Multitema · Parenting

Raising a Reader Class

💥 Resume Raising a Reader Class 💥

Sabtu, 23 April 2016
Bersama: Teh Dyah Ummu Umar

Hasan Al-Bashri berkata, “Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa orang, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham.” (Syarhus Sunnah, juz: 14).

Hammam bin Al-Haris berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan sedikit tidur dan anugerahkan kepadaku bangun malam dalam ketaatan.” (Sifatus Shafwah, 3:22). Mungkin doa yang dipanjatkan Hammam ini tidak pernah terpikirkan di benak kita, bagaimana seseorang bisa terpikir berdoa kepada Allah agar dicukupi dengan sedikit tidur demi memanfaatkan waktunya untuk beribadah kepada Allah. Kita lebih sering meminta agar tidur kita pulas dan nyenyak dan tidak jarang tertinggal shalat subuh di masjid.

Ibnu Aqil Al-Hanbali mengisahkan perjalanannya menuntut ilmu dan fokus terhadap apa yang ia cita-citakan sehingga ia menjadi seorang ulama yang terpandang. Beliau mengatakan, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, tatkala lisanku telah membaca dan berdiskusi, mataku lelah membaca, maka aku menggunakan pikiranku dalam keadaan beristirahat dan berbaring. Sehingga aku berdiri dalam keadaan ide-ide yang banyak dalam benakku lalu, aku tuangkan ide tersebut dalam tulisan. Aku dapati kesungguhanku dalam belajar lebih kuat saat aku berusia 80 tahun dibanding waktu aku berumur 20 tahun.” (Al-Muntadzim fi Tarikhil Umam, juz: 9).

🖋 🖋 🖋 🖋 🖋 🖋 🖋

Buibu…kabita pengen punya putra-putri seperti ulama salih terdahulu?
Rata-rata mereka menguasai banyak cabang ilmu dan unggul dalam beberapa bidang sekaligus, lho.

Kabita dong yaaaa…

Nah, sepakat kan kalau sumber ilmu itu salah satunya adalah buku?

Gimana, sih bikin anak cinta ilmu, cinta buku?

Mari berbagi ^^

✏ Teh Dyah Ummu Umar:
M. Hatta mulai mengoleksi buku sejak usia 17 tahun. Beliau bahkan memberikan mas kawin untuk Ibu Rahmi, istrinya, berupa buku. Pada saat pindahan, 17 peti buku pun dibawa.

Hasan Al-Banna lain lagi. Putra-putrinya diberi 3 jenis uang saku:

3 qirsy untuk harian
10 ma’dain uang pekanan
50 qirsy untuk bulanan

Yang paling banyak ini dialokasikan untuk apa?
Beli buku dan mengisi perpustakaan pribadi anak-anak.

Hasan Al-Banna adalah pendiri ikhwanul muslimin di Mesir, seorang ulama yang siangnya bagai singa dan malamnya bagai rahib.

✏ Teh Ari:
Alice setiap hari dibacakan buku. Tidak putus sejak usia 36 jam. Sekarang antara mainan dan buku, tetap buku yang menang. 🙂

✏ Teh Cici:
Setuju banget tehdy…
Buku salah satu sumber ilmu…
Kabita banget biar anak juga bisa menguasai beberapa cabang ilmu.

Bagaimana ya sistematika pengajaran macam-macam tema buku?

Saat ini anak saya masih pilih-pilih buku. Buku yang dia senangi yang ada gambar mobilnya.
Klo saya buka buku lain kadang menolak, pengennya buku itu lagi… Itu lagi…

✏ Teh Shofa:
Yang kerasa sama aku, mengajak anak membaca buku dan membacakan buku pada anak merangsang kemampuan bicara anak.

✏ Teh Ari:
Teh Cici, klo Babah Alice triknya gini..
Jam baca buku Alice boleh pilih 2 buku dan 1 buku Babah yang pilih.

Meski pas buku pilihan Babah kadang Alice ga terlalu antusias, tapi tetap dapat pengalaman sama buku lain (di luar buku favoritnya). 🙂

Sebenarnya memang anak-anak balita itu kan masih sangat suka repetisi.
Jadi tentu akan lebih nyaman sama beberapa buku tertentu.
Diulang dan diulang dan diulang lagi..

Dan ini sebenarnya gapapa kok..

Kalau mau dicoba trik lain. Coba ceritanya kita ubah, meski bukunya buku yang sama.

Atau kasih kesempatan si kecil untuk menceritakan buku favoritnya (yang ibunya udah hapal tiap kata yang tertera dalam halamannya).

Bisa juga pura-pura lupa sambil bertanya, “Eh, ini gimana sih?” “Yang itu kenapa sih?”

Tentang budget beli buku, beli buku bekas itu asiiiiik, lho. Mayoritas buku Alice memang buku bekas. Biasanya saya pilih buku impor memang karena pilihan kata dan ceritanya sederhana.

Plus sekarang udah ada aneka perpus keren di Bandung.
Jadi ga perlu nyetok banyak buku.
Asal rajin pinjem bisa baca aneka macam buku.

✏ Teh Deviana:
Buibu yang anaknya lebih dari 1 suka ada ketakutan ga sih membandingkan anak seneng buku? Kadang suka khawatir saya. 😅

✏ Teh Muthia:
Kalau saya mah masih selow teh Dev… Adiknya lebih suka buku dibanding Aanya… Aanya lebih suka main di luar… Selama ini ga pernah maksa dia harus nyimak apa yang saya bacain. Tapi usaha mengenalkan buku dimulai dari membacakan tetap dilakukan.

✏ Teh Retno:
Pengalaman anak dengan buku, anakku dari umur 2 tahun dikasih buku, padahal boardbook, lho. Tapi tetep aja rusak. Mungkin dia memang sedang mengeksplorasi.😂
Sekarang sudah 4 tahun alhamdulillah sudah bisa menjaga buku, walau belum bisa baca sendiri.
Cuma yang saya rasakan, kosakatanya jadi lebih banyak. Kakak bisa menceritakan sesuai dengan gambar. Dan ini menurut saya adalah perkembangan bahasanya.

✏ Teh Dyah Ummu Umar:
Kunci utama supaya anak-anak suka membaca adalah membuat kegiatan tersebut menyenangkan.

Kemas seluruh aktivitas membaca menjadi sesuatu yang mengasyikkan dan menjadi dunia mereka. Selanjutnya, sisipkan pesan-pesan tersembunyi untuk memotivasi mereka agar terus membaca dan membaca. 

Bagaimana membuat anak lebih tertarik untuk membeli buku ketimbang membeli mainan?
Waaaa, pasti senang ya kalau bisa seperti itu?

Bunda…
Mungkin pada mulanya kita bingung harus memulai dari mana, namun sesungguhnya semua itu insyaa Allah mudah jika diiringi ketekunan dan semangat membaja. 😁

Tips untuk orangtua:
1. Sediakan suasana literasi di rumah.
Miliki perpustakaan pribadi berisi buku anak-anak yang kontennya menarik.
2. Ciptakan habit (kebiasaan)
Jadikan budaya gemar membaca menjadi ciri khas keluarga kita. Pelan-pelan, Bu.. Jangan tergesa-gesa ingin melihat hasilnya.
3. Sediakan buku yang menarik minat anak untuk membaca. Eye catching, bahasanya sederhana, dan ada ilustrasi sehingga membantu daya imajinasinya.
4. Selalu sediakan waktu paling kondusif untuk mendukung budaya membaca. Mungkin waktunya bisa berbeda tiap keluarga.
5. Bacakan berbagai jenis buku. Anda harus memperkenalkan pada si kecil tentang beragam topik. Selain untuk memperkaya kosakatanya, juga untuk merangsang dan mencari tahu minatnya. 
6. Gunakan bahasa yang sederhana saat bercerita. Jika Anda menemukan kata atau kalimat yang sulit dimengerti pada buku bacaan, gantilah kata atau kalimat tersebut dengan yang lebih sederhana, yang Anda yakin dapat dimengerti olehnya. 
7. Berceritalah sambil melakukan kontak mata. Gunakan kalimat-kalimat pendek saat bercerita, agar Anda punya banyak jeda untuk melakukan kontak mata. 
8. Sampaikan dengan runut. Hal ini akan membantunya untuk memahami bahwa cerita dibangun oleh plot, dialog, dan karakter para tokohnya. 
9. Sediakan alat tulis ketika Anda bercerita. Ajak anak untuk menggambarkan dengan imajinasinya mengenai cerita yang baru dibacanya.
📗📘📙📔

Harus:

M E N Y E N A N G K A N

✏ Teh Shofa:
Ada tambahan tips agar anak 0-2 tahun dekat dengan buku hingga akhirnya suka buku:

1. Bacakan dengan artikulasi yang jelas a-i-u-e-o-nya.
2. Ulangi kata-kata yang ingin dijadikan keyword.

✏ Teh Ari:
Teh, aku punya saran nih buat si kaka atau si adik yang kurang tertarik baca buku.
Ini diterapkan di rumah adikku. Jadi tiap waktu tertentu ada jam baca di rumah mereka.
Meski si kaka awalnya ga suka baca buku, tapi ayah, bunda, serta adiknya duduk di ruang tengah membaca buku.

Awalnya si kaka main aja tuh kukurilingan ga jelas di dalem rumah. Tapi selewat minggu ke-2, dia mulai tertarik untuk ikut duduk dan baca bersama.

✏ Teh Shofa:
Membacakan buku pada anak = merangsang kemampuan berbicara anak = terhindar dari speech delay
🌟🌟

✏ Teh Muthia:
Anakku doyannya dibacain, jarang baca sendiri, hiksss..

👆 Gapapa teh. Konon membaca itu dimulai dari seni mendengarkan. Bertahap lha ya…

Kenapa mendengarkan? Agar dia terbiasa dengan ’bahasa buku’. Itu penting supaya kelak dia tak hanya bisa/suka membaca, tapi juga bisa langsung memahami apa yang dibacanya — karena sudah terbiasa mendengar ’bahasa buku’.

Bahkan saya berencana membacakan buku terus sekalipun dia sudah bisa membaca.

✏ Teh Ayu:
Di daycare Balqis yang dulu, mereka lebih menerapkan interest terhadap buku dengan sustained silent reading (SSR) daripada read aloud story (RAS).
Ada yang punya pengalaman trntang kedua metode ini?
Katanya otak dapat lebih berkembang dengan SSR daripada RAS.

✏ Teh Dyah Ummu Umar:
Model Whole Language merupakan model pembelajaran bahasa yang menekankan bahwa pembelajaran bahasa merupakan sesuatu yang utuh, yang tidak memisahkan aspek-aspek keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa disajikan dalam satu kesatuan yang padu antara menyimak, membaca, berbicara, menulis, sastra, dan unsur kebahasaan. Semuanya disajikan secara proporsional sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Komponen whole language, yaitu: (1) reading aloud, (2) journal writing, (3) sustained silent reading, (4) shared reading, (5) guided writing, (6) guided reading, (7) independent reading, dan (8) independent writing.

Fokus kami belum kepada anak membaca simbolik sih karena Umar masih 4 taunan, tapi lebih ke “iqra”.

Ada 3 waktu dimana Umar dibacain buku:
Pagi (merujuk kepada waktu utama menyerap ilmu seperti para ulama), Ashar, dan sebelum tidur.

📚 Reading aloud adalah kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru/orangtua untuk putra-putrinya, dengan suara nyaring dan intonasi yang jelas. Dengan aktivitas ini orangtua dapat mengajarkan cara membaca yang baik pada anak. Kegiatan ini juga bisa dilakukan sebagai pilihan untuk circle time sebelum masuk ke “materi utama” dan untuk membangun bonding dengan anak.

📚 Journal writing atau menulis jurnal merupakan sarana yang aman bagi anak untuk mengungkapkan perasaannya, menceritakan kejadian di sekitarnya, mengutarakan hasil belajarnya dan menggunakan bahasa dalam bentuk tulisan seperti yang dilakukan Ammar ya. ❤👍🏻
Aktivitas membuat jurnal ini bukan untuk dinilai melainkan agar orangtua mendapatkan feedback dan kemudian mengapresiasi karya tersebut.

📚 Sustained Silent Reading (SSR) SSR adalah kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan oleh anak. Dalam kegiatan ini anak diberi kesempatan untuk memilih sendiri buku atau materi yang akan dibacanya. Biarkan anak memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuannya sehingga mereka dapat menyelesaikan membaca bacaan tersebut. Berikan buku yang menarik minatnya.

📚 Shared reading ini adalah kegiatan membaca bersama antara orangtua dan anak, dimana setiap orang mempunyai buku yang sedang dibacanya.

📚 Guided Reading lebih kepada membimbing anak membaca bermakna. Begitu pun dengan Guided Writing yang mengajarkan kepada anak untuk menuangkan hasil membaca dalam bentuk tulisan dimana orang sebagai fasilitator.

📚 Independent reading dan independent writing adalah kegiatan membaca dan menulis yang memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan sendiri materi yang ingin dibacanya dan ingin ditulisnya. Tahap akhir ini merupakan proses utuh yang sebenarnya dari kelas whole language.

✏ Teh Liza:
Ammar dulu gimana ya… sampe suka banget sama buku..

Saya ngga pake teori macam-macam. Cuma kontinu dari bayi mengenalkan buku. Mungkin dari kemampuan mendengarkan dulu seperti yang Teh Muthi bilang. Menyediakan buku yang ngga mudah robek dulu awalnya. Pun kalau robek ya udahlah ya. Saya termasuk yang lebih memilih buku rusak karena sering dibuka daripada licin karena ngga dibaca.

Ada waktunya Ammar membaca “gambar” sendirian dan saya ngga mau ganggu momennya. Kecuali dia minta dibacain. Ada waktu dimana kita memang membaca bersama dan ingatannya kuat sekali. Biasanya diceritakan kembali dalam bentuk verbal/ngomong (cerewet pisan) atau tulisan (baca: gambar).

Kadang malah dibuat dalam gambar berseri. Dan itu masih plus dijelaskan pula, saya suka pusing kalau lagi ngga mood, karena emang merepet gombreng banget ceu si soleh satu itu. Yang menyenangkan itu berarti dia menangkap isi bukunya.

✏ Teh Thasya:
Ikut share boleh yaa….

Anak-anak saya rutin dibacakan (read aloud) buku sejak bayi hingga usia 3 tahunan. Setelah itu, mereka secara rutin lebih banyak porsi SSR. Setelah SSR, biasanya mereka ‘menceritakan’ ulang apa yang mereka baca.

Saya merasakan manfaatnya sekarang.
Anak saya yang usia 12, hobinya sejak usia 8 adalah membaca sirah, ensiklopedia, dll. Dia tidak merasa berat walau buku-bukunya tidak bergambar.
Manfaat lainnya, ternyata mereka paham lebih banyak dari yang kita kira. Karena meski mereka belum bisa membaca, tapi imajinasinya berkembang dari aktivitas SSR ini. Plus, saat mereka menceritakan ulang, daya analisisnya terasah (ini pengamatan pribadi…bisa benar bisa salah 😆).

📓📕📗📘📙📔📒

Share tempat favorit beli buku:

1. Jl. Banceuy & Jl. Dewi Sartika. Meski second tapi isinya 👍🏻👍🏻👍🏻. Bawa uang 50 ribu bisa dapet beberapa buku.

2. Di grup FB garsel, WWP yang aslinya jutaan, ada yang jual 85 ribu/buku.

3. BBC (Giant Suci), Togamas, atau Rumah Buku. Jual buku baru dengan diskon lumayan.

4. Tokopedia. Dapet buku anatomi impor lengkap dengan 3D human internal organ, skeleton, dan peredaran darah cuma 50 rb aja (bekas).

5. Instagram. Rutin ngecek hashtag #bukuanakbekas #bukubekasanak.
Dapet buku impor harga 20 ribuan.

6. Bumi si Kecil

7. Happy Learner

📚📖📚📖📚📖📚📖📚📖

Let’s Join…

📕PERPUS ONLINE SABUMI📕

🙋🏻Myrna +6281931296589

Semangat belajar selalu

📚📖📚📖📚📖📚📖📚📖

Resumed by AstriPP

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s