Diskusi · Sharing Hikmah

Berharap Hanya kepada Allah

🍎Sharing Hikmah🍎

🐢senin, 18 April 2016

BERHARAP HANYA KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Bunda-bunda shalihah… hari ini Senin 18 April 2016,
Tema kita adalah tentang Tauhid dengan topik pembahasan:

🖌CABANG IMAN KE 12

Yakni,
⭐Beriman Terhadap Kewajiban Berharap (Raja’) Hanya Kepada Allah Azza Wa Jalla⭐

Beriman terhadap kewajiban berharap (raja’) kepada Allah Azza Wa Jalla sebagaimana dalam firmanNya:

🌙Q.S. Al Isra’: 57
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti.”

⭐Q.S. Zumar
(51). فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا ۚوَالَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ هَٰؤُلَاءِ سَيُصِيبُهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ

“Maka mereka ditimpa akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.”

☀Q.S. An Nisa: 48
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

🌙Kata raja’ dengan mad panjang artinya harapan yaitu keterikatan hati untuk mendapatkan apa yang disenangi dengan menempuh sebab- sebabnya. Kalau ia tidak berusaha menempuh sebab-sebabnya namun bersemangat mendapatkanya, ia termasuk orang yang tercela menurut syar’i.

Al hafizh, Ibnu Jauzi berkata “Sesungguhnya perumpamaan orang-orang yang mengharap (ampunan dari Allah), tetapi ia tetap melaksanakan maksiat kepada-Nya bagaikan orang yang sangat mengharapkan panen yang melimpah namun tidak menanam, mengharap anak tetapi tidak menikah. Kita memohon taufiq kepada Allah.”

⭐Dalam hadits lafadz dzikr yang dimaksud tidak hanya sebatas dzikir lisan tetapi lebih umum mencakup semua anggota badan. Dzikir lisan dengan memuji-Nya; dzikir kedua mata dengan meneteskan airmata penyesalan; dzikir kedua tangan dengan pemberian; dzikir kedua telinga dengan mendengarkan kebaikan; dzikir hati dengan rasa takut terhadap siksa dan berharap terhadap rahmat-Nya; dan dzikir ruh dengan menyerahkan diri serta ridha.

☀Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dalam shahih Al Bukhari dan shahih Muslim dari Abu Hurairah ra. behwasanya Rasulullah SAW bersabda,

“Seandainya seorang mukmin mengetahui apa yang disisi Allah SWT. dari siksa-Nya, tidak ada seorangpun yang mengharap surga-Nya sama sekali. Seandainya orang-orang kafir mengetahui apa yang disisi Allah SWT. dari rahmat-Nya, mereka tidak akan ragu dari surga-Nya sama sekali.”

🌙Disebutkan dalam hadits Jabir ra. dalam shahih Muslim bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda,

“Janganlah sekali -kali salah satu dari kalian meninggal dunia, kecuali dia berbaik sangka kepada Allah.”

📚Sumber:
Abu Ja’far Umar Al-Qazwini, “Syarah 77 Cabang Iman*Imam Al Baihaqi*”, Darul Islam. Bekasi. 2013.

#seri tema 77 cabang iman bagian ke-12#

Tim Tema Diskusi Harian HSMN Pusat
Hsmn.timtemadiskusi@gmail.com

HSMN 👥facebook.com/hsmuslimnusantara 👥FB: HSMuslimNusantara pusat
📷 @hsmuslimnusantara 🐤 @hs_muslim_n 🌐 hsmuslimnusantara.org

🌙🕸☀🕸⭐🕸🌙

Bunda-bunda sholihah.. Pada diskusi kali ini mari kita mengajak diri
dan keluarga kita untuk berupaya menjaga kesempurnaan amal ibadah dengan senantiasa bersikap khouf dan raja’ kepada Allah SWT.
⭐☀
Semoga Allah Merahmati kita semua..
Aamiin Ya Rabbal ’alamiin..

Mari kita berdiskusi, menebar ilmu dan hikmah yang telah Alloh Beri

🌙⭐

*
teh Rika Sabumi 2

Ini kejadian yang saya alami ketika alm. Ayah masih hidup,

Senin, 11 Januari 2016

Dari jam 1 dini hari ayah saya udah mulai batuk2, saya kira batuk biasa, hingga datang subuh, bagian lidah aga terlihat bengkak, waktu itu saya agak khawatir dan ngebujuk untuk pergi ke dokter, singkat cerita setelah perdebatan akhirnya ayah mau juga di ajak ke UGD RS. Habiebie pukul 11 siang, dengan kondisi lidah + mulut sudah kian membengkak. (Sebelumnya ayah saya punya riwayat penyakit ginjal dan kontrol rutin ke RS habiebie)

Jujur saat itu saya ‘kira’ sakit nya biasa saja karna alergi makanan (astaghfirullah saya menyepelekan penyakit, karna saya pikir penyakit yang biasa aja karna 2 minggu sebelum nya ayah saya juga sempet di rawat karna alergi).

Setelah kira2 3 jam di RS habibie dan mendapatkan suntikan anti alergi, ternyta bengkak nya bukan tambah kempes malah tambah menjadi, akhirnya karna keterbatasan dokter di rujuk lah ke RS. Salamun.

Di RS tsb UGD full tidak seperti biasa ruangan ranap juga full sampai2 beberapa saya lihat mengantri untuk masuk ruangan… akhir nya di rujuk lah ke RS Hasan Sadikin..

Dari sini saya udah mulai degdegan, masyaallah allahuakbar…tidak biasanya seperti ini

Akhirnya sampai di UGD RSHS pukul 5, ayah saya masih bisa mengobrol dengan memberi isyarat karna lidah sudah bengkak sampai ke leher, dan masih biasa saja sadar..

Sambil di periksa ini itu dan menunggu giliran operasi traestomi (maap kalo tulisnya salah, operasi ngebolongin tenggorokan untuk jalur nafas)..

Qodarullah
pukul 8 malam itu ayah saya lidah nya terjatuh kebelakang tenggorokan hingga menyebabkan gagal pernafasan.. 😭😭😭
Sambil teriak2 + jerit2 saya panggil dokter (dan kakak saya teh dian (kk ke 2) saat itu yang menemani dalam UDG) menangis sejadi2nya melihat ayah kesakitan menahan sakit karna tidak bisa bernafas…

akhirnya dokter datang dan di bawa ke ruang tindakan (operasi)

MasyaAllah disitu di ruang operasi tidakan saya melihat ayah saya sudah tak sadarkan diri karna benar2 tidak ada nafas lagi tidak ada gerakan nafas dari dada mau pun perut..

Benar2 saat itu saat yang paling menakutkan bagi saya..
Saya hanya bisa jongkok lemas gemeteran nangis campur aduk dan tidak punya daya apa2 lagi melihat ayah berjuang demi bernafas kembali😭😭😭

Dan saya beristighfar berulang dan menyebut asma allah, jongkok di pojokan ruangan tindakan persis sebelah ranjang operasi tsb.

Saya menangis sejadi2nya sambil membaca surat yasin hanya bisa MEMINTA PERTOLONGAN ALLAH…. 😭😭

qodarullah…

Allah mengabulkan permintaan saya, akhirnya Ayah bisa bernafas lagi dan detak jantungnya mulai terlihat lagi dimonitor..

Walaupun pada akhirnya allah lebih sayang sama ayah, setelah prjuangan keras selama 13 hari, ayah dipanggil allah dengan senyum tersimpul di bibirnya…

Subhanallah…
Laa ilaha illallah…
Allahuakbar..

Benar2 berharap itu HARUS WAJIB SAMA ALLAH saja…
Allah yang punya kita..
Kita cuman punya allah saja..

mohon maaf, share ini murni pengalaman pribadi saya dan tidk ada sama sekali maksud menyinggung pihak manapun.

teh neneng Hadiati Sabumi 2

MasyaAllah teh rika. Ibroh berharga utk kami yg masih diberikan karunia utk menjaga orang tua..serta mengingatkan diri kami sndiri…la haula wa laa quwwata illa billah..😭😭😭

teh Rintan Sabumi 3

Jadi terasa sesak didada dan mata tanpa diminta memanas …
Semoga Allah mmberikan ayah teh rika tempat terbaik disisiNya 😭😭😭

*

teh Asni Sundarini Sabumi 1

Baru2 ini sy jg pnya pngalamn tntang brhrp itu memang hnya kpd Allah..
Sudah hampir 4bulanan ayah sy trkena disentri yang tak kunjung sembuh. Sudah keberapa dokter ktanya tdk apa2.
tapi berat badan turun drastis 10kg.
Besan nya ayah sy yg seorang suster mnyarankn untuk periksa k dokter yg beliau kenal.

Singkt cerita dokter tsb menyarankn untuk periksa colanoscopy yg hnya ada d rshs dan sentosa hospital. Krn ayah sy seorang pensiunan maka prosedur askes pun kami lakukan. Supaya biaya bisa trcover hrs rawat inap. Booking kamar d sentosa ktka periksa k poli kamar d nyatakan penuh dan akn d hubungi bila sdh ada.
Krn kami khawatir lama dpt kmrnya, kami pun brmksd menempuh jalur umum sj tdk mnggunakan askes keesokan hr nya.
Qodarullah,,memang brharap itu hnya kpd Allah keesokan datang akan colanoscopy pd jam yg telah d tentukn, kmr pun sdh ada.
Stlh d periksa suspect dokter ayah sy trkena kanker usus😭.

Alat br d msk in 15cm sdh tdk bsa krn ada yg mnghalangi usus. Hrs d operasi dgn memotong dan mnymbungkn kmbali usus. Alhamdulillah Allah msh mmberi kesempatan kpd ayah sy. Operasi brjalan lncr, usus bisa d sambungkn langsung shngga tdk perlu d buatkn saluran pembuangan d perut. D rawat sktr 2 minggu..

dan Allah kmbali menolong kami dgn memurahkn biaya operasi dan perawatn d sana yg kisarannya sdh puluhan juta rupiah, kami hanya mmbayar ratusan sj. Sungguh pertolongan allah itu sngt dekat. Brharaplah hnya kpd Allah jgn kpd manusia. Allahu akbar.. mohon doa dr smuanya jg ya..skrng ayah sy sdng mnjalani prosedur chemoterapi. Moga Allah mmberikn ksehtn kmbali.

*

teh Muthiahusnullisa Sabumi1

kalau saya mah pengalaman mengurus rumah. Dulu seriiiiing banget berharap pada suami mengerti dengan cara telepati tea gening. Alhasil malah cape sendiri, ngerjain pekerjaan rumah juga sambil cemberut, dan suami bingung ada apa dengan si cinta. 😀

Pernah dicoba juga dengan cara pembagian tugas, tapi kalau salah satu berhalangan karena cape misalnya, pekerjaan terbengkalai, dan teteup si saya menggantikan ’pekerjaan’nya dengan cemberut.

Bahkan hal-hal sepele, yang jadi kebiasaan negatifnya juga turut saya permasalahkan, pun dengan doi ke saya.

Berharap doi berubaah menjadi satria baja hitam ternyata melelahkan. Sampai akhirnya diri tertampar oleh nasihat bu Elly…

“Kita bukan mengecap di jidat pasangan suami kita, tapi mengecap stempel di dalam jiwa pasangan kita” -pasangan kita bukan satria baja hitam, euy!

oh Nooo… baiklah bu Elly. Mulai saat ini saya mah akan berhenti berharap seperti lagunya sheila on 7. Tapi insyaAllah harapan itu masih ada…

dan ternyataa, enak ya kalau membebaskan diri dari pengharapan kepada selain Allah teh. Kaya ringan aja mau ngerjain pekerjaan yang seharusnya menjadi pekerjaan bagian beliau. Dan utamanya menjadi pribadi yang tidak menuntut yang lebai sampai muka mengkerut.

Saat doi, lupa nutup odol, yaa kita tutupin…

Saat saya lupa menjemur, doi yang jemurin…

Saat cucian piring numpuk tapi cape, yaa biarin dulu aja laah.

Kalaupun mau sesuatu, ga lagi pake jalan telepati apalagi manyun. Sekalikali suka laah. Apalagi kalau lagi cape dan lapar, berharap doi langsung membaca subtitle di jidat. #komalahcurhat

dan…

Kalau ada hal-hal prinsip yang ingin kita ’tuntut’ darinya… yaa… simpan dulu saja, berdoa dulu saja pada yang memiliki hati, dan kita duluan aja deeh yang melakukan, berharap suatu saat Allah posisikan keadaan seperti yang kita inginkan.

teh nadia

teh muthi..sharingnyaaaa luaarr biasa😃 jd ringan ya teh klo qt hanya berharap bantuan dr Allah.. menerima pasangan qt, sifat baik dan jg kkurangannya👍 da qt juga punya kkurangan ya

*

Teh Rintan Sabumi 3
Mau sedikit cerita ttg kejadian kecil yg mendadak …

Sudah lama mendengar sebuah kisah haru ttg seorang istri yg meminta suaminya untuk mengajak ibu suaminya makan hanya berdua dengan suaminya, sedang istrinya tidak ikut…

Dari semenjak mudik tahun kemarin ingin mengusulkan itu pada suami tapi waktu itu sangat susah dan qadarullah waktu bulan februari kemarin kami sekeluarga mendadak pulang hanya 10 hari karena kondisi ibu dan bapa suami juga mama saya sakit …

Ruar biasa , pas kami datang dengan surprise (tanpa memberi tahu siapapun) orangtua suami juga mama langsung sehat biidznillah…

–betul penyakit rindu itu mmg obatnya hanya satu , bertemu dengan yg dirindui –😘😊
Dan waktu yg sempit itu tak saya sia siakan, saya katakan ke suami..pas sedang ada 1 hari luang coba ayah ajak mama dan bapa untuk jalan jalan ,makan , ngobrol,curhat ,belanja — terserah mau kemanapun ..pokoknya bahagiakan keduanya, bunda dan anak anak tidak ikut…

Suami mengiyakan dan Saat ide itu disampaikan pada ibu bapa mertua ,keduanya menatap dalam dan mama malah bertanya : ” teteh gpp ga ikut? Ga ada apa apa kan?”
Hihi saya mnjawab dengan senyum dan sungguh sungguh bahwa betul betul semua baik baik saja dan tidak ada apa apa , semua baik , saya hanya ingin mmberikan waktu special suami dengan kedua orangtuanya dan orangtua suami “memiliki anaknya seutuhnya” ..

Lucunya pas pagi pagi mau berangkat mama mertua masih bertanya lagi dan meminta saya ikut, namun sekali lagi saya mengatakan hal yg sama pada beliau..

Walau masih antara keheranan namun wajah beliau tak bisa menyembunyikan senyuman sumringahnya..
Dan waktupun berjalan..siang hari nya ternyata ketiganya sudah pulang, wajah wajah lelah namun terlihat begitu bergairah manja …dalam hati alhamdulillah niatku bisa terlaksana juga, melihat ketiganya seperti sudah “kenyang” menumpahkan semua rasa dan asa juga rindu …dan subhanallahnya hatipun ikut berbahagia melihat semua itu..

Namun ternyata ada suprise yg tak terduga yg sudah Allah siapkan..
tiba tiba suami bilang …nah ayah sudah sekarang tinggal bunda..

Maksudnya? Ayah sudah mengajak orngtua ayah jalan jalan ,sekarang giliran bunda , coba besok bunda yg ajak orangtua bunda jalan jalan tanpa ayah…
dan bapa mama mertuapun ikut menimpali ..”iya betul besok coba ajak orangtua teteh jalan jalan…”
MasyaAllah …ini adalah “bayaran” Allah cast…tak pernah terlintas dalam fikiran klo apa yg dilakukan akan dibalas dengan cepat …

Bagaimanapun setelah nikah dan jarak jauh saya sangat jarang bisa berjalan “sendiri” hanya dengan orangtua saya saja.. kondisi yg tidak memungkinkan sebenarnya ..klo pergi pasti ada suami, pasti ada anak atau pasti rame rame dengan keluarga besar..

Dan amazing saat itu izin suami langsung turun , dan suami bilang biar anak anak sama ayah saja … (kecuali baby 😇😁) dan tenang bekalnya nanti ayah diberikan..pokoknya bundamah nikmati aja waktu special bunda..

Besoknya alhamdulillah bisa merasakan “mnjadi anak ” setelah sekian lama, melihat orangtua makan dengan lahap , melihat senyum beliau saat diajak memilih milih ini itu walau ujungnya beliau memilih yg selalu sederhana …
MasyaAllah ..masyaAllah..antara senang juga bahagia ,sedih, terharu dan semakin yakin akan cintaAllah..

semakin yakin bahwa jika kita melakukan sesuatu yg hanya karena cinta dan berharap hanya ridha Allah maka Allah akan mmberikan yg lebih luar biasa dari apa yg kita bayangkan. ..

*

Teh Nena Sabumi 3

Mau berbagi cerita.

Dari awal kehamilan saya g prnh periksa k bidan maupun dokter. Saya tdk mengkonsumsi obat2an ataupun vitamin. Saya hanya konsumsi makanan yg alami sbg asupan nutrisi. Meski byk cibiran dr tetangga krn g prnh k bidan dan g konsumsi benda yg mereka sebut vitamin. Saya dan suami yakin Alloh yang akan menyehatkan saya & janin. Keyakinan tersebut tentunya dibarengi dgn ikhtiyar dg yg alami halal & thoyyib tentunya.

Tibalah pd wkt yg dinanti.
Pd tgl 2/9/15 sekitar setengah 12 an siang, ketuban pecah. Saya g lgsg prg k bidan, nunggu smp kerasa mules. Ashar br kerasa mules. Berangkatlah k bidan yg sdh diniatkan pgn lahiran di bidan tsb, pdhl d dkt rmh jg ada tp non muslim.

Tibalah kami di bidan, disambut dgn jutek. Suami lgsg blg kl saya sdh mau lahiran. Diperiksalah saya (dlm hati tak henti berdo’a) dan ditanya suka diperiksa dmn, kami tentu jawab ga prnh periksa. Makin juteklah tuh bidan.
Namun kejutekannya seketika hilang ketika hsl periksaan luar biasa, bayi brda pd posisi yg sempurna. Dan bu bidan mengatakan br pembukaan 2, katanya perkiraan lahiran pukul 2 dini hari.

Namun, Alloh berkehendak bayi lahir lbh awal, pkl 21.23 bayi lahir dg selamat dan tanpa mengejan.
Alloh yg mudahkan. Alloh memberikan nikmat yg luar biasa krn keyakinan dan harapan hny kepadaNya. Alhamdulillah.

Oiya, dr semenjak itu bu bidan jd ramah sama saya meski tau kl anak saya gkn diimunisasi☺

*

teh dwi Noorma Putri Sabumi 3

Mau sedikit share juga.
Sebelumnya sy mau ngabarin Alhamdulillah telah lahir putra pertama kami secara normal 12 April 2016 kpk 7.15 pagi

Ini pengalaman terkait proses persalinan kmrn.
Sy dan suami LDM. Kondisi beliau melanjutkan studi di sby dan sy di lombok pulang menanti kehadiran sang jabang bayi.

Karna ini kehamilan pertama dan sy tinggal bersama mertua, jd besar harapan sy, suami juga bisa ikut melihat dan bantu proses persalinan. Tapi krna blm jelasnya hari lahir yg pasti (hpl 26 april) jd suami tdk sy izinkan memesan tiket pulang dulu. Khawatir terlalu banyak bolos, jd gak bisa ikut ujian.

Namun selama kehamilan sy selalu berdoa kepada Allah dan komunikasi sama debay agar lahir ketika abi nya sudah di rumah. Namun sekali lagi, doa sy tersebut malah membuat sy galau. Bagaimana kalau seandainya nanti persalinan jd lama krna suami gak bisa segera pulang?

Sekali lg sy pasrah.
ْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ} [التوبة : 129]

Doa ini selalu sy panjatkan. Sy cm bisa pasrah sambil coba berfikir positif. Krna nantipun krmungkinan besar orang tua sy tidak bisa mendampingi kalau2 proses lahirannya terlalu mendadak.

Dan benar. 2mggu sblm hpl (wktu itu hati ahad) sy pendarahan. Cek ke bidan terdekat, ternyata blm bukaan. Mertua melarang memberitahu suami dan ortu di rumah, krna khawatir mereka cemas krna blm terlihat tanda2 persalinan yg dekat.
Kontraksi palsu terus terjadi. Dan sy diam2 mengabari suami hingga beliau berencana pulang senin nya. Ternyata ke khawatiran mertua benar. Sampai tengah mlm pun meskipun kontraksi sudah sangat sering, blm ada tanda2 bukaan.
Bsok nya malah sudah tdk ada darah dan kontraksi lg.
Sy makin galau. Suami sy suruh cancel tiket. Krna kesibukan beliau di kampus jg mulai tinggi.
Jangan sampai banyak bolos. Gak henti2nya sy doa n komunikasi sama debay di perut.
Suami ttp pulang krna gak mgkin cancel tiket. Sy sekali lg merasa bersalah. Krna mertua jg terus nanya, gmn kuliah suami mu? Izin ke dosen gak?masi boleh ikut ujian klo kebanyakan bolos?

Disitu kepasrahan n harapan sy ke Allah semoga semua berakhir baik.

Qadarullah, tengah mlm ketuban pecah tiba2. Sy di antar suami jalan kaki ke rumah bidan terdekat. Masi bukaan 1. Setelah nunggu 6 jam proses persalinan dilakukan. Sy hampir2 menyerah krna gak kuat ngeden n nafasnya pendek. Alhmdulillah jam 7 pagi bayi kami lahir. Ternyata
Memang terlilit tali pusar di leher, krna itu proses nya susah. Sampai hampir harus di rujuk.

Disini sy berfikir ulang, bahwa rencana Allah itu sangat indah. Hanya bagaimana kita terus berharap kpd Allah dalam setiap ketidak tahuan kepadaNya.

Ternyata kehadiran suami memang sangat besar pengaruhnya teh ☺😍

Teh Ayu sabumi 3
Selamat menikmati latch on pertamanya, pengalaman mandiin pertamanya, geliat2 pertamanya, buka tutup mata pertamanya
Hihi…..smua itu akan berlalu dan akan dirindukan.
Selamat menikmati setiap masa….setiap moment

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s