlambat’ bertaubat, kita baru tahu bahwa selama ini kita explore ke sana sini mencari visi keluarga, padahal ternyata apa yang ada di islam (dari sedikit yang kita tahu), sudah sangat lengkap. bahkan bukan hanya visi tapi juga bagaimana secara praktis mendidik keluarga

Jadi sekarang kita sedang merangkak, kokoreh sedikit sedikit ttg islam dan keluarga, dan yang sedikit2 itu teh coba diterapkan sebisa mungkin.

Menyenangkan kalau tiba-tiba dapet ilmu (yg didasarkan pada ajaran islam) ttg keluarga, seperti nemu harta karun. Saya sering bilang ke ambu, kita ini kemana aja selama ini ๐Ÿ˜

๐Ÿ“Sudah 10 bulan HS itu berarti mulainya pas Ayeman usia berapa?

๐Ÿ“Œusia 5 tahun 3 bulan, pernah playgroup setahun, kinder (tk) setahun, dan prep (semacam persiapan masuk sd) 3 bulan. playgroup di indo, kinder dan prep di australia

๐Ÿ“ŒAbah Ayeman:
tapi seperti kata ambu, terlambat itu lebih baik, tapi tentu tidak terlambat jauh lebih baik.

๐Ÿ“Noted abah. Kadang ada yg bilang “aduh saya udah jauh banget…susah ah” padahal sebenarnya no excuse y bah, krn surat tugasnya dari Rabb langsung

Dibilang telat taubatnya itu, dr kapan ambu? Kapan baru benar2 ah..ternyata saya sudah salah langkah sebelum ini

๐Ÿ“Œmungkin baru dua tahunan (saat ayeman usia 4th) lebih serius belajar agama dan cari sumber yang lebih shahih.

dari dulu kami sering ke pengajian, tapi kajian umum populer khas indonesia yg banyak heureuy nya ketimbang ilmunya
akhir2 ini kami baru ikut kajian kitab2 yang bikin malu karena selama ini kami sudah abaikan…

๐Ÿ“Book reference dong Ambu, buat sumber shahihnya maksudnya..

๐Ÿ“Œ ambu ayeman :
karya ulama2 besar teh, ibnu katsir, imam nawawi, ibnu taimiyah…

๐Ÿ“Œabah ayeman :
jadi nambahin dikit ttg alasan hs. ada kaitan antara kita ingin jadi practising moslems dengan mengapa milih hs untuk pendidikan ayeman. setelah kita mengamati sekolah sekolah yang ada, kita tidak begitu yakin untuk melepas ayeman ke sekolah. mungkin karena kita belum survey cukup banyak ya, karena kita dari 2008 sampai 2015 ngga di indo

๐Ÿ“Œambu ayeman:
iya, kami sangat2 ingin ayeman punya pendirian yg kuat saat terjun ke masyarakat. pendirian sbg practising moslem

๐Ÿ“Kenapa ngga kepikiran pesantren abah?

๐Ÿ“Œabah ayemanโ€ฌ:
pesantren mungkin, tapi belum. ada saatnya, terutama karena ayeman laki2, perlu merantau, belajar agama, mungkin masantren

๐Ÿ“Œ ambu ayeman:
salah satunya, karena kami ingin punya andil dalam kebaikan membentuk pendiriannya

๐Ÿ“Œ abah ayeman :
tapi sampai baligh, yang kami tau, pendidikan terbaik itu bersama ortu

๐Ÿ“Œ ambu ayeman:
kami juga ingin punya bonding

๐Ÿ“Sampai umur 10-12th ya abah ambu?

๐Ÿ“Œ abah ayeman :
kalau laki2 mungkin lebih lambat ya, sekitar usia 14-15. kalau perempuan, pada saat sudah haidh

๐Ÿ“Dlm membuat “kurikulum”, apa saja referensinya? Krn skrg sy ada kekhawatiran ketika mengikuti psikologi barat

๐Ÿ“Œambu ayeman :
kurikulum kami lebih banyak berasal dari pengalaman, lalu kami kelompokkan. yang kami ambil dari luar biasanya berkenaan dengan pelajaran umum seperti matematika, bahasa
dari kulwap sabumi juga, hehe

๐Ÿ“Contohnya yg dr pengalaman itu bgmn Ambu?

๐Ÿ“Œambu ayeman:
misalnya, dari pengalaman, kami tahu bhw ayeman lebih tertarik pada kendaraan2, antariksa dan ikan paus, maka kami arahkan pelajaran melalui ketertarikannya tersebut.
untuk belajar menulis, yg dia tuliskan sebuah buku bergambar tentang mobil. gpp tulisannya lom rapi, yg penting ketertarikannya disalurkan dalam karya dan proses belajar

kami tidak punya kurikulum fix, sangat2 longgar. untuk usianya sekarang, yg kami targetkan adalah identitasnya sebagai muslim, kecintaan thd islam dan kecintaan belajar. udah itu aja yg utama.

๐Ÿ“Jadi ngga ada settingan lesson plan sebulan misalnya ya ambu? Atau lesson plan mingguan. Hari ini math sama adab, besok ini besoknya lg itu. Belajarnya sesuai pilihan ayeman, apa yg ayeman lg mau. Begitu kah?

๐Ÿ“Œambu ayeman:
nggak ada, yg kami punya, daftar bbrp ide pelajaran yg ingin kami sampaikan. Nah, kadang satu ide, misalnya belajar baca waktu (jam) bisa sampe 3 hari berturut2. bentar2 nanya: eh skrg jam brp ya, tolong liatin jam dong…
jadi lupakan sejenak pelajaran lainnya.

๐Ÿ“I see, jadi targetnya satu materi done dl ya ambu, baru ke materi berikutnya. Karena kadang org mindset soal hs itu mengerikan dan harus punya lesson plan.

๐Ÿ“Œ ambu ayeman:
di awal kami bikin fixed lesson plan, dan bikin stress karena ayeman ga tertarik. akhirnya kita ikutin ketertarikannya, baru masukin poin2 belajar

๐Ÿ“Œ abah ayeman :
jadi menguatkan yang dirangkum ibu irna, penting sekali ortu duduk bareng, sepakati keluarga teh mau dibawa ke mana, nanti baru akan lebih jelas pendidikan anak kita ada di mana posisinya dalam rencana besar keluarga teh. syang bisi kita sangat banyak keluar tenaga, biayaย  untuk pendidikan anak tapi gak jelas untuk apa, kaitanyya dengan visi keluarga seperti apa, nyambung ga… maap rada balik sedikit ke visi.

๐Ÿ“Kalau utk acuan tugas perkembangannya?
Apa ada daftar ceklisan yg sudah dan ingin dicapai ayeman yg lbh detail, misal dlm pe ini yg sdh, dan yg blm ini dst.

๐Ÿ“Œambu ayeman:
acuan tugas perkembangan… check list nggak ada.
kami cenderung melihat perkembangan langsung. misalnya kami pernah khawatir krn ayeman ga tertarik sepedahan, pdhl di masa kecil kami kayaknya bersepeda adalah menu wajib, hehe. Lalu tiap pagi abah ngajak ayeman sepedahan sambil abah jogging. Sampai tertarik menjadikan kegiatan fisik menu hariannya. Tapi ngga ada target waktu.

๐Ÿ“Œabah ayeman
menambahkan ambu sedikit, yang jadi perhatian utama kami saat usia ayeman sekarang adalah kecintaan ayeman thd belajar. Jadi walaupun kita aware dengan tugas perjembangan anak, kita sangat hati2 untuk tidak menjadikan itu beban. kalau menurut kita ada yang perku dikejar, misalnya tadi kata ambu naik sepeda, kita siapkan rencana. terutama alokasi waktu dari saya atau ambu. kita sangat hati2 supaya ayeman tidak terbebani bisa naik sepeda. jadi fokus kita, gimana dia bisa mulai menyenangi naik sepeda. dan effortnya jadi jauh lebih banyak.

kita sering bicarain ttg perlunya bisa sepeda, terus ayeman sdg senang peperangan, kita sebutin kalau skill naek sepeda itu penting dalam peperangan, terus saya temenin naik sepeda sambil ngobrol kaditu kadieu, sambil ngumpulin buah pinus, dan memang waktu yang perlu disiapkan banyak. Mudah2an jadi investasi kecintaan ayeman terhadap belajar.

๐Ÿ“Œambu ayeman:
dengan teman seusianya ayeman main pagi (sambil sepedahan) dan sore di dta, saat abah ambu kajian, dan saat teman ke rumah
sisanya banyak main pretend sama abah.
*dta=tpa
pretend main peran
misalnya pingin jadi astronot main ke bulan.

๐Ÿ“Œabah ayemanโ€ฌ:
tpa tiap hari senin-jumat jam 4-5.30 sore, walaupun jumat sering bolos karena ikut abah ambu kajian ^_^
dan main sama temennya (lari2) di tempat kajian ๐Ÿ˜

๐Ÿ“Pernah ada permintaan dari ayeman u sekolah ga ambu?

๐Ÿ“Œambu ayeman:
sejauh ini ga ada tapi kami tetap mempersiapkan kemungkinan ini. tetep nabung dan cari tau sekolah yg ideal sesuai visi misi kami

๐Ÿ“Mau tanya pembagian peran abah sama ambu gimana?

๐Ÿ“Œambu ayeman:
abah jd kepsek dan tukang bebersih kelas
ambu jd guru dan tukang masak
ayeman jg jadi guru kadang2

abah spesialisasi kegiatan fisik dan murajaah
ambu semua pelajaran lainnya
ambu bikin rencana, abah periksa sblm acc. begitu kurang lebih dan disesuaikan keluangan waktu. weekdays abah cuma bisa pagi dan stlh ngantor.

๐Ÿ“Itu teh udah disepakti dan direncanakan dari pas menentukan visi misi?
Ayeman keren jadi guru.. inget pas playdate jadi storyteller meni sabar ngadepin bocil2… hehehe

๐Ÿ“Œambu ayeman:
Ayeman suka ngajar walopun bodor hehe

๐Ÿ“Ambu bikin rencana2 gitu biasanya kapan? Terus bikin rencananya diliat berdasarkan apa? Apa aja yg diobservasi?

๐Ÿ“Œambu ayeman:
bikin rencananya pas ada ide dan waktu. ide dateng kapan aja, jadi cepet2 tulis sblm lupa. cari waktu luang lebih susah, tp pas ada waktu ide2 yg dah ditulis bisa dimatengin diajuin ke abah.

๐Ÿ“Dalam menyusun perencanaan ato saat melakukan ‘evaluasi’, ayeman ikut ngasi semacam ide ato masukan ndak? Mkn dlm forum spt rapat keluarga gitu.
Ato murni dr abah-ambu aja?

๐Ÿ“Œambu ayeman:
dalam perencanaan ayeman ikut, krn ide2 tema belajar kan dari dia. evaluasi baru ambu yg bikin, sekedar catatan sederhana ttg apa yg sdh dilakukan dan apa yg jd pr abah ambunya. (ujung2nya yg dievaluasi ortunya, hehe). Bentuknya lebih ngobrol, belum kayak rapat. Semakin banyak terlibat, semakin sadar bhw yg perlu diperbaiki adl ortunya.

๐Ÿ“Œabah ayemanโ€ฌ:
kalau saya bandingin porsi ‘main’ ayeman dengan sebayanya memang tidak sebanyak yang sekolah umum ya. sejauh ini kami masih merasa cukup. ohya ayeman juga main pas thifan di itb

๐Ÿ“Tp kapan mulai sekolahnya masih blm kepikiran ya ambu, pas masuk masa santri itu mungkin maksimalnya
Benar demikian ya abah ambu?
Tayyib..

Dengan catatan Ayeman sudah bisa diajak berkomunikasi aktif ya ambu. Dalam artian sudah mengerti bahwa ini adalah kegiatan “belajar”. Karena kalau anak masih belum mengerti mintanya pasti aneh2 dan out of the box diluar konteks.

Semoga Allah memberkahi orangtuanya dan para ibu disini beserta ayah-ayah yg sedang berjuang

Ingat, share Ambu hanyalah share, jadikan sebagai ghirah untuk belajar dan berusaha lebih baik lagi

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ูŽ ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชููˆู’ุจู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya:

โ€œMaha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.โ€.

ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ
๐Ÿ”…๐Ÿ”†๐Ÿ”…SABUMI๐Ÿ”…๐Ÿ”†๐Ÿ”…
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

๐Ÿ‘ฅ FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
๐Ÿ’ป Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
๐Ÿ‘FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
๐ŸŒ web:
hsmuslimnusantara.org
๐Ÿ“ท instagram: @hsmuslimnusantara
๐Ÿค twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s