Liqo Online

Jelita Karena Berbekal Taqwa

Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalamualaikum bunda-bunda shalihaat, alhamdulillah pada tanggal 19 Desember 2016 telah diadakan LIQO ONLINE SABUMI, berikut ini :

📗📖📖📖🎯🎯📖📖📖📗

RESUME LIQO ONLINE SABUMI

Hari/ tanggal : Senin, 18 Desember 2016

Waktu : 13.00 -15.00 WIB

Narsum : Dyah Wulandhari

Tema : Jelita karena berbekal takwa

Moderator: Rika Lestari

Notulen : Fina Febiyanti

======================

BIODATA NARASUMBER

🌸🐝🌸🐝🌸🐝🌸🐝🌸🐝

✏ Nama: Dyah Wulandhari

✏ Tanggal lahir: 12 Juni 1985

✏ Alamat: Griya Prima Alam Asri Blok C5 no 1, Kec Cimanggung, Kabupaten Sumedang

✏ Pendidikan: S1 Informatika

✏ Status: menikah, memiliki 3 anak

✏ Aktivitas: ibu rumah tangga

✏ No telp: 089619484484

======================
✍🏻🔸🔹 MATERI🔹🔸✍

Bismillahirohmannirohiimmm

Assalamualaykum wrwb

Asyhadu alla illa ha ilAllah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah..

Alhamdulillahirobbil alamiin..

Arsala Rasulullahu bil huda wa diin al haq

Liyudhirohu ala diini kullih wakafabillahi syahida

 الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain.

💜 Pertama, Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu

Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah Ta’ala dan seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah. 

Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah:5)

Orang yang menuntut ilmu bukan karena mengharap wajah Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan api neraka untuknya. 

Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’iat yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

💜 Kedua, rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat

Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepadaNya.

Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala, berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Ketiga, Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu

Dalam menuntut ilmu syar’i diperlukan kesungguhan. Tidak layak para penuntut ilmu bermalas-malasan dalam mencarinya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah apabila kita bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)

💜 Keempat, menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala

Seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat.

Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat menghalangi ilmu yang bermanfaat, bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah Ta’ala.

💜 Kelima, tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu

Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam dirinya.
Imam Mujahid mengatakan,

لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْىٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ

“Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq)

💜 Keenam, Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru

Allah Ta’ala berfirman, “… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar: 17-18)

💜 Ketujuh, diam ketika pelajaran disampaikan

Ketika belajar dan mengkaji ilmu syar’i tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat, tanpa ada keperluan, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syar’i yang disampaikan, tidak boleh ngobrol.

 Allah Ta’ala berfirman, “dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raaf: 204)

💜 Kedelapan, Berusaha memahami ilmu syar’i yang disampaikan

Kiat memahami pelajaran yang disampaikan: mencari tempat duduk yang tepat di hadaapan guru, memperhatikan penjelasan guru dan bacaan murid yang berpengalama. Bersungguh-sungguh untuk mengikat (mencatat) faedah-faedah pelajaran, tidak banyak bertanya saat pelajaran disampaikan, tidak membaca satu kitab kepada banyak guru pada waktu yang sama, mengulang pelajaran setelah kajian selesai dan bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

💜 Kesembilan, Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya…” (HR. At-Tirmidzi).

Dalam hadits tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepada Allah Ta’ala agar Dia memberikan cahaya pada wajah orang-orang yang mendengar, memahami, menghafal, dan mengamalkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Maka kita pun diperintahkan untuk menghafal pelajaran-pelajaran yang bersumber dari Al-Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

💜 Kesepuluh, Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan

Ketika belajar, seorang penuntut ilmu harus mencatat pelajaran, poin-poin penting, fawaa-id (faedah dan manfaat) dari ayat, hadits dan perkataan para sahabat serta ulama, atau berbagai dalil bagi suatu permasalahan yang dibawa kan oleh syaikh atau gurunya. Agar ilmu yang disampaikannya tidak hilang dan terus tertancap dalam ingatannya setiap kali ia mengulangi pelajarannya. 

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr)

💜 Kesebelas, mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari

Menuntut ilmu syar’i bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai pengantar kepada tujuan yang agung, yaitu adanya rasa takut kepada Allah, merasa diawasi oleh-Nya, taqwa kepada-Nya, dan mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Dengan demikian, barang siapa saja yang menuntut ilmu bukan untuk diamalkan, niscaya ia diharamkan dari keberkahan ilmu, kemuliaan, dan ganjaran pahalanya yang besar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)

💜 Kedua belas, berusaha mendakwahkan ilmu

Objek dakwah yang paling utama adalah keluarga dan kerabat kita, Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahriim: 6).

***

🔹 MATERI UTAMA🔹

💝 Jelita karena berbekal taqwa 💝

Wahai para muslimah jelita..

Taqwa adalah sebaik-baik bekal istimewa yang pertama harus dimiliki seorang muslimah.

Taqwa adalah sikap hamba yang memelihara dirinya dari segala bentuk keburukan dan kejahatan yang dikhawatirkan akan menimpa dirinya.

Secara spesifik, taqwa adalah sikap menjaga atau memelihara dirinya dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah dan azabNya.

Ciri orang yg taqwa :

1. Aqidah nya lurus murni meyakini Allah swt adalah Esa serta beriman pada yang ghaib.

2. Patuh dan taat mengamalkan tuntunan ajaran islam seperti shalat, zakat, shaum serta amal shalih yang mendatangkan kecintaan Allah padanya.

3. Menjauhi segala sesuatu yang akan membuat Allah murka terhadap Nya.

4. Memelihara dirinya agar dapat meneladani Rasulullah saw dalam tulisan, perkataan maupun tindakan.

5. Birr Al Walidain
Muslimah jelita… Insyaaallah di antara kita semua sudah memahami jika ditanya seputar definisi taqwa, namun yang masih sering mengungkapkan butuh tips meningkatkan ketaqwaan juga pasti banyak yaaa..
Berikut ini, Tips meningkatkan ketaqwaan dengan 5M

1. Mu’ahadah

2. Mujahadah

3. Muraqabah

4. Muhasabah

5. Mu’aqabah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Al Hasyr ayat 18.

🙋🏻 SESI TANYA JAWAB 🙋🏻

💦 Pertanyaan Teh Afina Raditya

Assalamu’alaikum wrwb

Teh Dyah, saya mau tanya keseharian teh Dyah di rumah, di majelis, atau dimanapun, dalam rangka menuntut ilmu syar’i ini. Dari bangun sampai tidur, apa saja yang biasa teteh lakukan? Atau udah ada jadwal-jadwal khusus barangkali? 

Saya pribadi, suka berniat untuk membaca buku setiap hari. tapi ada aja yah kerjaan teh, baik kerjaan rumah maupun yang lain, atau nemenin anak main, jadi ajah kelewat lagi baca bukunya. Semoga bisa jadi penyemangat buat saya nambah ilmu.

🌐 Jawab : 

Wlkmslmwrwb Teh Afina 💕

Tadi ada pengantar ttg ilmu sebelum materi ini.

Ini tak lain agar kita diingatkan kembali ttg hakikat mencari ilmu..
Saking banyaknya yang harus kita pelajari dan kadang secara manusiawi suka ada perasaan menyesal.. “Dari dulu saya kemana aja? Kenapa baru sekarang terasa butuh sm ilmu teh?” 😓
Suka ngerasa begitu, kaya saya?

Semoga ibu2 disini mah enggak yaaaa…

Jadwal harian saya kl diklasifikasikan ada 4 bagian besar yang harus dipenuhi:

1. Hak Allah

Meliputi “me time” saya, shalat, tilawah, baca buku, hadir liqo offline sepekan sekali yg sudah saya ikuti sejak saya masih SMA. Alhamdulillah sampai hari ini.

Ketika melahirkan jg saya tetap hadir, karena qodarullah abis liqo merasa kontraksi, jadi di pertemuan liqo berikutnya saya udah bisa ikut lg.

Selain saya menghadiri liqo, sebagai murid.

Setiap pekan, saya menghadiri 3 kajian offline dimana saya pengisinya.

Ini termasuk sarana paling efektif utk menjaga kualitas keimanan kita.

Karena seseorang yang tidak memiliki tidak akan dapat memberi.

2. Hak keluarga

Memenuhi kebutuhan anak dan suami.

Ini juga butuh ilmunya. Da ternyata, kasih sayang, ketaatan maupun tindakan kita tidak reaktif dan otomatis, melainkan harus dibangun melalui pemahaman.

Pemahaman ini hadir juga karena kita mau belajar.

3. Hak diri

Aktivitas seperti yg sedang kita lakukan skrg ini, sesungguhnya hak diri kita yang wajib dipenuhi.
Tubuh kita terdiri dari ruh, akal dan jasad yang ketiganya membutuhkan skala pemenuhan yang sama.
Selama ini kita cenderung hanya memanjakan satu bagian saja, yaitu fisik.

Dan lupa “memberi nutrisi” bagi akal dan ruh.
Berdasarkan pemenuhan hak inilah, sehingga, harus selalu ada waktu yang secara sadar dan sengaja kita sediakan untuk menambah amunisi seputar pemahaman kita terhadap peran dan hak yang harus kita penuhi ini✅

💦 Pertanyaan Teh Irma

Bagaimana agar istiqomah dlm setiap jadwal dan amal? Krn seringnya di awal semangat… di tengah jalan mulai futur🙈

🌐 Jawaban :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
Istiqomah salah satunya dari ayat ke 30 di surat fushilat ini

Tsummastaqomu..

Teguhkanlah pendirianmu..
Istiqomah akan sangat tergantung pada 5M tadi

1. Mu’ahadah

Kita mengerti betul konsekuensi dari syahadat.

Bahwa dengan mengingat perjanjian dengan Allah, kita terikat dengan rules yang harus kita capai.

Perjanjian ini mengandung ketinggian dan kemantapan aqidah. Yang dengannya kita memiliki energi utk bergerak

2. Mujahadah

Bersungguh hati melaksanakan ibadah dan memiliki produktivitas amal shalihah.

Mujahadah adalah sarana menunjukkan manifestasi aqidah seorang hamba pada Rabb nya.

3. Muraqabah

Merasa senantiasa diawasi Allah sehingga seorang muslimah jelita dengan penuh kesadaran selalu rajin dan bersemangat merealisasikan rencana dan aktivitas nya. Dalam kerangka menggapai ridha Allah dan menjauhi larangan Nya.

4. Muhasabah

Menghitung diri dengan amal yang dilakukan. Muslimah jelita yang beruntung, adalah yang semangat senantiasa mempersiapkan kehidupan nya yang kekal abadi kelak.

Luangkan waktu sejenak untuk bercermin, agar ada aksi dan kreasi untuk harimu yang lebih baik lagi

Terakhir,

5. Mu’aqabah

Berani memberi sanksi atas kelalaian yang dibuat diri.

Kelalaian dan kesalahan adalah kesesatan. Yang dapat dihapus dengan taubat.

Karena sesungguhnya, tiada dosa besar dengan istighfar.
Pun, tak ada dosa kecil dengan istimrar (terus menerus)
Imam Fudhail bin ‘Iyaadh pernah menasehati seseorang lelaki, beliau berkata: “Berapa tahun usiamu (sekarang)”?

 Lelaki itu menjawab: Enam puluh tahun. 

Fudhail berkata: “(Berarti) sejak enam puluh tahun (yang lalu) kamu menempuh perjalanan menuju Allah dan (mungkin saja) kamu hampir sampai”. 

Lelaki itu menjawab: Sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Maka Fudhail berkata:

 “Apakah kamu paham arti ucapanmu? Kamu berkata: Aku (hamba) milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, barangsiapa yang menyadari bahwa dia adalah hamba milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, maka hendaknya dia mengetahui bahwa dia akan berdiri (di hadapan-Nya pada hari kiamat nanti), dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan berdiri (di hadapan-Nya) maka hendaknya dia mengetahui bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban (atas perbuatannya selama di dunia), dan barangsiapa yang mengetahui bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban (atas perbuatannya) maka hendaknya dia mempersiapkan jawabannya.” 

Maka lelaki itu bertanya: (Kalau demikian) bagaimana caranya (untuk menyelamatkan diri ketika itu)? 

Fudhail menjawab: “(Caranya) mudah.” 

Leleki itu bertanya lagi: Apa itu? 

Fudhail berkata: “Engkau memperbaiki (diri) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (perbuatan dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (perbuatan dosamu) di masa lalu dan pada sisa umurmu.”

(Dinukil oleh Imam Ibnu Rajab dalam kitab Jaami’ul ‘Uluumi Wal Hikam, hal. 464)✅

💦 Pertanyaan : Rika 

Sebetulnya apakah masalah tempat tinggal juga berpengaruh ga teh sama pembelajaran? 
secara saya mah masih nebeng di rumah ortu, ngerasa kadang kok kelihatannya lebih enak ngontrak walaupun kecil tapi rasanya tenang untuk melakukan aktivitas belajar dll..

apalagi kebetulan yang di rumah ortu bukan hanya saya aja, tapi ada keluarga kakak saya 2 KK, jadi dalam rumah tsb ada 4 KK (kepala keluarga).

yang harus di benahi berarti dalam hati dulu ya teh?
atau haruskah saya menhalah dan pindah? 

atau ada saran lain teh?
saya suka bersebrangan pendapat sama kakak2 saya maksudnya teh 

ujung2 nya adu mulut, beberapa kali lebih baik saya diem pergi dan mengalah hehehe

🌐 Jawab :

Wallahu a’lam ya..

Mgkn memang ada kultur tertentu yang menganggap jika “makan ga makan asal kumpul” tapi kalau baca2 buku Ust Cahyadi Takariawan seperti wonderfull couple, bahagia merayakan cinta, di jalan dakwah aku menikah atau pernak pernik pernikahan islami, disana jelas tertuang bahwa seorang raja tanpa daerah teritorial belum bisa merealisasikan konstitusi bagi kerajaan nya.

Artinya, hatta mengontrak rumah. Itu jauuuuuh lebih baik untuk sepasang suami istri ketimbang menetap bersama keluarga nya.

Kenapa?

Karena dengan berpisah dari keluarga besarnya, suami istri ini bisa sama2 belajar dan mengembangkan potensi dirinya.

Kasarnya, selama masih sm orang tua mah, ga akan mikirin garam.

Kita juga jadinya serba sungkan yah..
Masa yang lain sibuk kita baca buku. Misalnya.

Tetapi jika masih belum mungkin direalisasikan keberpisahan dengan orang tua ini, kita bisa mengkomunikasikan jadwal kita dengan mereka.
Misalnya, jumat siang jadwal saya ke kajian ya. Sebelumnya kita sudah selesaikan kewajiban kita di rumah.✅

💦 Pertanyaan : Teh Ncie

Teh .. Ada hal yg ingin saya tanya pendapat nya.. Ini pengalaman pribadi .. Bagaimana membatasi pengaruh luar terhadap apa yg sudah kita tanamkan dalam diri anak kita dan keluarga kita .. Hal yg paling mendasar keenan klo lagi sama saya dan ayahnya anaknya cooperative klo kita ajarkan sedikit tentang agama .. Tapi klo ada Ua nya saat suami saya ga ada keenan suka kebawa kebawa sama Uanya .. Jd.keenan lebih cenderung ga bsa di atur .. Pertanyaan itu membatasin pengaruh dr luar agar tdk merubah apa yg sudah kita tanamkan

Jawaban :

Keenan masih sangat kecil ya Teh..

Secara kematangan juga belum dapat membedakan mana benar mana salah.

Istilahnya belum mumayiz.
Usia 7 tahun anak mulai bisa menggunakan kematangan nalarnya untuk membedakan mana yang benar mana yang salah sesuai nilai yang terinstal.
Jika di bawah usia itu, yang ada adalah kita harus terus menerus mengingatkan dan mengingatkan..

Jangankan anak-anak, kita yang udah tua ini juga begitu mudah terbolak balik hatinya.
Maka kita titipkan hati, pikiran dan jasad anak kita dalam penjagaan Allah yang Maha kokoh.
Semoga Allah senantiasa melindungi dan membentengi dari keburukan. Aamiin✅
=============================

🔹 PENUTUP🔹

Alhamdulillah. Kita sampai di penghujung majelis ini, semoga Allah senantiasa memberi keberkahan utk aktivitas kita dan memberi kemudahan bagi kita dalam mendapatkan ilmu yang bermanfaat
Dunia adalah tempat persinggahan sementara dan sebagai ladang akhirat tempat kita mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal abadi itu. 
Barangsiapa yang mengumpulkan bekal yang cukup maka dengan izin Allah dia akan sampai ke tujuan dengan selamat, dan barang siapa yang bekalnya kurang maka dikhawatirkan dia tidak akan sampai ke tujuan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita sikap yang benar dalam kehidupan di dunia dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: 

Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.

(HR. Al Bukhari no. 6053)

Hadits ini merupakan bimbingan bagi orang yang beriman tentang bagaimana seharusnya dia menempatkan dirinya dalam kehidupan di dunia.

Karena orang asing (perantau) atau orang yang sedang melakukan perjalanan adalah orang yang hanya tinggal sementara dan tidak terikat hatinya kepada tempat persinggahannya, serta terus merindukan untuk kembali ke kampung halamannya. 

Demikianlah keadaan seorang mukmin di dunia yang hatinya selalu terikat dan rindu untu kembali ke kampung halamannya yang sebenarnya, yaitu surga

============================
Demikian resume LIQO kali ini, mohon maaf atas segala kekhilafan dari kami semua. Jazakunna hayr atas segala perhatian dan partisipasinya. Semoga bisa memberi manfaat dan membawa keberkahan untuk kita semua. Aamiin
❤🌿🌿🌸🌸🌸🌸🌿🌿❤

Advertisements

One thought on “Jelita Karena Berbekal Taqwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s