Homeschooler Story

Homeschooling Anak Usia SMA

RESUME DISKUSI GRUP
Kamis, 12 Mei 2016

TEMA
SERBA-SERBI PENDIDIKAN ANAK HOME SCHOOLING USIA SEKOLAH MENEGAH ATAS (SMA)

NARASUMBER
YURIA PRATIWHI CLEOPATRA (Teh Patra)
Ibu Rumah Tangga dan Praktisi Home Schooling

SESI TANYA JAWAB

Pertanyaan ke-1
Apakah kampus Akhyar, dapat menerima anak Home Schooling?  Bagaimana proses apply nya? Apakah Akhyar mendapatkan  beasiswa?

Jawaban:
Sebetulnya hampir semua kampus bisa menerima anak HS, asalkan prosedurnya diikuti.
Seluruh kampus negeri di Indonesia prosedurnya melalui SBMPTN (tidak bisa SNMPTN). Kampus swasta bisa daftar di universitas masing-masing, untuk kampus di luar negeri bisa apply via online, diikuti saja semua prosedurnya dan dilengkapi persyaratannya.

Tanggapan:
Apa bedanya SBMPTN sama SNMPTN? Apakah ada syarat pengerjaan proyek? Jurusan dan fakultas apa saja bisa ya (yang Indonesia maupun Luar Negeri)?

Jawaban:
SNMPTN untuk yang ranking di sekolahnya, sedangkan anak HS tidak ada sekolahnya.

Pertanyaan ke-2
Saya ingin bertanya mengenai jalur yang diambil oleh putra Teh Patra, hingga bisa diterima kuliah di luar negeri. Ananda Akhyar menggunakan jalur seperti apa? Apakah ujian paket atau portfolio atau cambrige? Kemudian apakah setiap tahapan jenjang tetap ikut ujian atau langsung ujian masuk perguruan tinggi? Kalau mirip dengan pertanyaan pertama, saya tambahkah mohon dishare secara garis besar/globalnya portfolio ananda Akhyar. Atau gambaran perjalanan belajar ananda?

Jawaban:
Sebetulnya ini berawal dari visi Akhyar yang ingin mempelajari ilmu komputer sains. Sejauh yang kami pahami, core ilmu komputer itu adanya di USA. Maka Akhyar mencoba untuk apply kampus yang memiliki kualitas computer science top of the world. Salah satunya adalah CMU ini. Jadi karena yang dituju adalah kampus USA, maka persyaratan uang dibutuhkan adalah test SAT dan toefl. Walaupun seperti Sbmptn score test masuk itu tidak pernah dipublish, tetapi biasanya ada “bocoran” range score masing-masing kampus.
Sebetulnya saya masih khawatir kalau melepas beliau di usia sekarang langsung ke USA. Alhamdulillah ternyata ada cabangnya di Qatar, jadi beliau daftar ke sana. Seluruh persyaratan sama dengan di USA mulai dari Profesor, kurikulum, dll pun sama hanya beda tempat saja.

Pertanyaan ke-3
Putri saya tahun ini insyaAllah lulus SD, memutuskan untuk meneruskan ke Rumah Quran. Tidak belajar mata pelajaran formal hanya belajar quran, hadist, siroh, fiqih. Apakah jalur ini bisa membatasi langkah anak saya kuliah ke universitas?

Jawaban:
Tergantung universitasnya kalau universitasnya ke jalur akademis, tentu yang diperlukan juga persiapan akademis. Kalau kampus yang dituju adalah kampus agama, insya Allah semestinya tidak ada halangan.
Bisa diperhatikan dulu sejak sekarang, persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk masuk ke universitas yang dituju, itu yang harus dipersiapkan. 

Pertanyaan ke-4
Untuk mengikuti ujian paket apa saja yang harus dipersiapkan dari segi administrasinya? Atau kalau mau UN dengan menginduk ke sekolah payung apa saja yang harus kita persiapkan? Kalau di Bandung sekolah mana saja yang memungkinkan jadi sekolah payung?

Jawaban:
Ujian paket biasanya akte lahir, kartu keluarga, foto, dan ijazah jenjang sebelumnya, sekolah payung juga hampir sama. Saya tidak hapal karena mungkin setiap sekolah punya kebijakan sendiri dan saya tidak survey sekolah di Bandung,  jadi mohon maaf saya kurang tahu mana sekolah yang bisa atau tidak.

Tanggapan:
Dari pendaftaran sampai ke ujian paketnya apakah betul harus daftar 1 tahun sebelumnya?

Jawaban:
Iya biasanya penuh juga, bisa ditanya ke Pkbmnya kapan pembukaan pendaftaran dan penutupannya.

Tanggapan dari Ibu Ida Nur’aini (Founder HSMN):
Untuk daftar ujian paket aturan dari dikbud harus 1 tahun menjelang UNPK. Itupun dengan batasan usia 10 tahun atau setara kelas 4. Sehingga tidak bisa mendaftar kurang dari 1 tahun, hal ini untuk memudahkan pendataan dalam dapodik dan mendapatkan NISN. Sedangkan untuk sekolah payung, payung hukum berupa Permen dan UU belum ada. Walaupun di Dikbud Pusat mengatakan bisa mengacu pada Permen 129 namun di Permen tersebut tidak disebutkan secara explisit sehingga masih dianggap illegal sama Disdik. Sedangkan keputusan merupakan otonomi daerah. Untuk sekolah keluar negeri, ijasah paket diakui asal diterjemahkan secara tersumpah sesuai dengan permintaan negara tersebut.
Untuk kasus Akhyar ini ternyata untuk daftar kuliah tidak menyertakan ijasah setara SMA baik paket ataupun sekolah payung, melalui SAT dan Toefl karena sistem kampus yang merujuk ke USA.

Pertanyaan ke-5
Pada saat daftar kuliah, apakah Akhyar tidak diminta untuk isi CV? kolom pendidikan formalnya kosong kah? Saudara saya mau kuliah di korea saja, diminta translasi ijazah dari SD.
Sejak kapan kita sebagai orang tua, harus membantu anak kita untuk menemukan passion mereka? Apakah idealnya seseorang termasuk anak kita harus mulai “memilih jalan hidupnya” pada saat mau masuk kuliah? Sehingga tidak ada lagi istilah “salah jurusan” atau sebagainya. Tetapi ada juga yang dulunya kuliah di bidang tertentu  tetapi sekarang suksesnya di bidang lain. Kalau anak kita sudah terlanjur kuliah A, tetapi ketika kerja senangnya di bidang B, apakah salah?

Jawaban:
Itulah makanya saya jelaskan bahwa kita perlu mengikuti prosedur kampus yang kita tuju.
Karena setiap kampus dan negara berbeda-beda kebijakan dan persyaratannya. Yang paling ideal tentunya mempersiapkan anak memilih jalan sedini mungkin.  Kalau saat masuk kuliah sepertinya sudah terlambat ya, kalau sudah terjadi perbedaan minat antara kuliah dan dunia kerja, itu namanya taqdir Insya Allah ada ibrahnya. Tetapi kalau belum, diupayakan sebaik mungkin agar anak sudah memiliki titik yang dituju dan langkah-langkahnya fokus pada titik tersebut. Jangan sampai titik itu buram sehingga anak harus menempuh jalur yang jauh dan berputar-putar untuk mencapainya.

Pertanyaan ke-6
Selain SAT untuk kakak Akhyar juga dirapikan rapor dan portofolio. Portofolio yang disiapkan ini berapa tahun kebelakang ya? Dan apa saja yg dimasukkan ke dalam portofolio? Apakah ada project tertentu yang dianggap terlalu kecil untuk dimasukkan dalam portofolionya? Bila iya seperti apa?  Terkait rapor apa batasan dalam pengisian rapor ini? Dan rapor kapan saja yang disertakan ketika mendaftar ke universitas?

Jawaban:
Rapot itu bisa dibuat individu dan mendapatkan rekomendasi dari pengajar, orang yang pernah terlibat kerjasama, dll. Bisa juga dari pkbm atau sekolah payung. Yang penting nilainya harus mencerminkan kondisi sebenarnya. Karena nanti pun akan terlihat dalam SAT, Toefl atau wawancara.
Portofolio biasanya sebagai pendukung saja. Yang paling baik adalah yang menjelaskan mengapa saya layak diterima di kampus tersebut. Kalau mengambil jurusan sosial mungkin bisa menyertakan tulisan, hasil penelitian, dll. Kalau jurusan teknik mungkin menyertakan karya yang pernah dibuat, kepesertaan di berbagai aktivitas yang berkaitan, prestasi dari lembaga yang qualified, dll.
Tidak semua kampus mewajibkan. Tetapi kalau ada bisa menambah pertimbangan diterimanya aplikasi.

Tanggapan:
Contohnya portofolio, apakah sejak usia SD pun sudah perlu mulai dikumpulkan (diarsipkan)? Atau menunggu usia pra remaja dimana projectnya sudah mulai jelas?

Jawaban:
Biasanya yang jelas dan terukur saja, gambar-gambar mewarnai, kertas lipat atau bintang-bintang semasa TK tidak perlu diikutkan. Mungkin kita bisa membayangkan diri kita sebagai tim admission. Secara jujur kita bisa menilai apa saja yang bisa membuat anak kita diterima atau tidak. Apa yang kita harapkan dari para pendaftar dan para HRD yang expert itu tahu kalau ada orang yang membual, lebay apalagi bohong.

Pertanyaan ke-7
Apakah akhyar homeschooling sejak kecil? Bagaimana mengejar materi untuk ujian tiap jenjangnya apakah mendatangkan guru atau Teh Patra dengan suami saja? Dan bagaimanakah mengetahui anak mampu untuk ujian/bersaing dengan anak yang sekolah formal?

Jawaban:
Akhyar HS sejak 5 tahun lalu saja. Materi ujian ada kisi-kisinya di web diknas tinggal mengikuti saja, kebanyakan belajar sendiri dibantu ummi dan abinya.
Kalau nilai akademis itu paling mudah diukur tinggal mengerjakan soal saja. Berapa nilainya
Alhamdulillah Akhyar bisa jadi juara try out SBMPTN di bimbel Nurul Fikri, jadi beliau dapat hadiah uang dan gratis bimbel intensif.
Sekarang Akhyar dan teman-temannya membuat bimbel untuk anak-anak SMA dengan biaya yang sangat murah. Sambil belajar dan latihan Sbmptn dan sambil mengajar juga.

KESIMPULAN
Dimanapun, kapanpun, jalur apapun dalam pembelajaran bukan penentu berhasil tidaknya pendidikan. Yang terpenting adalah konsisten dalam proses dan fokus mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Perencanaan harus selalu dibuat dan komitmen evaluasi juga harus ditegakkan. HS bukan berarti anak jadi bebas berleha-leha santai dan malas, dan hidup tanpa aktivitas yang jelas. Apalagi sekedar pelarian dari paranoia terhadap sekolah formal. Disiplin, aturan dan parameter dalam HS perlu didefinisikan dalam masing-masing keluarga. Sehingga tidak menunda-nunda atau menganggap remeh persyaratan dan kelengkapan. Jangan sampai kita terlambat mengetahui bahwa anak-anak tidak bisa masuk kualifikasi tertentu karena kelalaian menjalankan prosedur yang ditetapkan. Dengan HS, kita bisa menentukan arah belajar anak-anak kita, sekaligus menanggung beban tanggung jawab penuh atas pendidikan anak-anak kita.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s