Diskusi · Multitema

Baby Blues Syndrome

💗RESUME KULWAPP HSMN BANDUNG💗

____________________________________________
Hari/Tanggal: Selasa/29-12-2015
Pukul          : 20.00 sd 22.00 WIB
Tema          : BABY BLUES SYNDROME
Narasumber : Ratih Sondari
________________

🎤moderator : Hesty Nuur

📝notulen     : Mira Humaira
☘☘☘☘☘☘☘☘☘

🌿Bismillahirrahmanirrahim

-Prolog-
baby blues adalah gangguan mood ringan yang wajar dialami oleh ibu pasca persalinan. sekitar 70% ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues. Dengan adanya dukungan dari suami dan keluarga terdekat, biasanya gejala baby blues mereda dalam beberapa jam atau beberapa hari.
baby blues biasanya dialami oleh ibu yang melahirkan anak pertama karena pengalaman karena ibu belum memiliki pengalaman mengenai persalinan dan perawatan bayi yang baru lahir. Ibu yang belum siap (secara fisik, mental, dan pengetahuan)untuk menghadapi situasi stressful pada masa penyesuaian diri terhadap peran baru sebagai ibu, serta kurang terampil dalam mengatasi stres yang dihadapinya bisa terbawa ke dalam kondisi depresi.

-Materi-
Baby blues/maternal blues/postpartum blues adalah gangguan mood ringan yang terjadi beberapa jam sampai beberapa hari pasca persalinan. Beberapa ahli berbeda dalam menetapkan rentang waktu episode baby blues, mulai dari beberapa jam sampai 2 pekan pasca persalinan.

🌸Gejala baby blues:
▶reaksi depresi/ sedih/ disforia
▶mudah tersinggung (iritabilitas)
▶cemas
▶labilitas perasaan
▶cenderung menyalahkan diri sendiri
▶gangguan tidur
▶gangguan nafsu makan

Gejala baby blues hanya berlangsung sementara dan tidak mengganggu pengfungsian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Penanganan harus segera dilakukan sejak munculnya gangguan yang paling ringan karena gangguan awal ini sering disepelekan dan dapat berdampak pada peningkatan gangguan yang lebih berat. Intensitas gejala yg semakin berat dan berlanjut sampai 4 pekan setelah persalinan dapat meningkat menjadi gangguan postpartum depression.

🌸Penyebab baby blues:
Faktor penyebab gangguan postpartum dikategorikan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu faktor hormonal dan faktor psikologis.

1. Faktor Hormonal
Penyebab munculnya gangguan mood pasca persalinan oleh dunia kedokteran dikatakan sebagai pengaruh hormon. Dalam 48 jam pertama setelah melahirkan, kadar estrogen, progesteron, dan kortisol menurun secara drastis.  Banyak peneliti menduga peranan besar dari hormon-hormon ini terhadap kemunculan gangguan mood dan perasaan  selama masa nifas. Namun, beberapa studi lain tidak menemukan perbedaan yang konsisten pada konsentrasi progesteron, estrogen, dan kortisol masa nifas antara wanita yang depresi dan non depresi.

2. Faktor Psikologis
Faktor psikologis terbagi menjadi faktor dalam diri (internal) dan faktor luar diri (eksternal).
Dari dalam diri individu, yang berpengaruh adalah kepribadian, termasuk cara ibu menafsirkan kejadian-kejadian pasca melahirkan, kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving), kemampuan mengatasi stres (coping stress), pikiran/keyakinan irasional (misal, “saya harus menjadi ibu yang sempurna, “anak saya harus selalu sehat dan bahagia”). Ibu yang dependen dan pesimis lebih berisiko mengalami depresi pasca persalinan.
Dari luar diri individu, dukungan dari suami, keluarga dan teman terdekat berpengaruh terhadap kemampuan ibu menyesuaikan diri dengan peran barunya. Ibu yang merasa kurang mendapat dukungan dan perhatian, atau merasa dituntut berlebihan, terutama dari/oleh suami, kemungkinan mengalami baby blues.

🌸Penanganan baby blues:
Tips agar baby blues mereda dan tidak meningkat menjadi postpartum depression, sejak masa kehamilan sebaiknya:
– Mempersiapkan diri (fisik dan psikis) untuk menjadi ibu. Kehamilan yang tidak diinginkan (misalnya, hamil ketika dalam program menunda kehamilan atau ibu belum siap punya anak) bisa meningkatkan ibu mengalami baby blues pasca melahirkan. Ibu secara tidak sadar menyalahkan/membenci suami/bayinya yg telah membuatnya merasa mual, sakit kaki, sakit punggung, gemuk, tidak enak tidur, nyeri, dll. Oleh karena secara normatif istri tidak boleh membenci suami dan ibu tidak boleh membenci anak, emosi negatif yg disebabkan ketidaksiapan menjadi ibu tersebut diarahkan ke dalam dirinya sendiri. Ibu menyalahkan dirinya karena tidak sabar menjalani “tantangan” kehamilan dan melahirkan, yang pada akhirnya membuat ibu merasa depresi.
– Meningkatkan pengetahuan tentang perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pasca persalinan, seperti perubahan hormonal, perubahan bentuk tubuh, perubahan peran dan tanggung jawab. Misalnya, dengan mengetahui ttg perubahan hormonal (seperti halnya ketika menstruasi) yang dapat membuat wanita menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, sedih/menangis tanpa sebab, sehingga ketika mengalaminya bisa lebih mengontrol diri dan tidak terbawa emosi.
– Meningkatkan pengetahuan tentang cara merawat dan mengasuh bayi.
– Meningkatkan pengetahuan tentang tugas perkembangan dan milestones perkembangan anak. Mengetahui hal yang wajar dan tidak wajar pada bayi, agar ibu tidak stres setiap kali mendengar bayinya menangis.
– Menyadari kelebihan dan keterbatasan diri dalam menjalani peran sebagai istri dan ibu. Tidak ada manusia yang sempurna, sehingga menuntut diri sendiri untuk menjadi sempurna hanya membawa pada perasaan gagal menjadi ibu, yang pada akhirnya bisa membawa ibu pada perasaan depresi.
-Mengomunikasikan perasaan dan kebutuhan kepada suami agar suami mengetahui dukungan dan perhatian seperti apa yang dibutuhkan ibu.
– Menggunakan pengetahuan-pengetahuan yg dimiliki tentang perawatan dan pengasuhan bayi untuk  mengatasi stres pada masa penyesuaian peran baru sebagai ibu.
– Membiasakan melihat segala sesuatu dengan cara yang positif dan yakin bahwa kita akan mampu mengatasi episode-episode sulit dalam kehidupan kita.

🌴Sesi Tanya Jawab🌴

_______________

1. Teh Lintang
🔸pertanyaan
Untuk ibu yg sudah terlanjur mengalami baby blues yg berkepanjangan (anaknya sudah 2 th), apa treatment yg bisa dilakukan?
Dia sudah pernah menemui psikolog, tp tidak berlanjut.
Si ibu, teman saya, selalu merasa cemas, takut mati, dan merasa berbedaaa sekali dg post partum pertamanya. Jd apa2 takut..

🔹Jawab
teh lintang: gejala baby blues yang berlanjut sampai lebih dari 4 pekan pasca persalinan disebut sebagai postpartum depression. gejala-gejala yang dialami ibu tersebut perlu ditelaah lagi untuk memastikan apakah ibu tersebut mengalami postpartum depression atau gangguan kecemasan. berdasarkan keterangan teh lintang bahwa ibu tersebut “selalu merasa cemas, takut mati, apa2 takut” lebih menggambarkan gangguan kecemasan daripada depresi. gejala paling berbahaya dari depresi adalah adanya keinginan untuk mati. jadi jika ibu tersebut “takut mati”, ia bukan mengalami depresi, melainkan gangguan kecemasan. penanganannya adalah mengubah cara berpikir ibu tersebut dalam menafsirkan dirinya, lingkungannya, dan dunianya. biasanya orang yang mengalami kecemasan melihat segala sesuatu dengan cara yang negatif. selain itu, biasanya orang dengan gangguan kecemasan juga memiliki pikiran/keyakinan irasional. cara berpikir yang negatif dan pikiran irasionalnya tersebut perlu diubah. cara berpikir akan memengaruhi emosi yang dirasakan. proses ini memang membutuhkan bantuan prefesional melalui proses konseling/psikoterapi. ✅

(* oh iya, tambahan.. orang yang mengalami gangguan kecemasan, belum tentu disertai dengan depresi. Tetapi, orang yang mengalami depresi, juga akan merasakan cemas.*)

2. Teh Bella
🔸pertanyaan
Ada dua pertanyaan.
a). Dibahas tadi mngenai baby blues, penyebab dan cara mengatasiny itu hanya pd ibu pasca melahirkan, apa hny trjadi pd seorang ibu, . jika trjadi tanda2ny pd seorang ayah, (gejala ny) apa bisa dikatakan baby lues?

b). Menurut yg sy tahu (punten kalau so tau), ssorng yg mengalami depresi berat, bisa dikatakan lemahny iman. Apakah baby blues bisa dikategorikan spt itu?
Haturnuhun…

🔹jawab
a). ayah yang mengalami depresi pasca istrinya melahirkan tidak dikatakan sebagai baby blues. tapi mungkin saja ayah mengalami stres yang membawanya pada kondisi depresi karena ia tidak mampu menyesuaikan diri dengan peran dan tanggung jawabnya sebagai ayah. ketidakmampuan mengatasi stres yang dialami bisa membawa pada perasaan tidak berdaya, yang selanjutnya membawa pada perasaan depres.

b). Saya tidak berani mengatakan bahwa orang yang mengalami depresi berat berarti imannya lemah. jika ditelusuri, depresi (yang tidak spesifik disebabkan oleh persalinan) bisa berawal dari masa kecil individu. ketidakpuasan atau konflik masa kecil yang ditekan ke alam bawah sadar bisa membuat individu merasa depresi ketika berhadapan dengan situasi yang mirip dengan pengalaman masa kecilnya itu. kesalahan orangtua dalam pengasuhan yang membuat anak tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, daya tahan stres rendah, selalu bergantung pada orang lain, overprotektif, memandang dirinya dan dunianya secara negatif, dapat membuat anak mudah depresi ketika anak mengalami stres dalam kehidupannya. jadi banyak faktor yang membuat orang merasa depresi. selain itu, dari sisi fisiologis, orang yang mengalami depresi memiliki kadar norepinephrine dan serotonin yang rendah, yang membuat ia merasakan mood depresi.✅

*tanggapan lanjutan:
🔸 Jadi.. Bnyk faktor,  bukan hny pd minimny pngetahuan agama ya teh ratih?means:  Belum bisa dikatakan lemah iman.

🔹 minimnya pengetahuan agama bisa menjadi salah satu faktor. bagaimana individu menafsirkan ujian dari Allah dan berserah diri kepada Allah bisa membawa dia pada kondisi depresi atau tidak. orang yang imannya kuat kemungkinan tidak akan mengalami mood disorder atau major depressive disorder (depresi yang sampai pada tahap gangguan). tetapi, orang dengan iman yang kuat mungkin saja merasakan mood depresi ketika kadar serotonin di otaknya mengalami penurunan drastis, yang terjadi hanya sementara (beberapa jam atau seharian). contohnya, saya pernah menonton discovery channel yang meneliti tentang efek serotonin terhadap mood seseorang. penelitian dilakukan dengan cara berikut: sepasang gadis kembar diberikan tontonan yang berbeda. gadis A diberi tontonan film yang sangat sedih, sedangkan saudara kembarnya, gadis B diberi tontonan yang bahagia. Setelah menonton diukur kadar serotoninnya keduanya. kadar serotonin gadis B menurun, sedangkan kadar serotonin gadis A meningkat. selama satu hari kegiatan kedua gadis tersebut direkam. gadis A memperlihatkan ekspresi depresif sepanjang hari, ia tidak berminat belanja, bercengkrama dengan teman, atau melakukan kegiatan2 lain. sedangkan gadis terlihat ceria ketika belanja, bertemu teman dan kegiatan2 lainnya di hari tersebut. kesimpulan dari penelitian tersebut adalah penurunan kadar serotonin dapat membuat individu merasa depresi. nah, jika orang yang imannya kuat diperlihatkan video tentang pembantaian di suriah atau penyerangan israel terhadap warga sipil palestina, kira-kira bagaimana moodnya beberapa jam atau pada hari tersebut?✅

( maaf yang diatas terbalik ngetiknya, kadar serotonin gadis A menurun, sedangkan gadis B meningkat.)

3. Teh Hesty
🔸pertanyaan
Petanyaan lanjutan: adakah nutrisi tambahan yg bs meningkatkan kadar serotonin dlm tubuh kita teh?

🔹jawab
teh hesty: sejauh ini, psikiater menggunakan obat antidepressan untuk mengatasi pasien yang mengalami depresi. nutrisi untuk antidepressan adalah vitamin B, seperti sayuran hijau, ikan, daging. untuk mengatasi depresi dari sisi fisiologis, bisa dengan melakukan aerobic low-impact minimal 3x per pekan dengan durasi minimal 30 menit dalam setiap latihan. aerobic low impact ini dianggap sebagai mood-booster karena meningkatkan kadar endorphins yang memberi efek bahagia. contoh aerobic low-impact adalah jogging, bersepeda, senam aerobic low-impact, senam body language.✅

4. Teh Nadia
🔸pertanyaan
sejauh mana seorang ibu bisa dsebut mngalami babyblues syn.. seperti apa contoh kongkritnya?

🔹jawab
teh nadia: ibu mengalami baby blues jika merasakan gejala2 seperti yang telah disebutkan di atas, seperti ibu merasa sedih/depresi yang bisa membuatnya menangis tanpa sebab, merasa tidak nafsu makan, merasa tidak bergairah untuk melakukan hal-hal yang biasanya ia sukai, merasa susah tidur, badan terasa lelah dan lemah, mudah tersinggung oleh hal sepele. misal, ketika begadang menyusui bayi dan melihat suami tidur dengan pulas, ibu jadi menangis karena merasa suami tidak sayang padanya dan anaknya (karena bisa2nya tidur pulas, bukan menemani begadang), biarpun secara rasional ibu berpikir “ya udah gpp.. kasian juga kalau dia ikut begadang besok bisa ngantuk di kantor”, tapi tetep saja ibu merasa kesal melihat suami yg bisa tidur dengan nyenyaknya.✅

🌸🌸🌸🌸🌸

alhamdulillah… kita telah menghabiskan waktu 2 jam ini untuk berdiskusi tentang baby blues, semoga ilmunya bermanfaat. kesimpulannya, baby blues adalah hal yang wajar dialami oleh ibu pasca melahirkan. Pengetahuan dan pemahaman ibu tentang hal-hal yang mungkin terjadi pasca persalinan, disertai dukungan dari suami dan orang terdekat dapat membantu ibu melewati masa baby blues dengan mudah. dalam kehidupan ini, kita akan melewati banyak situasi stres. pemaknaan kita terhadap kejadian-kejadian yang kita alami, usaha kita untuk mengatasinya, penyerahan diri kepada Allah akan memengaruhi emosi yang kita rasakan.
_______________________

☘☘☘☘☘☘☘

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s