Sharing Hikmah

Mengajarkan Anak Menjaga Kemaluan

fb_img_1476714240341-01

Suatu hari kami mendapat materi tentang Cabang Iman: Haramnya Kemaluan dan Wajib Menjaga Kehormatan dari Tim Tema HSMN. Alhamdulillah setelah itu Teh Ratih berbagi cerita tentang pengalamannya mengajarkan anak menjaga kemaluan.

Simak, yuk.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Bunda-bunda solihat… hari ini Senin, 17 Oktober 2016, kita akan membahas cabang iman ke-37

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
*Haramnya Kemaluan dan Wajib Menjaga Kehormatan*
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

‘Haramnya kemaluan’, maksudnya adalah berzina dan homoseksual

23.Al-Mu’minūn : 1

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,

23.Al-Mu’minūn : 2

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

(yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya,

23.Al-Mu’minūn : 3

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

23.Al-Mu’minūn : 4

وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

dan orang yang menunaikan zakat,

23.Al-Mu’minūn : 5

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

*dan orang yang memelihara kemaluannya,*
24.An-Nūr : 31

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

24.An-Nūr : 32

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.
Sumber:

Abu Ja’far Umar Al-Qazwiniy, *Syarah 77 Cabang Iman Imam Al Baihaqi*, Darul Falah
💝💞💝💞💝💞💝💞💝💞

Bagaimana cara Bunda-bunda solihah menanamkan hal ini pada sang buah hati?
Bagaimana membuat ananda sadar untuk menjaga aurat sejak dini?
Atau, jika bunda yang buah hatinya sudah beranjak dewasa yang mungkin sudah punya ketertarikan dengan lawan jenis, bagaimana menghadapinya?

Yuk.. kita diskusi dan berbagi tips, mari saling menebar ilmu dan hikmah yang telah Alloh beri…

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

#seri cabang iman ke-37

Tim Tema Diskusi Harian HSMN Pusat

HSMN.Timtemadiskusi@gmail.com

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅🔆hsmn🔆🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥facebook.com/hsmuslimnusantara
👥FB: HSMuslimNusantara Pusat
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ratih Sondari, psikolog. Bunda dari Favian, 8 tahun.

Mau sharing pengalaman ya..
Saya pertama mengenalkan ayat ini (dan orang yg memelihara kemaluannya) ke favian pas dia berusia 4 tahun.

Menurut tahap perkembangan psikoseksual, usia 3-5 tahun adalah fase phallic. Pada fase phallic ini, anak menjadi lebih perhatian thd area genital mereka. Dan benarlah pas usia 4 tahun favian mulai suka pegang2 alat kelaminnya.

Awalnya ketika cebok pakai selang kan air selangnya kenceng tuh keluarnya. Dia bilang, “mah.. mah.. lihat deh _titit_ (maaf) aku jadi keras dan enak kalau disemprot! Kenapa ya?”.
Saya pun kaget dan sempat nge-blank denger perkataan favian itu. Seketika ilmu yg saya tau hilang semua dr ingatan. Saya diam dulu sejenak mencoba berpikir jernih. Saya mencoba untuk tidak terlihat kaget dan menjawab dengan datar, “iya karena ada syaraf-syaraf peraba di situ, kalau tersentuh, dia akan mengirimkan sinyal ke otak, makanya kakak merasa enak. Itu jadi keras krn otak juga memerintahkan aliran darah menuju ke situ”.
Besok-besoknya ternyata pas pipis atau pup, favian suka sambil semprot-semprot alat kelaminnya atau dia pegang2. Saya bilang, “jangan dipegang2, itu kan tempat keluarnya air pipis, nanti kotorannya bisa nempel di tangan. Kalau cuci tangannya ga bersih bisa ikut termakan kumannya”. Setelah dinasehati itu ternyata dia masih suka pegang2 kemaluannya juga pas di kamar mandi.

Saya bilang, “kalau tangannya kotor dan ada kuman, kumannya bisa masuk ke lubang pipis trs bisa menyebabkan infeksi saluran kencing”. Eh.. ternyata dah dijelasin gitu masih sering aja pegang-pegang alat kelaminnya pas lg di kamar mandi. Akhirnya saya bacain surat al-mu’minun ayat 1-5, terus saya bilang, “tau ga maksud memelihara kemaluan itu apa? Maksudnya, kita harus menggunakannya sesuai dengan tujuan Allah menciptakannya.

Pertama, kemaluan itu untuk pipis dan kita harus menjaga kebersihannya biar ga kena infeksi. Kedua, itu nanti digunakan kalau kakak sudah menikah. Iya mama ngerti kalau dipegang2 itu enak krn kan ada syaraf2 perabanya di situ.

Tp itu bukan yang Allah mau. Kalau kakak megang-megang kemaluan untuk merasakan enaknya itu sama saja dengan tidak memelihara kemaluan. Kakak mau menjadi orang yang beruntung ga? Mau masuk surga? Kalau mau, jangan dipegang2 lagi, kecuali untuk cebok ya”.

Dan alhamdulillah setelah dibacakan dan dijelaskan tentang ayat ini, favian sudah tidak pernah pegang-pegang kemaluannya lagi. Alhamdulillah pada kasus-kasus lain pun favian bisa dikendalikan selama ada dalilnya. Kalau ga ada dalil di Al-Qur’an atau Hadits-nya, siap2 deh adu argumentasi sama dia 😅.
Sekian sharing dari saya tentang tema hari ini.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s