Event · Seminar/Talkshow

Ngobras Konstruktif: Ngobrol Asik Komunikasi Pasutri yang Unik dan Efektif

“Ngobrol Asik Komunikasi Pasutri yang Unik dan Efektif”

Sabtu, 9 April 2016
@ Aula Mesjid Al-Ukhuwwah

Narasumber :
Bunda Rindu Rosmawati (Pengasuh Komunitas Keluarga Pembaca)

☄Rumah Tangga Kita, Rumah Tangga Surga ☄

“Karier dan bisnis mungkin masih bisa gagal, tapi PARENTING/ MENDIDIK ANAK HARUS BERHASIL (mana mungkin diulang)” – Ippho Santosa

🌟 Urgensi Ayah
Di balik keluarga yang kuat, terdapat ayah yang hebat. Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Ayah adalah pahlawan pejuang pertana bagi anak laki2nya.

Fenomena jika ayah tidak terlibat dalam pengasuhan : Gay, kebanci2an, perempuan meremehkan laki2, anak cepat dewasa syahwatnya, dsb.

🌟 Urgensi Ibu
Seorang anak yang rusak dapat menjadi baik asalkan berada dalam pengasuhan ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah Wanita (Muhammad Quthb)

“Hendaklah bapaknya memilihkan ibunya, memberikan nama yang baik, dan mengajarkan Al Quran” (Umar bin Khattab)

👳🏻👰🏼 Mengapa kita menikah?

QS. Ar-Ruum : 21
– Min anfusikum, maknanya dari diri kalian, hubungan sejiwa
– Azwaja, maknanya menjaga kelangsungan manusia (kuantitas dan kualitas) melalui mitsaqan ghalizha (perjanjian yang berat)
– Sakinah, Mawaddah, Rahmah.

❣Cirinya:
– Terdapat ikatan lahir batin
– Saling mengerti tanpa berbicara
– Merasa tentram saat bersama maupun saat jauh, (menitipkan kepada Allah)

💕 Untuk membangun Mawaddah, setiap rumah tangga butuh proses dan ilmu. Permasalahannya bukan KURANG CINTA, tapi KURANG ILMU DALAM MENGEKSPRESIKANNYA.

🤐 Adalah pandangan yang salah jika “kita harus mencintai pasangan sebagaimana kita mencintai diri sendiri”, karena sejatinya pria (Mars) dan wanita (Venus) memiliki karakter yang berbeda.

🤗 Di dalam corpus callosum
Pria : Single tasking, mudah fokus, 7rb-9rb kata/hari
Wanita : Multi tasking, bercabang, 24rb – 50rb kata/hari

😮 Ketika berbicara
Pria : Menggunakan salah satu belahan otak, to the point, berfikir dulu lalu bicara
Wanita : Menggunakan kedua belahan otak, bicara tdk langsung, berfikir sambil bicara

😵 Ketika masalah mendera
Pria : Ingin sendirian, ketika curhat berarti membutuhkan pendapat / nasihat, mengungkapkan sesuatu yang tidak disukai dengan diam
Wanita : Ingin ditemani, ketika curhat berarti sedang ingin didengarkan seutuhnya, mengungkapkan sesuatu yang tidak disukai dengan metafor, superlatif dan generalisasi

🙂 Termotivasi ketika merasa..
Pria : Dibutuhkan –> Fitrah pemimpin
Wanita : Dicintai –> Dipresiasi

🤓 Ayolah..
Pria : Belajar mendengarkan dan memberi perhatian sebagai bentuk cinta kepada Venus
Wanita : Berhenti mendikte, jangan membicarakan ketika Mars sedang di ” dalam gua”

😡 Anatomi pertengakaran:
Pria ingin wanita bertindak seperti dirinya dan sebaliknya –> menjadi penuntut, tidak sabaran –> masalah terus menyusup –> kebencian menumpuk –> penolakan dan penekanan –> cinta lenyap

🔝Tips memperoleh poin dari Pria:
– Menampakkan kebahagiaan ketika tiba di rumah
– Tidak mengungkap kesalahan2 terdahulu
– Tidak menyalahkan ketika salah mengambil keputusan (misal, salah memilih arah jalan)
– Pintar mengambil hikmah dari setiap kejadian
– Menikmati ketika berhubungan badan
– Tidak memberikan nasihat

🔝Tips memperoleh poin dari Wanita :
– Ketika wanita berkata “aku baik2 saja”, maka wanita sebenarnya ingin didengarkan/ditemani
– Tidak menyuruh untuk berhenti menangis, tapi menyediakan tempat ternyaman (bahu) untuk menangis (ust salim a fillah)
– Memahami perkataan ” tidak langsung” wanita
– Membantu meringankan pekerjaan wanita, menyediakan pakaian, makanan, rumah, dsb.

🔸Bagaimana dengan Long distance marriage?
Para generasi tabi’in berdakwah keluar dari Mekkah / Madinah meninggalkan istri dan anaknya. Namun, sebelumnya, para suami sudah meninggalkan nafkah yang cukup dan GBHK (garis besar haluan keluarga) berupa visi misi, dll. Sehingga istri dapat melakukan pengasuhan sesuai dengan GBHK yang telah dititipkan oleh suami. Tidak dianjurkan LDM ketika awal menikah, sebelum suami menetapkan visi misi terlebih dahulu.

🔸Bagaimana dengan wanitia yang bekerja di luar rumah?
Penghasilan / karir istri yang lebih besar / lebih tinggi dari suami, bisa jadi pangkal perselisihan. Suami merasa tidak dibutuhkan lagi. Ambillah keputusan resign pada saat ditawarkan titik karir tertinggi. Idealnya seorang ibu dapat mulai bekerja kembali pada saat anak bungsu sudah berusia 8 tahun, karena “kita punya waktu seumur hidup untuk bekerja, tapi anak2 hanya memiliki masa kecil sekali (Franklin P. Jones)

Ya Allah, berkahilah rumah tangga kami hingga menuju Jannah-Mu.. Aamiin.. 😇

📝 Diresumekan oleh :
ayu_hilma (peserta yang ditodong jadi MC dadakan) 😁

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s