Parenting

Membentuk Anak Idaman di Akhir Zaman

Materi oleh: Dyah Wulandari

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya menjadi anak yang soleh, pintar, cerdas serta membanggakan, yang tentu saja bisa disebut idaman. Namun tidak mudah mendapatkan atau membentuk anak idaman pada masa sekarang ini, suatu waktu yang pada pembabakannya adalah masa akhir. Mengapa dikatakan sulit? 
Membentuk anak idaman harus dimulai dengan membentuk orang tua idaman. Cita-cita untuk memiliki anak idaman hanyalah bualan jika orang tua masih memiliki gaya hidup yang konsumtif dan mengukur segala sesuatu dengan materi. 

Bukan hanya dua faktor tersebut, namun prinsip orang tua yang hanya menganggap anak cerdas adalah anak yang pintar calistung (Baca, Tulis dan Hitung) saja adalah faktor tidak terbentuknya anak idaman. Seakan-akan hal penting dalam hidup anak adalah hanya bisa menyelesaikan persoalan matematika atau fisika saja. 

Orang tua kemudian tidak menjadi orang tua idaman jika hanya berfungsi sebagai mesin ATM saja, hanya memberikan uang kepada anak dan didekati jika anak membutuhkan, sementara fungsi pengawasan terhadap anaknya tidak dijalankan. 

Orang tua tidak boleh kehilangan visi apabila ingin menjadi orang tua idaman. Sebab visi atau cita-cita orang tua terhadap keluarganya ini ibarat bensin yang terus menggerakkan roda rumah tangga hingga akhirat kelak. Kemudian faktor yang terakhir adalah orang tua kehilangan makna sebagai orang tua itu sendiri. Orang tua harus menyadari betul perang dan fungsi sebagai orang tua bukan semata-mata menjadi orang tua karena konsekuensi dari pernikahan saja. 

Segala kesulitan itu tentu saja ada solusinya. Memang sulit, tapi kita harus mengatakan, “sulit, sih, tapi bisa.” Dibandingkan kita mengatakan, “bisa, sih, tapi sulit.” Untuk menjadi orang tua idaman bagi anak, orang tua seyogyanya menjalankan fungsi orang tua dengan baik. Fungsi-fungsi tersebut adalah Fungsi Pathfinder, Empowering dan Alignment. 

Fungsi Pathfinder, membimbing anak untuk kehidupan. Membimbing ini bukan hanya membantu anak untuk menemukan cita-cita jangka panjangnya saja namun juga membantu anak menemukan jalan dan proses yang benar untuk mencapai visi besar kehidupan mereka. 

Fungsi selanjutnya adalah fungsi empowering, orang tua harus mendidik anak dengan nilai-nilai kebaikan agar mereka diterima dalam kehidupanya. Dalam hal ini akhlak dan adab-adab sesuai nilai-nilai islam wajib diajarkan kepada anak-anak. Mengenalkan anak kepada Tuhannya, Rasulnya, Kitabnya dan rukun iman, serta mengajarkan agama dengan baik adalah termasuk ke dalam fungsi ini. Fungsi empowering ini bukan hanya menerapkan good value kepada anak namun membantu anak menemukan softskill dan hardskill mereka.

Lalu kemudian adalah fungsi alignment. Orang tua harus menyatukan visi jangka pendek dan panjang anak, yang artinya orang tua harus duduk bersama anak menyatukan cita-cita dunia dan akhirat anak. Orang tua, terutama ayah harus dapat melihat potensi seluruh anggota keluarga untuk menjadi sumber kekuatan bagi keluarga untuk mencapai kesuksesan jangka panjang keluarga tersebut. 

Fungsi ini harus dilaksanakan dengan sebaiknya-baiknya agar anak-anak kita tidak menjadi budak teknologi, tidak kehilangan teladan, tidak tercemar dengan paham kapitalisme, hedonisme dan matrealisme, dan tidak kehilangan visi serta tidak memiliki daya juang yang rendah.

Nah, ayah, bunda. Yang terpenting untuk menjadikan anak kita sebagai anak idaman bukanlah perkara ia mampu menyelesaikan soal fisika dalam hitungan detik atau ketika anak mampu membawa uang berjuta-juta ke rumah. Namun lebih dari itu, anak idaman adalah anak yang mampu membawa keluarga ayah dan bunda mencapai visi keluarga, yaitu syurga.

Catatan penting untuk orang tua untuk membentuk anak idaman adalah menjadi orang tua idaman, maka orang tua harus menjadi petarung dalam menuntut ilmu. 

Inilah corat-coret materi dalam seminar 21 Agustus 2016 lalu. Semoga bermanfaat dalam membentuk anak idaman di akhir zaman.  

F.A

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🔅🔆🔅SABUMI🔅🔆🔅

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥 FB Group:

Sabumi (Muslim Homeschooling Bandung)

💻 Blog: sabumibdg.wordpress.com

Sabumi is part of HSMN

👍FB fanpage:

Homeschooling Muslim Nusantara

🌐 web:

hsmuslimnusantara.org

📷 instagram: @hsmuslimnusantara

🐤 twitter: @hs_muslim_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s