Homeschooler Story · Homeschooling Highlight

Penerapan Aturan Rumah dalam Homeschooling Ayeman – Part 2

9 April 2016

Sharing bersama keluarga Juwana, keseharian Abah Iwan dan Ambu Astri ber-homeschooling bersama Ayeman (6 tahun).

Penerapan Aturan Rumah dalam Homeschooling Ayeman

Ambu Astri:

Hal-hal dalam Homeschooling Ayeman

  • Pelan-pelan tapi berproses
    Kami memulai HS dengan sering-sering membicarakannya, sama-sama menyiapkan ‘ruang kelasnya’, memilih material, menyusun jadwalnya, bergantian mengajar
  • Trial and Error
    tidak ada salahnya mencoba, walaupun seringkali salah, tapi kita jadi tahu dimana letak kelemahan dari metoda yg kita lakukan
  • Perhatikan minat, sesuaikan pelajaran
  • Sesuaikan tugas dan tanggung jawab dengan perkembangan umur dan keterampilan. misalnya, pada usia 5 – 6thn, ayeman bertugas (wajib) kasih makan ikan, lipat pakaian dalam dan gulung kaus kaki, menyapu remah kolong meja makan, kadang diminta membantu angkat jemuran, beli roti, dan transfer sampah dr dapur ke tempat sampah besar dpn rumah
  • Buat challenge to grow up
    Tantangan berikutnya yg mau dipilih
  • Diskusikan pilihan
  • Pastikan anak sempat bermain
  • Buat routines

 

Tanya Jawab

Abah.. Ambu.. Poin challenge to grow up dan rutinitas boleh sharing?

Ambu Astri:

‘Challenge to grow up’ istilah kami di rumah untuk menantang Ayeman dgn skill baru. Misalnya, Ayeman dikasih pilihan: mulai bulan depan Ayeman mau ambil challenge yg mana? apakah bangun subuh tiap subuh, mandi sendiri pake air dingin, atau tidur sendiri. lalu biarkan dia memilih dan menetapkan targetnya, kami tinggal bantu dan ngingetin. Beberapa minggu ini Ayeman masih berjuang tidur sendiri.

Ohya, dalam hal pelajaran ‘akademik’ juga ada challenge. Misalnya, dlm menulis Ayeman ada di level pensil. nanti kalo tulisannya dah stabil rapi dan spelling udah cukup ok, rencananya dikasi sertifikat atau licence to use ballpoint hehe.. katanya nanti mau pilih bolpen sendiri.

 

Abah Iwan:

Dari sisi kelaki-lakian, kami juga ingin membantu Ayeman tahu dan faham ttg laki2. jadinya kami perlu sangat tahu kriteria laki2 menurut islam. yang selama ini sering kita kenalkan ke Ayeman: pergi ke masjid kalau shalat wajib dan cari nafkah. jadi terkait rutininas, shalat wajib kalau pas ada di rumah, selalu ke masjid, kecuali ada udzur.

Khawatir bisi kita sbg bapak terlalu sibuk ngenalin sosok laki-laki yg sangat hebat cari nafkah, tapi kriteria yg lain tidak kenal. Salah satunya shalat wajib di masjid.**

Kalau targetnya gak kecapaian ada punishment atau reward buat ayeman?

Ambu Astri:

Reward ada…

Taukah ibu-ibu reward yang diinginkan Ayeman? Ternyata sangat sederhana sampai terharu dengernya. Dia pingin gambar pilihannya (yang dah dia buat) dilaminating. Di lain waktu, dia pingin sepasang sendal yang kayak punya abah ambu (padahal sendal capit swall*w sendal kebangsaan teaaa)

Punishment ngga ada, biasanya kalo diingetin deal awalnya dia bergerak. Misalnya susah disuru tidur, diingetin: bukannya pingin bangun subuh biar punya banyak me-time? Gorejat weh berangkat tidur..

Rutinitas sangat membantu, karena Ayeman jadi terbiasa mengerjakan kewajiban hariannya. sehari2 rutinitasnya begini:

*morning chores (bangun, shalat, urusan km mandi sampe ganti baju, sarapan, gosok gigi & floss) jika morning chores beres bole me time sampe jam 9
*jam 9 sampe 11.30 ‘foundation a’ alias jam belajar duduk di kelas
*11.30 midday chores: lunch, shalat, qoilulah 30mnt. lepas midday chores, me time sampai ashr.
*ashr: evening chores: shalat ashr, siap2 ke tpa, ke tpa, pulang, dinner, bersih2, me time, maghrib, recite quran, murajaah, isya, tidur.

Apa sebelumnya Ambu menetapkan kalau kamu berhasil dengan targetmu, kamu boleh minta bla…bla.. Atau gimana cara Ambu memotivasi biar targetnya tercapai?

Itu teh mulus Ayeman menjalankan rutinitasnya, Ambu?

Ambu Astri:

Ada yang mulus ada yang pake nangis-nangis..
Biasanya kita ngobrol bahwa perubahan memang tidak mudah, tapi bakal sangat menyenangkan kalau akhirnya berhasil. Dan yang mahal itu prosesnya… Motivasinya jadi mature grown up, hehe..

Kadang dijanjiin jalan-jalan, tapi ngga pake target khusus. Paling bilang: if you’re nice the whole month we’ll go to the zoo, inshaaAllah…

Kalau dilihat dari challenge yang disampaikan ambu dan abah tadi, challenge apakah akan tetap sama sampai benar-benar tercapai? Atau bisa beralih ke challenge lain?

Misal nih… Saat ayeman sedang proses mencapai targetnya, tiba-tiba ambu dan abah menemukan prioritas lain yang harus dicapai.

 

Ambu Astri:
Flexible, Teh. Kadang tiba-tiba ada target baru. Kalau kami menemukan hari ini Ayeman tidak bersikap baik pada seseorang, ini jadi catatan target berikutnya. Kalau urgent, nggak disuruh milih, tapi jaid bahan diskusi di kelas.
Moderator: Jadi target tergantung nilai urgensinya ya, bisa jd challenge, bisa jadi bahan diskusi

Kalau weekend.. Apa ada schedule khusus? Anak HS apa mengenal weekend?

Ambu Astri:
Apapun selagi aman. biasanya dia sepedahan, baca, main, pretend play sama abah. Rutinitas tadi hanya berlaku selama weekdays.

Akhir pekan jadwalnya nengok nenek, ke acara undangan, dll. Tapi chores tetep berlaku. Sabtu ada toy swap (tukar mainan). Minggu ada klub Thifan Ananda Sabumi dan kajian.

Apa yang don’t s nya?
Tadi kan yang do’s nya..
Adakah rule yang bersifat “not to do”

Ambu Astri:
don’t 

    • whine (bicara dgn nada cengeng)
    • hurt verbally and physically
    • raise voice (bicara dgn nada tinggi)

… apa lagi ya…
Jika Ayeman melakukan apa yang don’t, biasanya kami bilang, kita perlu bicara. Baru gitu aja udah murungkut. Nah, pada tahap ini kami masih berusaha keras untuk mengeluarkan sikap dan kata-kata yang baik tanpa marah. Kadang berhasil kadang nggak.

Setelah bicara, kami tanya:
*Apa yang tadi terjadi, kenapa kita sampai harus bicara gini? dia jawab.
*Lain kali ada kasus begini, ayeman harus bersikap gmn?

Kalo minta sesuatu yang dalam perkiraan dia ngga akan kita kasih. Biasanya kita bilang: pake suara normal baru ambu mau denger. Terus dia berusaha mematut2 suaranya, hehe..

Whining teh bisa bikin sumbu ambu mendadak pendek, hehe.. Belajar nanggapin tanpa emosi apa-apa, lempeng gituh.

Minta tips buat manjangin sumbu pas denger rengekan dong, Ambu.. hihi..

Ambu Astri:

Awalnya seriiiing sampe setress dulu mah. Pada tahap ini waktunya membuka diri terhadap keinginannya dan ngga usah nginget-nginget betapa susahnya kita udah nyiapin materi yang mau disampaikan.

Ikuti kemauannya, selipin materi-materi belajar sebisa mungkin. Lama-lama ketertarikannya akan sesuatu sangat kuat sehingga kita tinggal ngikutin.

Masih berusaha keras ini.. Wudu, duduk atau berbaring geuning kalo udah cingcirining mau ambekkk.

Pas kejadian mah inget-inget untuk lempeng.

Ambu pernah ngga sih mati gaya? Hari ini bingung mau bahas apa? Udah gitu dapet nih ide, tapi ternyata Ayeman ngga mau, pengennya maen itu, padahal misalkan waktu me time udah beres. Apa yg musti dilakukan?

Ambu Astri:

Teh, tampaknya kita perlu banyak-banyak berdoa minta pertolongan Allah karena kita ngga punya kuasa apa-apa atas anak kita. Kalaupun ada kebaikan, datangnya dari Allah, bukan serta merta jasa orangtuanya.

Ayeman pernah dibebaskan memilih kegiatannya. biidznillah dia pilih puzzle tentang nabi-nabi. Dari situ dia jadi seneng lagi murajaah hafalan surat Taha yang udah pernah dihafal dulu waktu masih usia 4 thn. Dari surat Taha dia jadi sangat tertarik kisah Nabi Musa ‘Alayhissalam dan Firaun. Lalu keranjingan dengan segala hal tentang Mesir, budaya dan sejarahnya. Nyambung lagi ke kisah Nabi Yusuf ‘Alayhissalam (karena di Mesir juga), nyambung ke geometri (piramida).

Kalo diinget-inget… MasyaaAllah, semua ini karena kemudahan Allah saja. Da yang Ambu lakukan sekedar menawarkan: sok mau ngapain sekarang.***

——–

Bersambung ke sharing mengenai Bookworm Child

 

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:
Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)
💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN
👍FB fanpage:
Homeschooling Muslim Nusantara
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s