Seminar/Talkshow

[Ngobras] Optimisme dalam Mendidik Anak di Era Akhir Zaman (Part 1)

Oleh:

Ratih Sondari, M.Psi., Psikolog

dalam acara Ngobras Sabumi

🍎 Tanggung jawab Mendidik Anak

▫Agar anak tetap dalam fitrah agama. “Seorang anak lahir dalam fitrah. Orang tuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi..” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ahmad, Malik, At tirmidzi)

▫Mentauhidkan Allah dan bertakwa kepada-Nya

▫Selamat dari siksa api neraka (QS. At-Tahrim : 6)

🍎 Visi Misi Keluarga

▫ Visi : Terpelihara dari api neraka & masuk surga sekeluarga.

▫ Misi : Taat beribadah, menjalankan Sunnah, menjauhi larangan Allah

🍎 Tujuan Pendidikan Anak

▫Agar mengetahui tujuan hidup di dunia, yaitu Ibadah kepada Allah (QS. Adz Dzariyat : 56).

▫Syarat diterima ibadah : 1. Niat ikhlas karena Allah, 2. Mengikuti tuntunan Nabi SAW

▫Oleh karena itu yang utama diajarkan kepada anak:

1. Tauhid

2. Adab & akhlak

3. Syariat Islam

4. Muamalah

🍎 Bagaimana agar selamat di akhir zaman

▫“Akan datang suatu zaman, orang yang berpegang teguh kepada agamanya seperti menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi)

▫“Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka).” (QS. Thaha : 123 – 126)

▫Jadi, dalam mendidik anak harus berpegang teguh kepada Al-Qur’an & Sunnah.

🍎 Cara Nabi Mendidik Anak

▫Menampilkan suri tauladan yang baik

▫Memberi pengarahan di waktu yang tepat. Misal, saat di perjalanan (anak sedang senang), saat anak sedang makan (anak duduk tenang), saat anak sedang sakit (anak merasakan kasih sayang dari kita), lebih mudah diberi nasihat.

▫Bersikap adil kepada anak

▫Menunaikan hak anak

▫Membelikan mainan untuk anak

▫Membantu anak untuk berbakti dan mengerjakan ketaatan

▫Tidak suka marah dan mencela

🍎 Cara Mengembangkan Moral Anak

▫Kualitas hubungan : hangat, bertanggung jawab, kelekatan yang nyaman (secure attachment)

▫Teknik disiplin orang tua: Love withdrawal (misal, ortu mogok bicara), Power assertion (mengancam, hukuman), Induction (Menjelaskan baik buruknya). Yang memfasilitasi perkembangan moral : teknik Induction.

▫Strategi proaktif : Jelaskan sebelum terjadi. Untuk anak usia dini, alihkan perhatiannya. Untuk anak lebih besar, jelaskan nilai (value) yang dianggap penting oleh keluarga.

🍎 Bagaimana proses internalisasi nilai-nilai, menurut Psikoanalitik

Anak merasa bersalah ➡ Takut kehilangan kasih sayang orang tua ➡ Takut dihukum ➡ Anak mengidentifikasi dirinya kepada orang tua yang bergender sama dengan menginternalisasi nilai tentang benar / salah yang dipegang orang tua.

🍎 Karakteristik ortu yang anaknya berperilaku bermoral

▫Hangat, suportif

▫Menggunakan teknik disiplin Induksi

▫Melibatkan anak dalam pengambilan keputusan keluarga

▫Menjadi teladan untuk anak

🍎Hubungan Pikiran – Emosi – Perilaku

▫Jika pikiran kita negatif ➡ emosi kita juga negatif (cemas, takut, terancam) ➡ maka perilaku kita juga kurang positif (overprotektif, sangat membatasi anak)

▫Jika pikiran kita positif (misal, yakin Allah tidak akan memberi uji di luar kemampuan kita) ➡ emosi lebih tenang ➡ perilaku lebih positif

🍎 Cara mengatasi kecemasan dalam mendidik anak di akhir zaman

Gunakan strategi kognitif

▫Menantang pikiran negatif

▫Cari penjelasan alternatif

▫Uji pikiran alternatif dengan mencari bukti

▫Buat catatan tentang pikiran. Buat kolom berisi tanggal, emosi, skala emosi (1-10), kejadian yang terjadi sebelum emosi terjadi, pikiran kita terhadap situasi.

🍎 Parental self efficacy

▫Pengetahuan parenting merasa sudah “molotok”, tapi sulit menerapkannya? Ini karena orang tua tidak punya self efficacy

▫Self efficacy : keyakinan individu tentang kemampuan yang dimilikinya untuk melakukan tugas tertentu dengan berhasil dan sampai tuntas.

▫Orang dengan self efficacy yang tinggi:

– Peluang berhasil tinggi, bukan karena kemakmpuan aktual ybs

– Lebih bertahan jika menghadapi hambatan

– Usaha yang dikerahkan lebih tinggi

▫Seseorang dengan academic self efficacy tinggi tidak menjamin parental self efficacy nya tinggi juga

🍎 Menumbuhkan self efficacy pada anak

▫Pengalaman berhasil di masa lalu

▫Pengamatan terhadap keberhasilan orang lain

▫Persuasi verbal

▫Jika anak gagal, tidak menyalahkan orang lain

“Keyakinan kita sebagai orang tua bahwa kita mampu mendidik anak, akan mempengaruhi:

– seberapa besar usaha kita dalam mendidik mereka

– seberapa besar kita mau mengambil tanggung jawab dalam pendidikan anak

– seberapa besar kita mampu tenang menghadapi perilaku negatif anak”
Hal ini yang menjadi modal Optimisme dalam mendidik anak di era akhir zaman. InsyaAllah.

_disarikan oleh ayuhilma_

untuk

*SABUMI Muslim Homeschooling Bandung*

〰🌼〰🌼〰🌼〰🌼〰🌼〰🌼

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s